Terpaku Lantunan Lagu Danilla di Asian Fest Asian Games 2018

0
440

Pengalaman menjadi volunteer Kompas Muda 2018 tak hanya melulu tentang olahraga. Pengalaman ini juga memberi kami kesempatan untuk nonton konser gratis. Asian Games memang menyediakan banyak penyanyi untuk mengizi zona-zona rekreasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Pengalaman menyenangkan saya dapatkan ketika berkesempatan menonton aksi penyanyi Danilla di Pintu 2. Malam itu suasana sangat hangat. Tak hanya saya, beberapa volunteer ataupun panitia beramai-ramai ada disana.

Danilla menyanyikan lagu yang membawa penonton ke suasana tenang dan menghanyutkan.    Foto: Asry Sihombing

Yang paling menyenangkan adalah, saya bisa nonton konser Danilla secara gratis. Beberapa bulan lalu, saya harus melewatkan konser folk terbesar di Kota Batu karena terhalang jarak dan waktu. Kali ini, meski hanya Danilla, rasanya lega mendengar musiknya secara langsung

Sesuai suasana lagu Danilla, para penonton duduk manis sambil menggeleng-gelengkan kepala sesuai melodi lagu. Malam itu, udara dingin terasa hangat memeluk penonton di zona pintu dua.

Danilla banyak mengobrol dengan penonton saat manggung di Zona Pintu 2 Asian Games 2018.   Foto: Asry Sihombing

Seperti biasanya, Danilla selalu ramah terhadap pendengarnya. Rasa-rasanya semua yang datang dianggapnya teman. “Enggak afdol ya rasanya kalo nge-band tapi ketek nggak basah,” ujar Danilla disela-sela manggungnya. Penonton terkekeh. Beberapa menyaut asal. Seolah-olah mereka sudah cukup dekat untuk membahas hal absurd sejenis ketek.

Malam sudah cukup pekat sebenarnya. Sudah pukul sepuluh lebih sedikit. Tapi namanya juga jiwa muda. Seolah-olah hari masih panjang dan semangat tak pernah habis.

Gadis yang menyanyi di atas panggung itu tampaknya memang mampu menghipnotis  pendengarnya. Semua duduk tenang. Tak ada banyak suara atau kisruh sepanjang konser.

Tenggelam aku di rupamu

Ke palung rindu yang tersemu

Tak ada ruang yang tersisa dalam sendu

Danilla menyanyikan lagunya dengan nada datar. Seolah ia hendak membacakannya sebagai sajak. Beberapa orang ikut melafalkannya. Sungguh, suasanya saat itu hangat sekali.

Disela-sela aksi manggungnya. Danila bercerita bagaimana ia banyak terinspirasi dari kegiatan-kegiatan yang menenangkan. Di kota Yogyakarta, dirumah neneknya, Danilla pernah berguling-guling direrumputan. Ia menyadari bahwa saat itu ia sedang bercinta dengan alam.

Danilla berhasil menghipnotis pendengarnya dan membuat suasana begitu sendu.                Foto: Asry Sihombing

Sedekat itulah Danilla dengan pendengarnya.

Dan sebahagia inilah aku, yang bisa menemuinya gratis dalam kesempatan menjadi volunteer ini.

Asry Sihombing, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang, sedang magang di Kompas Muda, Harian Kompas dan menjadi volunteer Muda untuk Asian Games 2018.