“Hampers” Lebaran, Berkah di Balik Pandemi Virus Korona

0
201

Setelah sebulan penuh berpuasa, umat muslim merayakan Lebaran pada 24 Mei 2020 lalu. Lebaran tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun lainnya. Hal ini disebabkan karena kondisi Indonesia sedang mengalami pandemi Covid-19. Kondisi itu justru memberikan keuntungan bagi para penjual secara daring khususnya penjual makanan.

Banyak pelanggan yang memesan makanan tersebut untuk dijadikan hampers atau bingkisan yang dibagikan kepada orang terdekat mereka. Hal itu dilakukan karena masyarakat tidak disarankan untuk berkunjung ke rumah sanak saudara seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu diantara para penjual itu, Mariana Putri (27). Ia salah satu penjual platform toko daring yang merasakan dampak pandemi virus korona terhadap penjualannya. “Tahun ini memang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Soalnya di tahun ini orderan lebih banyak,” ucap Putri, pekan lalu saat ditanya dampak pandemi yang ia rasakan.

Melihat situasi tersebut, ia melakukan perhatian lebih terhadap kebersihan makanan yang akan ia jual. Oleh karena itu, ia menggunakan sarung tangan dan masker untuk menjaga makanan tetap higenis. Sembari memasak, para anggota keluarga yang lain membantu pekerjaan seperti melipat kotak hampers. Dalam sehari, mereka mendapat pesanan 50 buah hampers.

Proses pembuatan “hampers” dengan memperhatikan kebersihan

Kegiatan mulai dari memasak hingga melipat kotak hampers biasanya dilakukan malam sebelum  ia mengirimkan pesanan kepada para pelanggan. Saat ditanya alasan mengapa dilakukan di malam harinya, ia menjawab, “Iya. Ini untuk mempersingkat waktu jadi besoknya hanya dikirim ke pembeli.”

Keesokan harinya, penjual hanya perlu melakukan proses pengemasan yang higenis caranya dengan double box atau memasukan kotak ke dalam box mika sebelum dimasukan ke hard box hampers. Selanjutnya, penjual akan memasukan kotak hampers tersebut ke goodie bag yang mempermudah para pengemudi ojek daring membawa pesanan tersebut.

Hantaran Lebaran yang sudah siap dikirim ke pelanggan

Setelah memastikan semua pesanan sudah selesai, penjual akan mengirimkan makanan tersebut dengan bantuan aplikasi daring. Ada dua macam cara pengiriman yaitu dengan menggunakan mobil jika pesanan berjumlah lebih dari lima kotak ke alamat yang sama dan menggunakan motor jika pesanan hanya berjumlah satu atau lebih ke alamat yang berbeda.

Pengemudi ojek daring membawa pesanan “hampers” dengan berhati-hati

Kegiatan ini bukan hanya berdampak baik bagi penjual daring atau online melainkan juga membawa keuntungan bagi para pengemudi ojek tersebut. Hal itu disebabkan karena jasa pengiriman hampers menggunakan layanan pengantaran paket yang disediakan oleh aplikasi ojek online.

Di tengah larangan mengangkut penumpang, para pengemudi ojol bisa mengandalkan jasa antar barang dengan tarif yang lebih jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan mengangkut penumpang. 

Salah satu pengemudi ojek daring yang juga merasakan dampak kebijakan tersebut adalah Afif Saputra. Menurut dia, salah satu cara yang dapat ia lakukan dalam pekerjaannya sebagai ojek online adalah dengan mengambil order pengantaran paket. 

Penjual dan pengemudi ojol juga memastikan alamat penerima kiriman.

Keadaan itu akan terus terjadi setiap hari sampai Lebaran selesai karena pandemi  memang membuat kita tidak bisa keluar rumah dengan leluasa. Namun, masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga hubungan dengan baik kepada orang terdekat salah satunya adalah dengan memberikan hampers.

Tak selamanya, pandemi membawa dampak yang negatif, bagi para penjual online khususnya makanan. Pandemi virus korona kali ini justru membawa keuntungan untuk mereka. 

Penulis : Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara Tangerang // Alethea Pricila Sianturi

Editor : Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara Tangerang // Adonia Bernike Anaya

Foto : Kompas Corner Universitas Multimedia Nusantara Tangerang // Alethea Pricila Sianturi