Eksplorasi Desa Kita: Pendidikan Kontekstual Menuju Perubahan Perilaku

0
264

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 26 Januari hingga 1 Februari 2020 lalu mengadakan serangkaian kegiatan bernama Eksplorasi Desa Kita. Kegiatan selama tujuh hari itu dilakukan 48 mahasiswa FISIP UI yang melakukan pengabdian di Desa Wargajaya, kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Mereka menerapkan metode pembelajaran pendidikan kontekstual yang bertujuan agar anak-anak mudah memahami dan mengaitkan dengan potensi dan kehidupan sehari-hari.

Materi kegiatan yang diberikan meliputi pendidikan anti korupsi bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sosialisasi mengenai partisipasi politik di kalangan pemuda serta pelatihan kewirausahaan bagi para ibu di desa itu. Metode penyampaian materi dilakukan dengan pola pembelajaran yang nyaman dan interaktif. Sementara kepada para ibu, sambil bercengkerama, mereka mendapat pelatihan wirausaha.

“Kami melihat, pendidikan formal yang mengacu pada kurikulum pemerintah masih belum dapat menyasar permasalahan utama dari suatu wilayah. Dengan menawarkan pendidikan kontekstual kami berusaha melihat problematika dari suatu wilayah lalu menyelesaikannya” ujar Risang S. Piawan, Wakil Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI 2019. Semua kegiatan dirancang oleh Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI 2019.

Foto : Shasa Syarah

Program kegiatan Eksplorasi Desa Kita yang diadakan di desa Wargajaya tersebut mengusung tema ‘Bakti adati pacu potensi’ yang berarti berbakti sesuai adat dan memacu potensi yang ada. membawa tiga hal isu penting dalam proses pengembangan pola pikir anak-anak dan masyarakat desa terkait perilaku anti korupsi, kesadaran akan pentingnya partisipasi politik, serta pengembangan kewirausahaan.

“Berdasar hasil assesment atas warga desa Wargajaya kami kemudian menemukan tiga masalah yang mendasar yaitu korupsi, kewirausahaan, dan partisipasi politik, melalui program ini kami kemudian memberikan pendidikan anti korupsi, forum diskusi partisipasi poltik, Dan pelatihan kewirausahaan” jelas Zahra Arviani, Project Officer Eksplorasi Desa Kita.

Selain memiliki tiga program utama, pada kegiatan Eksplorasi Desa Kita juga membantu dua sekolah untuk merevitalisasi perpustakaan dengan memberikan buku-buku baru dan mengecat perpustakaan dengan gambar-gambar yang indah. Perpustakaan yang diperindah terdapat di Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Khoir dan Madrasah Tsanawiyah SA Mibdaussibyan. Kedua sekolah tersebut terletak tepat di desa Wargajaya.

Kendala pada saat melakukan program Eksplorasi Desa Kita adalah komunikasi yang sulit akibat jaringan telepon yang kurang baik. Kendala yang lain, perencanaan yang telah direncanakan bisa saja tiba-tiba berubah, namun seluruh kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mengesankan. Program itu memberi pengalaman dan wawasan baru dalam proses pengabdian Eksplorasi Desa Kita.

Rahma Maghfira Farid, mahasiswa FISIP Universitas Indonesia, dan Magangers Kompas Muda Harian Kompas