Kritik Sosial Lewat Musik di Panggung Synchronize Fest 2018

0
500

Di Synchronize Fest, festival musik multi-genre tahunan berskala nasional, musisi bergenre rock asal Jakarta, Feast tampil untuk kedua kalinya. Feast tampil membawakan beberapa lagu dari mini albumnya di antaranya “Kami Belum Tentu”, “Padi Milik Rakyat”, dan “Peradaban”. Melalui musik Feast, mencurahkan emosinya.

Lagu “Kami Belum Tentu” menjadi lagu pembuka dari Feast di mana para personelnya terbentuk dari sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Saat tampil, para penonton terlihat antusias mengikuti lantunan musik serta bernyanyi bersama mengiringi grup musik rock yang beranggotakan Baskara Putra, Adnan S.P, Dicky Renanda, F.Fikriawan, dan Adrianus Aristo Haryo ini.

Selain itu, sebagai aksi simpati atas bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu-Donggala, Feast menjual official marchandise yang akan didonasikan kepada para korban melalui situs Bukalapak. Di penghujung penampilan, Feast membawakan lagu “Peradaban”.

“Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti”, merupakan penggalan lirik di lagu “Peradaban” yang berusaha untuk menceritakan tentang kaum minoritas Indonesia. Inilah lagu terakhir yang dibawakan oleh Feast dalam Synchronize 2018.

Penulis: Debora Priyanka Mulya, Volunter Kompas Muda