Chitra Subiyakto: Kenalkan Karya Melalui Film

53
1468

Keindahan sebuah film tidak lepas dari apa yang dikenakan atau ditampilkan oleh para pemerannya. Siapa yang tidak tau film Ada Apa Dengan Cinta? Film bergenre drama ini selalu memikat hati para penontonnya. Pakaian yang mereka gunakan, gaya yang mereka tampilkan selalu menjadi sorotan bahkan menjadi trendsetter untuk sebagian orang.

Penata kostum (costume stylish) mempunyai peranan penting untuk menciptakan kesan dan menggambarkan situasi nyata yang terjadi dalam sebuah film. Chitra Subiyakto, costume stylish di film layar lebar ini harus memikirkan apa yang akan dikenakan oleh para pemain karena mengingat waktu sudah berlalu selama 14 tahun sejak AADC 1 dirilis. Empat belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk memunculkan perubahan bahkan dari segi kostum sekalipun. Kostum yang dikenakan harus mengikuti karakter dari setiap pemain. Mempelajari karakter dari setiap pemain itu sangat penting karena itu menentukan bagaimana cara mereka berpakainan nanti.

Beberapa film sudah ditaklukkan oleh Chitra, salah satunya adalah film Laskar Pelangi dan Pendekar Tongkat Emas. Lalu bagaimana Chitra Subiyakto yang dipercaya untuk menentukan keindahan fashion di AADC 2? Kompas MuDA mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Chitra di sela-sela Gala Premier AADC 2 di Greenhost Boutique Hotel Prawoirotama, Yogyakarta, Sabtu (23/4). Berikut rangkumannya.

Bagaimana awal mula tertarik untuk terjun ke dunia fashion stylish?

Tahun awal 2000 diajak Sarah Sechan untuk bergabung di majalah remaja baru, yaitu CosmoGIRL. Karena waktu itu dandananku dianggap cukup nyentrik. Kemudian diajak oleh Taba Sanchabachtiar bikin video klip, dan Rizal Mantovani untuk film.

Tantangan menjadi seorang fashion stylish itu seperti apa?

Dulunya saya gak punya background fashion sama sekali. Saya dulunya pengen sekolah art tapi bapak saya bilang kalo jadi seniman itu gak ada duitnya. Saya dulu sekolah ekonomi jurusan manajemen keuangan perbankan. Intinya orang tua itu cuma takut anaknya nggak bisa makan. Sekolah apapun itu bagus kok, yang penting kita jalani dengan fokus dan niat mau belajar. Intinya sekolah apapun itu nggak papa, akhirnya walaupun kita ngambil kerjaannya beda. Kita mau belajar dan gak males.

Apa dasar dari pemilihan kostum dalam film AADC? Apakah disesuaikan dengan karakter yang ingin dibangun atau seperti apa?

Untuk kostum disesuaikan dengan jaman sekarang, disesuaikan juga dengan permintaan sutradara dan lokasi untuk syuting. Pakaian yang mereka gunakan juga ditentuin dengan tema yang ada. Belajar semua karakter dari setiap pemain itu yang paling penting, karena kita bisa mengangkat kelebihan mereka dan juga bisa menutupi kelemahannya.

Film Ada Apa dengan Cinta 2 Arsip Miles Film 07-11-2015
Arsip Miles Film

Apa yang membuat Anda akhirnya mau untuk trurut terlibat dalam pembuatan film AADC2 ini?

Jadi udah beberapa tahun terakhir ini saya selalu ngerjain film Miles Production, kita udah satu sinergi udah beberapa kali kerja bareng, jadi kayanya pemikiran kita sama. Sutradara itu pr- nya banyak banget, jadi kalo dia harus mikirin bajunya dan semuanya sendiri itu repot banget, dia udah percaya dan nyerahin semuanya ke aku, karena aku tau dia pasti suka.

Inspirasinya dapet darimana?

Belajarnya sih sebenernya darimana-mana. Kalo mau jadi fashion stylish atau consul designer itu paling bagus belajar di media, majalah atau apapun. Karena di majalah kita belajar semua hal misalnya me-layout, harus bisa nulis, harus tau lightingnya kaya gimana. Jadi kita belajar semuanya itu dari media.

Film Ada Apa dengan Cinta 2 Arsip Miles Film 07-11-2015
Arsip Miles Film

Harapan atau keinginan yang ingin diraih?

Aku mau terus berkarya, karya di kain. Ingin memperkenalkan bahwa kain Indonesia itu bisa simple nggak harus ribet, bisa nyaman. Kita ke India semua orang masih pakai baju kebudayaannya dipake nyapu jalan. Sedangkan kita emang gak pernah diajarin buat mencintai kebudayaan kita. Kita gak pernah diajarin buat mencintai ajaran dan budaya kita sendiri. Kita selalu ngeliatnya luar negeri. Lingkungan yang buat kita kaya gini. Aku lebih mengapresiasi pekerjaan tangan sih. Sejauh mata memandang Indonesia pasti bisa jadi lebih baik.

Menurut Anda, cinta itu apa dan gimana?

Cinta itu sosok perempuan yang kita idolakan. Dia pinter, dia hidupnya sehari-hari juga sama kaya kita. Dia sosok perempuan Indonesia yang semua orang idam-idamkan, karena dari film yang pertama juga ditonjolkan sisi manusiawinya, dia juga nunjukin rasa kesel, nangis, seneng, ngambek. Menurut aku, cinta adalah kita.

Apa pesan Anda untuk para remaja mengenai cara berpakaian mereka?

Jangan lupakan budaya kita, karena itu yang bikin kita jadi kuat. Intinya harus percaya diri dengan apa yang kita gunakan, dan yang terpenting kita harus nyaman.

DSC06965-2
Chitra Subiyakto. Foto: Enos Aditya/Volunter MuDA

(Tesalonika/ Volunter MuDA)