Apa yang Terjadi dengan Mahasiswa?

0
36

Lesunya dinamika kampus saat ini menjadi permasalahan yang cukup mencemaskan  beberapa kalangan. Kampus yang semestinya menjadikan mahasiswa yang kreatif, inovatif dan cerdas sekarang justru tidak lagi seperti itu. Kampus sekarang hanya sebagai ajang industri gelar saja.

Pengetahuan tak bisa di raih jika kita berangkat dari ketakutan, kekerdilan berfikir dan ketidak mauan untuk berpetualang. Mahasiswa jaman sekarang terlalu banyak di kekang oleh peraturan sedemikian rumit oleh kampus tersebut. Jika melanggar bahkan memprotes akan di berikan sanksi.

Dunia pendidikan sekarang ini tidak seindah yang dibayangkan. Kebijakan kampus yang tidak bersahabat, pemangkasan masa studi, beban jam kuliah padat, semakin tingginya biaya beban kuliah, serta tuntutan kampus yang mengharuskan agar cepat lulus, wisuda dan mendapatkan pekerjaan. Ada dua pilihan gerakan pada mahasiswa yaitu bangkit melawan atau diam tertindas.

Paradigma tujuan kuliah mahasiswa bukan hanya sekedar mendapatkan nilai indeks prestasi komulatif (IPK) tinggi. Tetapi pada hakikatnya menjadi mahasiswa bukan hanya mengerjar nilai kumulatif saja. Kuliah, lulus,kerja itu adalah gagasan yang sudah lapuk atau singkat katanya lagu lama.

Bersaing dengan nilai kumulatif yang semakin tinggi semakin bagus, Semua itu hanya formalitas semata. Hal lain yang berpengaruh besar dalam kehidupan adalah petualangan dan persentuhan dengan persoalan sosial yang seharusnya justru lebih banyak memberi arti. Karena petualangan disertai persentuhan dengan dunia sosial yang ada, yang justru akan lebih membuat pemikiran lebih berkembang dan terbuka.

Mahasiwa harus giat berhimpun dan berorganisasi agar tidak tuna gagasan dan ide

Kampus yang seharusnya menjadi ladang atau arena untuk menumbuh kembangkan gagasan, ide serta keberanian adalah tugas yang harus di lakukan oleh para mahasiswa. Soekarno dan Hatta adalah contoh konkrit dan sosok anak muda yang nekad dan berani menantang penjajah.

Mereka menjadi “radikal” karena menjalani kuliahnya dengan penuh petualangan, bersentuhan langsung dengan dinamika sosial yang berkembang dan tentunya organisatoris. Dengan berorganisasi dan terlibat langsung pada dinamika yang terjadi, disanalah para mahasiswa kemudian menjalani proses pembentukan sikap kritis, berani mengungkapkan pendapat dan melatih kepemimpinan.

Mahasiwa harus giat berhimpun dan berorganisasi agar tidak tuna gagasan dan ide. Karena di dalam organisasilah mahasiswa dapat melihat langsung kondisi sosial, politik, ekonomi yang menghawatirkan yang sedang terjadi. Mahasiwa yang sebagai agen perubahan harus peka terhadapa lingkungan sekitar dengan salah caranya, aktif ke dalam organisasi.

Melalui organisasilah mahasiswa memiliki arti yang sesungguhnya. Hal-hal yang tidak mampu diajarkan di bangku kuliah terkadang seringkali di dapat melalui kegiatan di organsisai. Karena tak bisa dipungkiri bahwa fungsi kampus sangatlah strategis untuk melahirkan gebrakan-gebrakan yang diharapkan mampu membawa perubahan.

Alda Dwi Aprilia