Tips Bagi Penunda Waktu Tidur

0
1405

Suka banget nunda waktu tidur yang berakibat susah banget bangun pagi? Hmm.. tenang, banyak yang begitu kok. Eits.. tunggu dulu. Bukan berarti ada banyak yang begitu lantas itu bagus loh buat kesehatan. Karena efek kurang tidur bisa berpengaruh pada aspek kognitif dan juga konatif. Kamu jadi sulit konsentrasi dan juga jadi mudah emosi.

Jadi, gimana donk nih menyiasati kurang tidurmu itu karena doyan banget nunda? Hal itu ternyata butuh banget kesediaan, komitmen kuat dan juga pola kebiasaan yang baik.

Pada Juni 2014, Utrecht University dari Belanda memublikasikan hasil riset yang dilakukan terhadap 177 partisipan yang hobi “Menunda Tidur” (bedtime procrastination). Apaan tuh ya? Artinya individu yang tidak langsung segera tidur sesuai waktu yang dikehendaki sementara tidak ada situasi atau gangguan eksternal yang menghalangi hal tersebut. Sebanyak 30 persen sampel melaporkan bahwa mereka tidur enam jam atau kurang pada hari kerja. Sementara menurut National Sleep Foundation, rata-rata waktu tidur yang disarankan untuk dewasa muda adalah antara tujuh hingga sembilan jam.

“Sebagian masalah adalah kita terlalu asik bergulat pada kegiatan yang dilakukan pada siang hari karena hal-hal yang kita lakukan terkadang menimbulkan adiksi”, ujar Psikolog New York Janet K. Kennedy yang juga menyediakan jasa konsultasi perbaikan waktu tidur serta cognitive-behavioural therapy untuk gangguan tidur.

Inventori Kegiatan

Pahami gangguan yang menyebabkan kamu susah tidur. Coba lihat apa yang sedang kamu lakukan daripada berpikir alasan kamu melakukan hal tersebut menjelang tidur. Kalo kamu secara konstan berasa seperti dikejar-kejar oleh aktivitasmu menjelang tidur, coba kebiasaan tersebut diperbaiki. Misalnya: kamu hobi bayar tagihan atau membersihkan rumah atau area kamar menjelang tidur, coba kegiatan tersebut dijadwalkan pada waktu spesifik di hari tertenu yang tidak mendekati waktu tidur.

Cari Waktu Tidurmu yang Tepat

Pola tidur yang kacau (random) tidak selalu merupakan hal terbaik. Masalah terkait waktu tidur yang terlalu larut dan waktu tidur yang kurang. Namun memang, tidur terlalu dini juga ada potensi susah tertidur. Jadi gimana? Nah, coba deh observasi variasi waktu tidurmu. Apa kamu sudah terbiasa tidur kurang dari enam jam atau malah justru sebenarnya butuh delapan jam untuk bisa beraktivitas dengan prima. Apakah kamu bangun jam 5 a.m untuk ke gym? Apa kamu kerja atau aktif di siang hari yang memungkinkan kamu bangun di jam 8 a.m? Telaah situasi dan kebutuhanmu untuk menentukan pola tidur terbaikmu.

Gak Perlu Menentukan Waktu Tidur Spesifik

Namun, buatlah “bedtime window” sekitar satu jam atau kurang menjelang tidur, sehingga kamu tidak perlu merasa tertekan terhadap hal-hal yang tidak penting. Menurut Kennedy, tidak ada hal dirugikan apabila waktu tidurmu tidak selalu tepat, bahkan mengejar waktu tidur yang selalu sama setiap hari bisa berujung pada insomnia.

Batasi Dirimu dengan Teknologi

Baik itu nonton televisi, cek media sosial, kepo-in status temen kamu, teknologi bisa menjadi kontributor terbesar kamu melakukan penundaan tidur. Tidak mengherankan bahwa studi yang dilakukan di Norwegia pada Februari 2015 menemukan korelasi signifikan antara peranti elektronik dengan kekurangan tidur pada remaja. Utrecht University juga menambahkan bahwa individu yang tidak pandai mendisiplinkan diri kemungkinan besar menunda waktu tidur. Segera tentukan limit waktu bermainmu dengan gadget yah!

Tetapkan Ritual Tidur

Carilah ritual yang membuat kamu lebih relaks menjelang tidur. Daripada memilih untuk memainkan gadget, patut dicoba kegiatan seperti mengonsumsi minuman hangat, mandi, membaca, menulis diari harian, atau sesederhana mendengarkan musik yang menenangkan. Penting juga bagi kita untuk mengatur lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ritual tersebut hingga waktu tidur. Jangan malah kebablasan!

Terapkan Pikiran Positif

Tidur tidak selalu obat terbaik agar kita tetap berasa fit keesokan harinya. Hari pun perlu ditutup dengan pemikiran yang positif dan tenang menjelang tidur. Kekhawatiran berlebihan sebagai buah respon dari pemikiran negatif seperti “Saya merasa hal burukakan terjadi besok” atau “Ahh pasti hasilnya parah deh, jelek banget nanti..” malah akan mengganggu tidurmu serta membuat masalah justru jadi jauh lebih buruk.

 

Selamat tidur nyenyak guys!

 

Sumber : fastcompany.com