Penerimaan Diri, Kunci Penting Kesehatan dan Ketahanan Mental

0
303

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-6, Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan acara puncak HUT Kompas Corner ke-6 “From Me, To Me: a Message for a Better Self” pada Jum’at (3/4/2019) di Lecture Hall, Gedung C Universitas Multimedia Nusantara. Acara ini mengangkat tema Self-Acceptance.

Acara “From Me, To Me” terdiri dari conference talk serta talk show “KCTalks” yang membahas tentang self-acceptance. Kompas Corner mengundang tiga pembicara dalam acara ini, yakni Henry Manampiring,  Caecilia Dee dan Ian Hugen.

Sesi conference talk dibuka oleh Henry Manampiring, penulis buku Filosofi Teras. Filosofi Teras merupakan buku pengembangan diri berbasis filsafat. Di dalam buku ini terdapat filsafat Stoisisme (Stoa). Dalam conference talk ini, Henry Manampiring menjelaskan, filsafat Stoisisme (Stoa), mulai dari sejarah filsafat Stoisisme hingga ajaran filsafat stoisisme. Filsafat Stoa muncul di Athena pada tahun 300 sebelum masehi.

Kompas Corner merayakan ulang tahunnya yang ke-6 dengan menggelar acara HUT Kompas Corner ke-6 “From Me, To Me: a Message for a Better Self” pada pada Jum’at (3/4/2019) di Lecture Hall, Gedung C Universitas Multimedia Nusantara. Foto: Panitia HUT 6 Kompas Corner UMN/William Tionardi

Filsafat ini tumbuh di alun-alun berbentuk teras berpilar. Oleh karena itu disebut filosofi teras. Filsafat Stoisisme (Stoa) mengajarkan manusia untuk bisa mengendalikan emosi kita karena banyak hal yang di luar kendali kita.

Henry Manampiring menjelaskan, dikotomi kendali dan cara kita bahagia menurut kaum Stoa. Menurut kaum Stoa, manusia harus menggunakan nalar dalam mengendalikan emosinya karena ada banyak hal yang di luar kendali kita. Seluruh orang harus bisa membedakan apa yang dapat dikendalikan kita dan apa yang di luar kendali kita.

“Berbahagialah bahwa kamu sudah memberikan usahamu yang terbaik,” ucap Henry Manampiring.

Conference talk dilanjut oleh Caecilia Dee, founder dari Komunitas Get Happy. Get Happy merupakan komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental. Caecilia Dee menceritakan dirinya yang mengalami Borderline Personality Disorder (BPD), yang merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati, perilaku, dan hubungan yang tak stabil. Kemudian Caecilia Dee menceritakan pengalamannya menjalani terapi BPD dan pentingnya self-love.

Caecillia Dee menjelaskan pentingnya self-love untuk kesehatan mental. Foto: Kompas Corner UMN/Juan Pratama Sugiarto

“Ketika aku lagi terapi BPD, aku diajarin self-love itu penting dan adalah dasar untuk kita bisa menjaga kesehatan mental kita,” jelas Caecilia Dee menceritakan pengalaman beliau menjalani terapi BPD.

Caecilia Dee menjelaskan bahwa untuk sembuh dari gangguan kesehatan mental, kita terlebih dahulu harus memahami diri kita sendiri dan mengetahui proses apa saja yang terjadi pada diri kita. Kemudian kita melakukan terapi. Kita juga bisa meminta bantuan ke orang terdekat kita.

“Nah, dari semua cerita perjalananku untuk sembuh itu, aku menemukan betapa pentingnya ternyata kesehatan mental, kesehatan pikiran yang selama ini kita gak bisa lihat,” tutur dirinya kemudian.

Conference talk terakhir dibawakan oleh Ian Hugen, seorang seniman muda yang aktif menyuarakan self-love lewat karya-karyanya. Dalam conference talk ini, Ian Hugen juga berbagi pengalaman mengenai dirinya yang berbeda. Ian Hugen belajar untuk mencintai dirinya sendiri setelah mengalami perundungan sejak SMP dan menerima komentar-komentar negatif dari orang-orang sekitar.

Ian Hugen juga memberitahu kalimat penyemangat yang biasa ia ucapkan, “Please survive and shine. Prove them wrong!”

Ian Hugen menceritakan perjalanan hidup dirinya mencintai diri sendiri. Foto: Violetta Laurencia

Talkshow “KCTalks”

KCTalks merupakan talk show yang membahas tentang isu kesehatan mental bersama Henry Manampiring, Caecillia Dee, dan Ian Hugen dengan Andreas Maryoto sebagai moderator. Sesi ini juga merupakan sesi penutup seluruh rangkaian acara puncak HUT 6 Kompas Corner UMN.

Talkshow “KCTalks” diadakan setelah sesi conference talk berakhir. Dalam sesi ini, peserta dapat menanyakan berbagai pertanyaan seputar kesehatan mental kepada tiga pembicara tersebut.

 

Penulis: Kompas Corner UMN/Jacinta Aura Maharani

Dokumentasi: Tim Dokumentasi Acara HUT 6 Kompas Corner UMN.

Editor: Kompas Corner UMN/Meiska Irena Pramudhita