Pasca Gempa, Mahasiswa UGM Bantu Warga Perbaiki Kerusakan Dermaga Bacan

0
138

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter dengan pusat yang berjarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada Minggu (14/7/2019) lalu dirasakan cukup kencang oleh warga Desa Prapakanda dan Tanjung Obit. Minggu malam, sekitar pukul 19.00 waktu setempat perangkat desa Prapakanda dan Tanjung Obit mengantisipasi warga untuk mengevakuasi diri.

Gempa susulan yang terjadi puluhan kali secara beruntun pasca gempa yang berkekuatan 7.2 SR memaksa hampir seluruh warga desa Prapakanda dan Tanjung Obit untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Peringatan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika yang menyatakan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami nyatanya belum cukup membuat warga Desa Prapakanda dan Tanjung Obit tenang.

Kejadian gempa di Aceh dan Palu yang kemudian disusul oleh tsunami beberapa tahun silam membuat warga lebih waspada sehingga ketika gempa dirasakan cukup besar warga akan segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Senin pagi (15/7/2019) lalu, didapati warga mulai meninggalkan tempat pengungsian yang berada di hutan dan gunung terdekat. Warga desa Prapakanda dan Tanjung Obit satu per satu kembali ke rumah masing-masing.

Roboh

Pasca gempa, dilaporkan tidak ada korban jiwa di Desa Prapakanda dan Tanjung Obit. Hanya saja, di Desa Prapakanda dijumpai beberapa penyangga kaki dermaga roboh. Menurut kesaksian beberapa warga, kerusakan pada kaki dermaga disebabkan oleh hantaman batang kayu besar yang terbawa gelombang laut saat gempa terjadi.

Pasca gempa, warga berduyun-duyun segera memperbaiki dermaga. Tim mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Program Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada di Desa Prapakanda turut serta membantu warga dalam memperbaiki dermaga. Di Desa Prapakanda, dermaga menjadi sarana vital transportasi jalur laut.

Dermaga yang rusak akan sangat memengaruhi akses keluar masuk warga desa ke pulau lain sehingga perbaikan dermaga dengan segera sangat dibutuhkan. Perbaikan sementara dilakukan dengan mengganti bagian penyangga dermaga yang roboh dengan batang pohon kelapa. Perbaikan sementara ini dilakukan untuk mengantisipasi terhambatnya akses transportasi.

“Kami bersama-dengan warga sekitar bergotong royong memperbaiki dermaga desa agar aktivitas transportasi kembali normal,” tutur Nurdin Damanik, koordinator mahasiswa KKN Unit Bacan. Harapannya, kerusakan dermaga tidak kembali terulang, meskipun gempa susulan masih sering terjadi di Halmahera Selatan.

Artikel : Aeni Surya Ningsih, Fakultas Ilmu Budaya UGM

Foto : Alfan Sinto Aji,  Fakultas Ilmu Budaya UGM