Keseruan Festival Musik Jadi Obat Penghilang Stres ala Pecinta Musik

0
164

Menghabiskan tiga hari secara berturut-turut untuk sebuah musik festival membuahkan memori yang tiap kali diingat kembali membuncahkan rasa bahagia. Bukan hanya karena penampilan para musisi yang berhasil mengguncang panggung, tetapi juga karena keseruan bersama teman-teman atau bahkan penonton lain yang tidak akan bisa dilupakan dengan mudah– apalagi jika datang dengan tujuan melepas penat seperti Raihan (24) lakukan di Synchronize Festival 2023, Gambir Expo Kemayoran, pada Jumat (1/9/2023) dengan pakaiannya yang seperti baru pulang kerja.

“Ya, nonton konser sebagai penghilang stres aja sih, apalagi di hari pertama Synchronize Fest ini ada Project Pop, itu asik banget untuk joget sambil ngelupain masalah kerjaan hahaha,” ucap Raihan (24) sambil tertawa, saat diwawancarai pada Jumat (1/9/2023) sore.

Warga wargi Synchronize Festival 2023 sedang asyik bergoyang, Minggu (3/9/2023) malam. Foto: Abiyu Bayuaji

Menurutnya, menonton konser adalah sebuah cara untuk menghilangkan stres dalam dunia kerja. Musik-musik sederhana yang bisa membuat tubuh bergoyang adalah obat yang ampuh. Hal ini membuat kerap timbul perasaan hampa setelah menonton konser ataupun festival musik, yang mana sangatlah wajar. Perasaan ini sering juga disebut dengan post-concert depression. 

Keseruan panggung band Perunggu di Synchronize Festival 2023 membawa tim Kompas Muda bertemu dengan Lidya (23). Selama menonton, perempuan ini tampak menikmati pertunjukan dengan menggoyangkan badannya mengikuti irama dari instrumen. Lidya juga tampak hampir hafal banyak lagu dari band Perunggu ini, membuatnya sing along tanpa henti. “Aku memang jarang merekam video ketika sedang nonton. Aku lebih memilih untuk enjoy penampilannya benar-benar dan merasakan suasananya,” ucapnya. 

Warga wargi Synchronize Festival 2023 bernyanyi bersama, Minggu (3/9/2023) malam. Foto oleh: Abiyu Bayuaji

Walaupun begitu, Lidya juga tetap mengusahakan untuk merekam atau setidaknya mengambil foto di dalam lokasi acara sebagai kenang-kenangan yang akan dilihat. Dirinya pun mengaku bahwa seringkali merasa sedih setelah sebuah konser atau festival musik selesai. Untuk mengurangi perasaan itu, dia sering kembali melihat foto atau video yang dirinya ambil, atau bahkan yang orang lain abadikan dan di repost oleh artis tersebut melalui sosial media. Selain itu, Lidya juga mengaku bahwa cara lain yang ia lakukan adalah dengan menonton kembali penampilan artis tersebut di panggung lain hari, seperti yang ia lakukan di Synchronize Festival 2023. 

“Ini ketiga kalinya aku menonton Perunggu, ketagihan aku, jadi greget mau nonton lagi,” serunya semangat. 

Tim Kompas Muda juga bertemu dengan Erin (23) seselesainya panggung solois Indonesia, Tulus. Dirinya yang datang ke Synchronize Festival 2023 secara tiga hari penuh bersama kedua temannya, mengaku memang ingin melepas penat beberapa hari kebelakang. Erin pun mengaku bahwa sering merasa rindu akan atmosfer yang seru ketika menonton konser. Terutama karena ia dan kedua temannya sangat suka bergoyang dan menikmati alunan musik yang dimainkan. “Setiap datang ke acara festival musik gitu, kepikirannya bisa sampai seminggu lebih,” ucap Erin. 

Ketika ditanya perasaan setelah menonton konser atau festival musik, Erin menjawab, “Yang pasti kangen sih, bakal kangen banget. Apalagi setelah ramai tiga hari, tiba-tiba jadi sendiri lagi, sepi. Biasanya karena itu aku jadi merenung,” cerita Erin. Di Synchronize Festival 2023, Erin tidak hanya menikmati penampilan para musisi, tetapi juga keseruan-keseruan lain seperti karaoke. Ini yang membuat dirinya semakin yakin akan rindu berat dengan keseruan musik festival yang satu ini. 

Penonton Synchronize Festival 2023 sedang merekam musisi yang tampil di atas panggung, Minggu (3/9/2023) malam. Foto oleh: Justin Amudra P

Untuk menangani perasaan ini, Erin mengaku selalu berbagi kegundahannya ini bersama teman-teman yang menonton bersama. “Dibandingkan merenung sendiri, aku pilih untuk ngobrol dan cerita-cerita lagi. Nostalgia gitu, kadang sambil lihat video yang salah satu dari kita ambil juga,” ungkap Erin. 

Dalam keseruan festival musik, kita menemukan pelarian yang menyegarkan dari tekanan kehidupan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan oleh Raihan, Lidya, dan Erin, momen-momen ini membawa kebahagiaan yang mendalam dan kenangan yang tak tergantikan.

 

 

Penulis: 

–  Michael Yeremia, Volunteer untuk Synchronize Fest 2023, Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang

– Calandra Divina Djamil, Volunteer untuk Synchronize Fest 2023, Mahasiswa Universitas Malaya, Magangers Kompas Muda Batch XII

Fotografer:

– Justin Amudra Patmadiwiria, Volunteer untuk Synchronize Fest 2023, Mahasiswa Universitas Indonesia, Magangers Kompas Muda Batch XII 

– Abiyu Bayuaji, Volunteer untuk Synchronize Fest 2023, Mahasiswa Politeknik LP3I Jakarta