Berorganisasi, Cara Melatih Berpikir Kritis

0
339

Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta yang ada kemudian membuat beberapa gagasan dan mempertahan gagasan tersebut dan dijadikan sebuah perbandingan. Beberapa tahun terakhir,”berpikir kritis” telah menjadi suatu istilah yang sangat popular dalam dunia pendidikan.

Sedangkan beberapa definisi klasik dari tradisi buku berpikir kritis ’John Dewey’ (berfikir reflektif) yang saya baca sesungguhnya, orang sudah berfikir tentang ‘berpikir kritis’ dan sudah menelaah bagaimana mengajarkannya selama hampir seratus tahun. Agaknya, Socrates sudah memulai pendekatan dalam kegiatan belajar ini lebih dari 2000 tahun yang lalu, tetapi John Dewey, filsuf, psikolog, dan edukator berkebangsaan Amerika, secara luas dipandang sebagai bapak tradisi berpikir kritis modern.

Ia menamakannya sebagai ‘berpikir reflektif’ dan mendefinisikannya sebagai pertimbangan yang aktif, persistent (terus-menerus), dan teliti mengenai sebuah keyakianan atau bentuk pengetahuan yang diterima begitu saja dipandang dari sudut alasan-alasan yang mendukungnya dan kesimpulan-kesimpulan lanjutan yang menjadi kecenderungannya (Dewey,1909, hlm. 9)

Banyak alasan para pendidik menjadi lebih tertarik melakukan keterampilan-keterampilan berfikir dengan berbagai corak dari pada mengajarkan informasi dan isi. Kita dilatih mengenai kepemimpinan dalam berorganisasi. Kepemimpinan adalah kemampuan dari seseorang untuk memengaruhi orang lain, sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki oleh orang (pemimpin) tersebut.

Dari sinilah sikap kepemimpinan para mahasiswa dilatih melalui organisasi. Karena pada dasarnya setiap diri manusia itu adalah pemimpin dan harus berani menjadi pemimpin, minimal memimpin diri sendiri untuk kehidupannya.

Pada dasarnya berpikir kritis dapat dilakukan oleh siapa saja bukan hanya seorang mahasiswa atau pelajar hanya saja perlu menguasai bagaimana agar bisa berfikir kritis,saya pernah membaca beberapa referensi dari berbagai sumber ada empat cara yaitu, jangan terburu-buru.

Pikirkan secara baik-baik dan mendalam mengenai beberapa ide sebelum Anda mengambil keputusan. Ini tidak harus memakan waktu yang lama. Coba Anda tanyakan pada kelompok Anda mengenai sisi lain dari masalah, atau cara pandang yang lebih mendalam. Ini harus selalu diterapkan, terutama saat menghadapi isu-isu yang rumit dan baru.

Di luar kotak
Selalu berpikir bersama kelompok akan membuat pikiran Anda terbatasi. Sesekali, berpikirlah sendiri, dan cobalah keluar dari pemikiran kelompok. Lihatlah masalah dari sudut pandang lain dan ditemukan kemungkinan-kemungkinan penyelesaian masalah yang mungkin tidak terpikirkan oleh kelompok anda. Memang menjadi berbeda belum tentu selalu lebih baik. Namun paling tidak Anda bisa menemukan “titik buta” dari setiap masalah.

Dukung beda pendapat
Berdebat tidak selalu berarti masalah. Dengan berdebat dan saling melempar pendapat Anda dapat mengumpulkan pemikiran yang berbeda-beda. Jangan selalu melihat pendapat yang berbeda dengan Anda sebagai sebuah kesalahan.

Anda harus berani berpikiran terbuka dan menerima semua perbedaan tersebut. Siapa tahu salah satu pendapat yang berbeda itu adalah penyelesaian masalah bagi perusahaan Anda.

Berkomunikasi dengan Maverick
Maverick adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang atau organisasi yang tidak konvensional, yang seringkali memiliki sudut pandang yang tidak biasa. Temukan mereka, dan cari tahu bagaimana cara pandang mereka terhadap sesuatu.

Jika pendapat mereka sangat berbeda dengan Anda, kemungkinan akan terjadi penolakan. Namun orang-orang yang berpikir kritis selalu mencari cara lain dalam melihat setiap masalah. Anda mungkin akan sering berbeda pendapat dengan para maverick, tetapi bisa jadi pada beberapa kesempatan, Anda akan mendapatkan pandangan yang lebih baik, luas, dan jelas dengan memahami cara berpikir mereka.

Benar apa kata orang jika kuliah tidak dibarengi dengan organisasi saya katakan akan merugi. Jika seseorang sudah menguasai cara diatas saya yakin seorang pelajar atau mahasiswa dapat berfikir kritis dan berani mengeluarkan gagasan,aspirasi serta hal yang lainnya yang dimilikinya.

Menurut saya kuliah hanya teori, praktiknya ada pada sebuah organisasi kemudian diaplikasikan dengan kehidupan sehari-hari. Mengapa harus organisasi karena akan cepat menguasai keterampilan berfikir kritis. Penting bagi seorang pelajar atau mahasiswa untuk berusaha menguasai kemampuan berfikir kritis bukan hanya itu saja tapi kemampuan menginterpretasi,menganalisis,dan mengevaluasi gagasan dan argumen.

Ahmad Firdaus, mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto