Company Visit Kompas 2017: Melihat Kerja Wartawan dari Dekat

0
953

SERPONG, KOMPAS CORNER – Tepat pada pukul 16.06 WIB, Jumat (24/4), seluruh peserta dan panitia Company Visit Kompas 2017 memulai perjalanan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menuju ke Gedung Kompas di Palmerah. Pada tahun ini Kompas Corner menyelenggarakan Company Visit dengan tema “Fun Journalism in The Era of New Media”. Tema Fun Journalism dipilih karena Kompas Corner ingin memberitahu peserta bahwa kegiatan jurnalistik bukanlah hal yang membosankan dan kaku, melainkan sesuatu yang seru dan tentunya memperluas wawasan. Ditambah lagi dengan adanya medium-medium baru yang menjadikan kegiatan jurnalistik semakin menyenangkan dan dapat dieksplorasi lebih dalam lagi.

Company Visit Kompas 2017 ini diikuti oleh 40 peserta dari UMN, dan universitas di luar UMN yaitu, Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR), Universitas Tama Jagakarsa, Universitas Esa Unggul, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Universitas Surya, dan Universitas Prasetiya Mulya.

Perjalanan memakan waktu satu jam empat puluh menit, sebelum akhirnya seluruh peserta dan panitia sampai di tempat tujuan. Dengan cepat peserta bergegas menuju pintu masuk dan panitia pun melakukan registrasi ulang. Setelah itu, rombongan menuju ruang diklat di lantai lima dan acara pun dimulai. Briefing diberikan oleh pembawa acara, beberapa peraturan main diinstruksikan kepada para peserta supaya kunjungan ini dapat berjalan dengan baik.

Peserta tengah berdiskusi tentang cara kerja wartawan bersama Budi Suwarna di ruang redaksi.

Kunjungan pertama kali dilakukan ke ruang redaksi Harian Kompas, tempat konten-konten berita diolah sebelum masuk dalam proses percetakan. Budi Suwarna, selaku Kepala Desk Kompas Muda menemani dan menuntun peserta dalam kunjungan ke ruang redaksi kali ini. Budi atau yang kerap disapa Mas BSW menjelaskan apa yang biasanya dilakukan di dalam ruang redaksi, interaksi juga tak lupa dilakukan dalam bentuk tanya-jawab.

Para peserta sedang melihat koran terbitan pertama Kompas tahun 1965 di Perpustakaan Kompas

Selepas dari ruang redaksi, peserta dialihkan ke Litbang Kompas, pusat penelitian dan pengembangan Kompas di mana kita dapat mengakses Harian Kompas dari tahun 1965 (koran pertama) sampai sekarang dalam bentuk digital. Masih di lantai yang sama dengan Litbang Kompas, perpustakaan atau Pusat Informasi Kompas juga menunggu untuk segera dieksplorasi. Di dalam sana, terdapat berbagai macam buku dari segala bidang, dan juga arsip-arsip milik Kompas.

Semua peserta kembali ke ruang diklat untuk Sharing Session yang akan dibawakan oleh Budi Suwarna. Ia berbagi pengetahuan tentang media dan jurnalis dari masa ke masa. Penjelasan singkat darinya memberikan pesan unik tersendiri.

“Sekarang medium sudah banyak, ada sosial media dan lain-lain. Tetapi jika kita ingin berkata bahwa produk kita adalah produk Jurnalistik, tetap harus ada nilai informasi yang diberikan. Jangan sampai menjadi serupa dengan situs abal-abal di luar sana,” jelas Budi.

Penyerahan plakat dari UMN oleh Patricia Felita (ketua acara) kepada Budi Suwarna

Budi memberikan sebuah kutipan singkat yang sangat penting yaitu “Content is the king, medium is the message,” yang berarti konten dari sebuah berita adalah hal terpenting dalam dunia jurnalistik. Acara sharing ditutup dengan penyerahan plakat oleh Patricia Felita selaku ketua acara Company Visit ini.

Selanjutnya, semua peserta diajak untuk menyantap makan malam. Setelah makan malam, masih di ruangan yang sama, para peserta kembali melanjutkan rangkaian kegiatan. Public Relations Kompas Corner membukanya dengan perkenalan tentang Kompas Corner UMN. Mulai dari lokasi, kepengurusan, acara-acara yang sudah dan yang akan segera diselenggarakan, serta informasi tentang sosial media resmi Kompas Corner. Lalu dilanjutkan oleh presentasi Juanda Eka Setiawan selaku Customer Relation Manager Kompas. Juanda memberikan informasi tentang Harian Kompas, terutama soal Kompas.id di mana kita dapat mengakses e-paper Harian Kompas dengan mudah.

Acara puncak dari Company Visit Kompas 2017 adalah printing tour untuk melihat proses percetakan Harian Kompas dari desain layout hingga siap jual. Selepas diskusi di ruang diklat, para peserta diajak turun ke lantai 1A untuk bertemu dengan Staf Marketing Percetakan Kompas Gramedia, Agus Hartono.

Agus memberikan technical briefing kepada para peserta dan panitia perihal apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa saja peraturan yang berlaku sebelum masuk ke dalam bagian percetakan. Pengetahuan tentang Percetakan Kompas Gramedia juga tak lupa diberikan olehnya. Percetakan Kompas telah dimulai sejak tahun 1972 dan terus berkembang sampai pada tahun 2009 saat Gramedia Printing Group dapat menjual jasa percetakannya ke negara-negara di Timur Tengah dan juga Australia.

Printing Tour yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta akhirnya telah tiba. Semua peserta dapat melihat segala proses percetakan Harian Kompas. Bukan hanya Harian Kompas, Printing Group juga melakukan percetakan untuk Majalah Bobo, Majalah Cek&Ricek, bahkan brosur untuk Alfamart dan Giant. Secara garis besar, proses percetakan dimulai dari perancangan dan pembuatan plat yang nantinya akan digunakan untuk mencetak, selanjutnya dilakukan persiapan kertas sebagai medium. Dan yang terakhir, setelah hasil cetakan sudah melewati semua proses, pekerja akan mengecek hasil cetakan tersebut untuk memastikan tidak ada kesalahan dan kecacatan di dalamnya.

Waktu menuntun ke penghujung acara, peserta kembali ke lantai 1A untuk bersiap-siap pulang. Sebelum beranjak meninggalkan Gedung Kompas Gramedia, panitia memberikan informasi kepada peserta tentang pembagian sertifikat dan Kompas Gramedia Value Card (KGVC). Rangkaian acara paling akhir ini berlangsung teratur dan peserta pun diarahkan kembali untuk segera memulai perjalanan pulang.

Penulis: Edwin
Editor: Patricia Felita
Foto: Dokumentasi Kompas Corner