Bantu Kerja Memudahkan Pemagang Meraup Pengalaman

0
98

Bagi mahasiswa dan pelajar SMA, magang kerja menjadi salah satu cara untuk meraup banyak pengalaman. Sayangnya, informasi mengenai magang sulit didapatkan. Untuk itulah, Enrico Pitono dan Tari Sandjojo menggagas aplikasi Bantu Kerja untuk memudahkan pencarian lowongan magang kerja.

Di platform Bantu Kerja, setiap mitra industri yang membutuhkan tenaga magang, bisa mengunggah proyek-proyek magang yang kemudian di-bid oleh calon pemagang. Sebagai pemilik proyek, pemberi magang bisa memberi pembekalan berupa kisi-kisi serta tips dan trik tentang proyek tersebut.  Bantu Kerja berada di bawah naungan PT Matata Edu Inovasi.

“Selama enam belas tahun bekerja di bidang perbankan di Indonesia, ada satu hal yang selalu mengganggu pikiran saya terkait dengan kualitas pekerja magang di tempat saya bekerja. Mereka rata-rata tidak dilengkapi kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan,” kata Enrico, founder Matatacorp, holding company PT Matata Edu Inovasi.

Enrico menambahkan, pemagang  kurang memiliki soft skills seperti berinteraksi, berkomunikasi, sekaligus kemampuan menempatkan diri di tengah dunia kerja. Padahal di luar negeri seperti Inggris atau Sebagian besar Eropa, masalah itu sudah tidak ada lagi.

Tari Sandjojo, psikolog dan pendidik yang saat ini memimpin tim Matata Edu Inovasi. Foto : Arsip Pribadi

Hal itu diamini oleh Tari Sandjojo, psikolog dan pendidik yang saat ini memimpin tim Matata Edu Inovasi. Sekian puluh tahun berkecimpung di dunia pendidikan dengan spesialisasi sebagai learning designer, Tari menyebut, gap itu ada sebagai akibat dari ketidakluwesan kurikulum dalam merespon kebutuhan dari industri penyerap tenaga kerja.

“Yang saya alami dan pahami sebagai pendidik selama ini adalah siswa-siswa itu akan lebih senang dan terpacu untuk belajar jika diterjunkan langsung ke dalam situasi sebenarnya. Setelah itu barulah para pendidik bisa berperan membuat kurikulum demi mengisi kekurangan-kekurangan sesuai dengan permasalahan yang sedang dialami anak-anak didiknya itu,” terang Tari.

Dari pemikiran itulah, platform yang kemudian dinamakan Bantu Kerja dirancang, tepatnya mulai 2016. “Idenya adalah menjembatani kebutuhan industri dengan ekspektasi dari pemagang. Karena di situlah banyak terjadi gap,” tambah Tari.

Website Bantu Kerja

Bantu Kerja menjadi fasilitator komunikasi antara penyedia magang dan pemagang mengenai berbagai proyek magang yang ditawarkan di dalamnya. Sejak proses bidding dan selama proyek berjalan, pemberi proyek bisa mulai menilai dan memilah pemagang mana saja yang sesuai dengan kriteria mereka. Jika kemudian hasil akhirnya sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, besar kemungkinan si pemagang akan terpilih untuk dipakai lagi sekiranya ada proyek baru lainnya.

Semua proses dilakukan sepenuhnya secara daring. “Salah satu kebingungan yang selama ini saya lihat beredar di sisi industri mengenai permasalahan pegawai magang adalah perihal kapasitas ruang dan logistik lain yang bisa mereka sediakan. Di satu sisi mereka butuh pemagang, tapi di sisi lain mereka tak sanggup jika harus mengakomodir sekian banyak orang di satu waktu tertentu secara fisik,” cerita Rico.

Bagi para calon pemagang, selain kesempatan magang di berbagai jenis dan varian proyek, platform Bantu Kerja menawarkan pembekalan berbentuk modul-modul yang isinya bersifat komplementer terhadap apa yang sudah didapatkan di bangku sekolah.