Mengukir Sejarah Baru Melalui Orientasi Daring

0
470

Masa orientasi mahasiswa seringkali menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi mahasiswa baru. Masa orientasi tersebut merupakan awal dari rangkaian kegiatan penyesuaian  seorang ‘siswa’ beralih menjadi ‘mahasiswa’ dengan tujuan mengenal lebih dalam kehidupan kampus. 

Menjadi ‘mahasiswa’ dan ‘siswa’ memiliki perbedaan yang signifikan. Hal itu disampaikan oleh Christopher Leondra Widjaja, mahasiswa baru Universitas Multimedia Nusantara Jurusan Desain Komunikasi Visual angkatan 2020, “Perbedaan menjadi siswa dan mahasiswa menurut saya adalah  menjadi mahasiswa mengharuskan saya lebih bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Studi – studi yang saya pelajari menjadi lebih spesifik untuk membantu saya menjadi seorang profesional di kemudian hari,” kata Christopher pada Kamis (20/8/2020). 

Kala pandemi seperti ini, masa orientasi mahasiswa terpaksa dilaksanakan secara daring. Untuk mendukung keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) turut mengeluarkan panduan khusus untuk masa orientasi mahasiswa baru tahun 2020.

Salah satu perguruan tinggi yang melaksanakan masa orientasi secara daring adalah Universitas Multimedia Nusantara Tangerang, Banten yang mengadakan Orientasi Mahasiswa Baru 2020 (OMB 2020) pada 17 Agustus hingga 19 Agustus 2020. 

Mengambil tema Teguh Berpijak, Siap Berdampak’ merupakan tagline yang menjadi intisari dalam terselenggaranya OMB UMN 2020. Tagline tersebut didasari oleh konsep OMB UMN 2020 yaitu “Pribadi Berpendirian dan Berdampak pada Lingkungan”.

Meski dilakukan secara daring, orientasi mahasiswa baru memiliki tantangan sendiri  untuk panitia Orientasi Mahasiswa Baru. “Harus lebih teliti dan sabar dalam membina mahasiswa baru. Meskipun dilakukan secara daring, kami sebagai panitia harus tetap memberikan semangat dan menegakkan peraturan agar pesan  bisa tersampaikan” ujar salah satu panitia divisi Person In Charge (PIC) OMB Konten Prodi Desain Komunikasi Visual UMN 2020, Michele Louis. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Muti Retno Hasanatun yang menjadi Person In Charge (PIC) OMB Konten Prodi Ilmu Komunikasi UMN. Ia berkata,”Kendala utama dari kegiatan daring adalah sinyal. Perbedaan tempat masing-masing mahasiswa baru  membuat koneksi mereka sulit terhubung untuk bergabung dalam satu aplikasi daring.” 

Komunikasi secara daring merupakan hal baru yang membutuhkan proses. Pada awalnya, Muti sebagai pendamping kelompok 46, juga merasa canggung untuk berkomunikasi dengan mahasiswa baru. “Karena baru bertemu secara daring, buat aku pribadi cukup sulit untuk mencairkan suasana. Namun, pendekatan secara daring  bisa menjadi alternatif untuk semakin dekat dengan mereka,” jelas Muti 

Kendala ini tidak hanya dirasakan oleh Mahasiswa Baru di Universitas Multimedia Nusantara saja, Mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang melakukan masa orientasi secara daring juga mengeluhkan hal yang sama.

Pelaksanaan Orientasi Mahasiswa Universitas Bina Nusantara 2020, Sumber : DokPrib Audry Mayshianie

“Kesabaran saya juga diuji dalam menghadapi masalah teknis. Seperti, jaringan yang tidak stabil, koneksi internet yang lambat dan aplikasi daring yang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya komunikasi antar anggota kelompok jadi terhambat dan banyak tugas yang terbengkalai,” ujar Audry Mayshianie, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Marketing Communication, Universitas Bina Nusantara Jakarta. Beruntung, ia dan anggota kelompoknya saling bantu jika ada anggota yang mengalami kesulitan.

Universitas Bina Nusantara mengadakan masa orientasi mahasiswa yang bertajuk “First Year Program (FYP)” yang dimulai pada 3 Agustus hingga 13 September 2020. Meski berjalan lancar, kendala teknis itu membuat kami mempertanyakan keefektifan masa orientasi mahasiswa secara daring. 

“Menurutku pribadi kurang efektif karena jadi kurang semangat dan tidak se-seru ospek tatap muka. Kalau disuruh memilih aku lebih suka ospek tatap muka.” kata Ozora Cindy Oktavia yang menjadi mahasiswa baru jurusan ilmu komunikasi Universitas Bina Nusantara, Alam Sutera. Padahal ia sempat membayangkan euforia masa orientasi tatap muka.

Pendapat yang berbeda disampaikan oleh Katya Jocelyn, mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya angkatan 2020 saat diwawancarai pada Selasa (18/8/ 2020). “Menurutku lumayan efektif di situasi pandemi seperti ini, karena kami bisa lebih fokus pada tujuan utama dan lebih efektif waktu,” tutur Katya yang mengaku jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh. Menurut dia, tujuan orientasi adalah mengenalkan kehidupan kampus dan beradaptasi. Masa orientasi  daring sudah cukup memberi bayangan tentang kehidupan perkuliahan.

Terlepas dari efektif atau tidak efektif, mahasiswa baru tetap menghargai jerih payah dari panitia masa orientasi yang telah berhasil mewujudkan acara  masa orientasi daring. “Terimakasih untuk para panitia dan khususnya pembimbing kelompok yang sudah mengayomi kami semua selama masa orientasi secara daring ini, maafkan kami kalau banyak bertanya,” ucap Cindy Oktavia pada Rabu (19/8/2020). Ia berminat untuk menjadi panitia ospek. 

Pesan  dan kesan untuk sesama rekan kerjanya dalam kepanitiaan OMB UMN 2020,  juga disampaikan oleh Muti Retno. Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja nyata dalam mensukseskan acara, meskipun acara dilaksanakn secara daring.  

Ia berharap  dapat tetap memberikan hal positif dan menciptakan kesan yang mendalam setiap tahunnya. Kekurangan dan kendalanya semoga bisa menjadi salah satu pembelajaran untuk kedepannya.

Pandemi ini memang mengubah beberapa kegiatan rutin yang sudah direncanakan setiap tahunnya seperti orientasi mahasiswa. Namun, hal ini bukanlah menjadi sebuah penghalang untuk tetap melaksanakan kegiatan tahunan tersebut walau melalui daring. Segala cara akan dilakukan agar mahasiswa baru dapat merasakan masa orientasi mahasiswa. Untuk para mahasiswa angkatan 2020, jadikanlah masa orientasi kali ini menjadi sebuah kenangan yang akan diceritakan di kemudian hari. Selamat bergabung di dunia perkuliahan.

Penulis : Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara Tangerang // Adonia Bernike Anaya dan Alethea Pricila Sianturi

Editor : Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara Tangerang // Adonia Bernike Anaya

Foto : Dokumentasi OMB UMN 2020 dan Dokumentasi Pribadi Audry Mayshianie