Menjelajah Masa Lalu Perkeretaapian Indonesia

0
226

Naik Kereta api tut tut tut…. Siapa yang sudah pernah menggunakan kereta api saat berpergian jauh? Tahukah teman-teman bahwa kereta api sudah menjadi alat transportasi sejak zaman Kolonial Belanda untuk mengangkut hasil perkebunan, hewan ternak dan orang.

Sejarah perkretaapian Indonesia yang sangat berperan besar dari masa ke masa bisa kita lihat lho di Museum Perkeretaapian Ambarawa yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Di sini kita bisa melihat bagaimana awal kereta api ada di Indonesia hingga perkembangan saat ini.

Museum ini dahulu adalah stasiun yan menghubungkan Kota Yogyakarta dan Kota Semarang yang dikenal dengan nama Stasiun Ambarawa. Sebelum bernama Stasiun Ambarawa, stasiun ini bernama Stasiun Willem I karena dekat dengan Benteng Willem I atau yang lebih dikenal dengan Benteng Pendhem yang dibangun oleh Belanda.

Wisatawan di Museum Perkeretaapian Indonesia di Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Foto: Muhammad Irfan Habibi

Stasiun ini pertama kali dibuka pada tahun 1873 oleh Nederlandsch-Indishe Spoorweg Maatschappij (NIS). Namun sayang pada tahun 1972 kereta api yang menuju ke arah magelang tidak bisa melintasi karena adanya erupsi Gunung Merapi yang menutupi jalur kereta api sehingga Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) sebagai pengelola perkeretaapian pada zaman itu menutup jalur ini. Hingga akhirnya dibuka kembali sebagai museum pada 21 April 1978.

Di museum ini selain kita bisa mengetahui sejarah perkeretaapian Indonesia, kita juga bisa melihat koleksi yang dimiliki seperti loko uap yang telah berusia lebih dari satu abad, mesin pencetak tiket, roda bergerigi, seragam dinas petugas perkeretaapiian dan lain sebagainya yang berkaitan dengan perkeretaapiian di era kereta uap.

Selain melihat koleksi museum kita juga bisa berfoto dengan latar loko dan gerbong koleksi museum, bangunan stasiun yang masih mempertahankan bentuk aslinya, bahkan pemandangan yang disuguhkan di sekitar stasiun.

Kereta Wisata yang ditarik menggunakan loko uap.
Foto: Muhammad Irfan Habib

Selain melihat koleksi museum kita juga bisa merasakan menaiki kereta wisata dengan rute Ambarawa-Tuntang-Ambarawa yang menyuguhi panorama keindahan Danau Rawa Pening dengan latar Gunung Merbabu dan  Gunung Telomoyo. Atau kita juga bisa mengikuti rute Ambarawa-Bedono-Ambarawa yang memiliki keunikan pada relnya saat mendaki atau menuruni tanjakan dengan roda bergeriginya.

Kereta wisata ini biasanya ditarik menggunakan loko disel namun jika beruntung kita bisa merasakan kereta wisata yang ditarik oleh kereta uap. Kereta uap ini melakukan perjalanannya pada akhir pekan dan juga saat hari libur nasional. Namun jika ingin merasakannya secara rombongan kita bisa memesan untuk menaiki kereta wisata ini.

Menarik kan mengunjungi museum ini? Yuk kita ke museum

Muhammad Irfan Habibi, mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang