The Huntsman Petarung Negeri Es

0
919

Dongeng Putri Salju yang ajek dan mendunia, di tangan para sineas dapat beranak-pinak kisahnya. Dalam The Huntsman: Winter’s War, misalnya, kisah melebar pada si petarung bukan lagi berpusat pada Putri Salju dan pangeran ganteng. Tentu saja, dengan tambahan bumbu teknologi efek visual.

The Huntsman: Winter’s War, merupakan prequel dari film Snow White and the Huntsman (2012). Snow White yang digarap sutradara Rupert Sanders mengadaptasi dongeng klasik Jerman awal abad ke-19 karya Grimms bersaudara. Namun, sutradara Sanders dan Kristen Stewart (pemeran Snow White) yang sempat terlibat skandal perselingkuhan tidak muncul dalam The Huntsman.

Sebagai gantinya, Cendric Nicolas-Troyan yang merupakan penyelia efek visual pada film pertama, Snow White, menyutradarai The Huntsman. Film Snow White sempat menjadi nomine Oscar untuk kategori efek visual dan kostum pada 2013. The Huntsman sekaligus menjadi debut film cerita Nicolas-Troyan yang asal Perancis.

Kisah berpusat pada Eric, si petarung (Chris Hemsworth) yang pada film pertama ditugaskan ratu jahat untuk membunuh Putri Salju, tetapi kemudian berbalik menolong putri itu. Latar belakang kemunculan para petarung (Huntsman), salah satunya Eric, diungkap.

Pasukan petarung itu diciptakan Freya (Emily Blunt), penyihir yang juga adik dari Ravenna (Charlize Theron), ratu kejam yang pernah berupaya membunuh Putri Salju. Freya yang terluka hatinya dan tak percaya akan cinta menaklukkan berbagai wilayah untuk membangun kerajaan. Dia menciptakan pasukan yang dilatih sejak kanak-kanak.

Awal film merupakan kilas balik penyebab kekejaman Freya, pemberontakan Eric, serta perpisahan Eric dengan Sara (Jessica Chastain), istrinya yang juga seorang petarung.

Cerita kemudian mulai bergerak maju dengan datangnya pangeran William (Sam Claflin) untuk meminta bantuan Eric. Cermin ajaib yang bisa berkata-kata mulai membuat masalah sehingga ingin dikirim ke tempat pembuangan. Namun, pasukan yang ditugaskan membuang cermin itu tidak pernah kembali.

Eric mendapat tugas untuk mencari cermin itu dan membawanya ke tempat pembuangan. Petualangan lantas dimulai Eric dengan ditemani dua orang katai.

The Huntsman: Winter's War  IMDB/Universal Pictures
The Huntsman: Winter’s War
IMDB/Universal Pictures

Tak terlalu gelap

The Huntsman: Winter’s War tidak segelap, sesuram, dan sedingin film pertamanya, Snow White, yang begitu kuat nuansa gotik. Film pertama itu jelas bukan kisah dongeng anak-anak yang manis dan romantis.

Pada The Huntsman masih terdapat suasana gelap demi menghadirkan dunia yang serupa pada kedua film itu. Tokoh sentral perempuan, para ratu penyihir pun masih digambarkan sebagai sosok kuat, berkuasa, dan otoriter. Namun, bumbu humor di sana-sini cukup menghibur dan menghalau gelap.

Seperti dapat ditebak, efek visual yang indah dan puitis tetap merupakan kekuatan. Dominan warna emas dan putih tampaknya menjadi tema visual yang hadir di sepanjang film. Kerajaan es, efek sihir para ratu, dan makhluk-makhluk hutan dongeng yang ganjil pun memuaskan imajinasi. Begitu pula dalam hal kostum, menawan.


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 April 2016, di halaman 22 dengan judul “The Huntsman Petarung Negeri Es”