Makrab Kompas Corner, Satukan Hati dan Pikiran Anggotanya

0
2822

SERPONG — Sinergi ialah kunci utama yang mampu meningkatkan kinerja suatu organisasi. Berkat sinergi, visi-misi organisasi bisa terealisasi dengan baik. Untuk menghadirkan kata “sinergi” ke dalam organisasi, tentunya semua anggota organisasi perlu mengenal satu sama lain secara lebih mendalam terlebih dahulu. Sementara itu, pengenalan jati diri antar anggota merupakan sebuah proses yang membutuhkan waktu tak singkat. Oleh karena itu, Kompas Corner mengadakan malam keakraban selama 2 hari 1 malam, yang dimulai pada Senin(25/1) di Wisma Kompas Gramedia, Cipanas. Malam keakraban ini dihadiri oleh generasi kedua, generasi ketiga anggota Kompas Corner, dan perwakilan dari bagian kemahasiswaan UMN, mas Aryo.

Dalam pembukaan acara malam keakraban ini, Hans  selaku Ketua Kompas Corner turut menyampaikan apa yang menjadi inti dari malam keakraban. “Makrab ini dimaksudkan untuk memperkuat ikatan alias bounding antara generasi kedua dengan generasi ketiga Kompas Corner”, ujar Hans.

Selain Hans, Stefanie Yasadipura selaku Ketua Panitia Makrab Kompas Corner 2016 juga menuturkan apa yang menjadi harapannya dengan berlangsungnya acara ini. “Malam keakraban tak hanya menghibur para pesertanya. Diharapkan dengan adanya makrab ini, para peserta juga bisa memaknai apa yang menjadi inti daripada sebuah malam keakraban”, tutur Stefanie.

Perwakilan dari kemahasiswaan UMN, mas Aryo juga mengingatkan semua anggota Kompas Corner apa itu makna dibalik malam keakraban. “Jadikan malam keakraban ini bukan sekedar acara biasa pada umumnya, namun jadikanlah ini sebagai refleksi untuk diri kalian. Disamping bisa mendekatkan keakraban antar anggota organisasi, makrab juga berperan penting untuk mendewasakan para pesertanya”, ujar mas Aryo. Selain itu, mas Aryo mengatakan bahwa usia Kompas Corner yang masih sangat muda harusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh semua anggota Kompas Corner untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Setelah menuturkan semua apa yang bisa dipetik dari malam keakraban, maka acara makrab resmi berlangsung.

Adapun sesi pertama dari makrab ini ialah games. Meskipun games hanya diikuti oleh 19 orang peserta, namun hal tersebut nyatanya tak menyurutkan semangat dan antusias semua anggota Kompas Corner untuk berpartisipasi di dalam games. Games yang diadakan tak hanya menghibur semua peserta, namun juga memberikan nilai-nilai moral seperti yang dikandung didalam nilai 5C milik Kompas Gramedia. Melalui games ini, semua anggota Kompas Corner diharapkan mampu memupuk nilai caring, credible, competent, dan competitive, serta memupuk nilai keadilan dan toleransi yang tinggi.

Sesi berikutnya, yakni sesi api unggun dan sharing dilakukan setelah rangkaian games berakhir. Dalam sesi ini, anggota Kompas Corner generasi kedua menyatakan keluhan dan pengalaman mereka pada saat mereka menjadi volunteer Kompas Corner. “Saat menjadi volunteer Kompas Corner generasi kedua, suasana keakraban itu nyaris belum terjalin. Hal itu dikarenakan waktu yang sangat singkat bagi semua anggota untuk saling bertemu dan tidak adanya waktu khusus untuk saling berbagi (sharing) satu sama lain”, tutur Stefanie. “Saat itu, komunikasi antar anggota pun masih belum terjalin dengan baik. Hal ini bisa dilihat pada sulitnya pergantian penjaga ruangan Kompas Corner”, tambah Hendrik. Hendrik sendiri juga mengungkapkan bahwa saat generasi kedua, belum banyak anggota Kompas Corner yang terlibat aktif dalam mempersiapkan kegiatan yang ada.

Tak hanya generasi kedua, generasi ketiga dari Kompas Corner juga ikut menyampaikan pengalaman dan apa yang mereka rasakan saat menjalani kewajiban mereka di Kompas Corner. “Kompas Corner merupakan organisasi yang eksklusif, karena organisasi ini hanya ada satu di daerah Tangerang. Oleh karena itu, kita harus bangga akan hal itu”, ujar Michael Budiharjo. Hans juga menuturkan bahwa Kompas Corner yang sekarang harusnya mampu menjalankan program kerja dengan lebih baik lagi. Hal ini dikarenakan jumlah anggota generasi ketiga lebih banyak dibandingkan dengan generasi sebelumnya, dan adanya pembagian jobdesk yang jelas di setiap divisi yang ada.

Seusai sesi sharing, selanjutnya mas Aryo memimpin sesi refleksi diri bagi semua anggota Kompas Corner. Masing-masing anggota Kompas Corner diminta untuk merenung, dan mengulas kembali alasan bergabung ke dalam Kompas Corner. Kemudian, Hans menyatakan apa yang menjadi harapannya secara pribadi kepada semua anggota Kompas Corner. “Program Kerja Kompas Corner tidaklah berasal dari satu atau beberapa orang saja, namun program kerja tersebut berasal dari ide kita semua. Oleh karena itu, kita perlu fokus dalam menjalankannya”, ujar Hans. Hans berharap bahwa semua anggota Kompas Corner generasi ketiga mampu fokus terhadap program kerjanya, meskipun ada sebagian dari anggota Kompas Corner terlibat aktif di dalam organisasi lainnya.

Sesi terakhir dari malam pertama makrab ialah penerbangan lentera yang dilakukan oleh masing-masing divisi. Masing-masing divisi Kompas Corner menuliskan apa yang menjadi harapannya untuk ke depan di lentera tersebut, lalu menerbangkannya bersama-sama.