Sebagian aktivitas yang terekam dalam kantor setipe.com di Jakarta, Senin (12/1). Kompas/Ingki Rinaldi (INK) 12-01-2015

Biro Jodoh Daring: Menangkal Pencari Cinta Sesaat

0
2397
PASANGAN hidup merupakan kebutuhan manusia. Namun, tak semua orang mudah mendapatkannya. Niat kuat membangun rumah tangga, usia matang, dan kecukupan ekonomi ternyata tak selalu memudahkan seseorang menemukan belahan jiwanya.Nuzuluddin Budi Wahono, atau akrab disapa Ade, dan Vera Roro Matahari melenggang santai di salah satu mal di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Sabtu (10/1). Pasangan yang baru menikah itu terlihat mesra.Mereka berkenalan pertama kali Juni 2014 melalui mak comblang dunia maya, Setipe.com. Biro jodoh daring itu memiliki fitur mencocokkan seseorang berdasarkan kepribadiannya. Ade dan Vera punya kecocokan 83 persen.

”Ini adalah situs online dating pertama di Indonesia yang menggabungkan psikologi dan algoritma bahasa pemrograman untuk mencari kecocokan pasangan,” kata Razi Thalib, salah satu pendiri Setipe.com.

Sistem pencocokan kepribadian itu membuat tak semua orang bebas mencari calon pasangan yang dia sukai seperti di situs biro jodoh umumnya. Hanya mereka dengan persentase kecocokan tinggi yang akan dihubungkan.

Pencocokan itu sekaligus penyaring. Hanya mereka yang serius membina hubungan sehat yang berpeluang dapat pasangan. Pembatasan melihat profil anggota juga memperkecil peluang seseorang yang hanya ingin mencari kawan, apalagi mencari cinta sesaat.

Setelah pencocokan itu, Ade dan Vera berkirim pesan melalui akun mereka. Kontak berlanjut obrolan berbasis teks (chatting) di fitur di Setipe.com dan saling menelepon. Setelah bertukar foto, mereka sepakat bertemu muka.

”Kopi darat” pertama terjadi sebulan setelah dikenalkan Setipe.com. Ade pun melamar Vera melalui WhatsApp pada pertengahan September dan berlanjut dengan lamaran keluarga pada November. Pernikahan berlangsung 10 Januari lalu.

Hanya butuh enam bulan bagi pasangan itu untuk memantapkan hubungan mereka dari berkenalan hingga menikah. ”Benar-benar sulit dipercaya,” kata Ade yang juga takjub dengan caranya menemukan jodoh. Terlebih, ia sebelumnya tak memercayai manfaat biro jodoh.

PencocokanPencocokan dua orang dalam Setipe.com dilakukan berdasarkan data diri, preferensi pasangan, dan analisis kepribadian. Kepribadian seseorang diketahui berdasarkan jawaban atas lebih dari 100 pertanyaan yang mereka pilih saat mendaftar sebagai anggota. Mirip tes psikologi.

Di setiap kelompok pertanyaan kepribadian, sistem memberi penjelasan mengenai kepribadian orang itu. ”Pertanyaan yang diajukan untuk mendapat parameter psikologis penentu kepuasan hubungan seseorang,” ujar Pingkan CB Rumondor, psikolog yang menggawangi Setipe.com sekaligus dosen Universitas Bina Nusantara, Jakarta, yang fokus penelitiannya pada hubungan romantis pranikah.

Parameter kepribadian yang digali mencakup aspek extraversion (ekspresi emosional), agreeableness (perilaku pro sosial), conscientiousness (kesadaran pada detail), neuroticism (ketakstabilan emosi), dan openness (minat yang luas).

Data yang diperoleh diberi skor tertentu. Nilai yang dimiliki tiap individu selanjutnya dicocokkan dengan anggota lain. Hanya anggota dengan nilai kecocokan di atas 70 persen yang akan dihubungkan.

Kondisi itu memungkinkan seorang anggota punya kecocokan dengan lebih dari satu anggota lain. Namun, siapa yang akan dikontak diserahkan kepada anggota masing-masing.

Menurut Pingkan, pencocokan tak selalu mempertemukan orang dengan karakter setipe. ”Mereka yang punya kemiripan sifat akan lebih mudah memulai hubungan. Tetapi, untuk hubungan jangka panjang, karakter pasangan yang berlawanan justru lebih baik karena saling menyeimbangkan,” katanya.

Sistem pencocokan unik itu digagas Razi. Ia terinspirasi banyaknya orang sukses dari keluarga harmonis. Itu bermula dari pasangan yang sesuai.

Sisi kelemahan Meski demikian, biro jodoh daring punya banyak kelemahan. Jeremy Nicholson dalam Pros and Cons of Online Dating di Psychologytoday.com, 30 April 2014, menyebut, banyaknya pilihan calon pasangan yang ditawarkan bisa membingungkan. Peserta biro jodoh tanpa tujuan jelas bisa terjebak mencari pasangan sempurna daripada memulai hubungan yang nyaman.

Interaksi lewat internet memang menawarkan keluasan akses dan kenyamanan, tetapi tak bisa memberi informasi selengkap komunikasi tatap muka langsung. Emosi dan bahasa tubuh seseorang sulit dilihat walau ada percakapan via video.

Pencocokan memang membantu seseorang menentukan pilihan. Sejatinya, pencocokan adalah proses rumit karena proses uji bisa jadi tak cocok untuk semua orang dan kepribadian seseorang bisa berubah seiring waktu. Pencocokan sebenarnya terjadi sesudah mereka yang dicocokkan bertemu langsung.

Kompas/