Tim KKN-PPM UGM Musuk Ciptakan Inovasi Cara Pembuatan Telur Asin

0
518

Desa Musuk merupakan salah satu desa terluas di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan segala potensi yang tersembunyi di dalamnya. Ide pengembangan Desa Musuk untuk dijadikan desa wisata berbasis wisata edukatif (eduwisata) dan agrowisata menantang Tim KKN-UGM Musuk untuk mengembangkan potensi-potensi di desa ini. Salah satu potensi yang kami temukan adalah telur bebek yang merupakan hasil dari usaha ternak bebek bersama oleh masyarakat di Dukuh Candioso.

Ternak bebek skala rumahan di Dukuh Candioso, Desa Musuk

Masyarakat dari dukuh yang berada di ujung barat desa Musuk ini memiliki kandang bebek bersama yang memproduksi telur bebek setiap hari. Produk mentahan berupa telur bebek tersebut berpotensi untuk dijadikan produk olahan yang komersil, yakni telur asin.

Produk olahan telur asin memiliki nilai jual cukup tinggi dan dapat menjadi salah satu jenis oleh-oleh untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Namun sayangnya pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahan telur bebek menjadi telur asin masih terbatas.

Berinovasi 

Pembuatan telur asin dengan cara konvensional memerlukan waktu yang cukup lama, yakni 14-21 hari atau lebih pada masa pengeraman sehingga masyarakat kurang tertarik untuk melakukannya. Selama ini pun masyarakat hanya menggunakan garam dan teknik perebusan sehingga kualitas telur asin yang dihasilkan kurang baik dan terasa kurang “masir”.

Beranjak dari fakta tersebut, keterampilan pembuatan telur asin perlu dikuasai agar produk yang dihasilkan masyarakat dapat mendukung usaha pengembangan desa ini menjadi desa eduwisata. Tim kami mencoba mempraktikkan cara pengolahan telur asin dengan memanfaatkan tekanan osmosis untuk mempersingkat waktu pembuatan telur asin.

Pemanfaatan tekanan osmosis melalui penggunaan asam cuka dan pemanasan konstan dapat mempersingkat waktu pengeraman secara signifikan. Setelah melalui masa percobaan, kami dapat membuat telur asin hingga dihasilkan telur yang masir hanya dalam waktu kurang lebih 10 jam saja.

Keterampilan pembuatan telur asin dengan memanfaatkan tekanan osmosis tersebut pun kami ajarkan melalui pelatihan kepada Ibu-Ibu PKK di RT04 RW06 Candioso pada hari Minggu (28/7/2019) yang lalu. Pelatihan yang dilakukan selama tiga jam tersebut cukup efektif dalam menggugah antusiasme dan rasa ingin tahu peserta.

Selain cara pembuatan, kami juga membagikan materi lain berupa pengemasan, logo produk, dan teknik pemasarannya. Pelatihan kami tutup dengan memberikan tantangan bagi peserta pelatihan untuk mempraktekkan pembuatan telur asin dengan metode yang kami kenalkan dan tambahan variasi waktu dalam tahapan perendaman awal serta lama pemanasan.

Nanti, setelah satu minggu berlalu, tim kami akan melakukan monitoring untuk memantau hasil dari penerapan metode tekanan osmosis tersebut. Inovasi tersebut kami harapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi telur asin sehingga dapat menjadi salah satu produk oleh-oleh unggulan dari Desa Musuk.

Hasil telur asin yang dibuat dalam waktu 10 jam

Kristin Banyu Risang Hobo, mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, peserta KKN-PPM UGM 2019 di Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah