Investasi Sekaligus Berkontribusi Membangun Negeri, Mengapa Tidak?

0
450

Pernahkah kamu mendengar berita tentang investasi bodong di media massa? Dewasa ini, banyak pihak yang menawarkan produk investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat yang sangat menarikAkan tetapi, tidak menutup kemungkinan investasi tersebut adalah investasi bodong.

Fakta itu membuat kita harus berhati-hati dalam berinvestasi. Selain memperhitungkan keuntungan, kita juga harus mempertimbangkan resiko yang mungkin timbul. Sebenarnya investasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, baik itu investasi sektor riil maupun sektor non riil (investasi keuangan).

Agar sobat muda paham soal investasi, yuk kita bahas tentang investasi keuangan yang aman. Tidak hanya aman, investasi ini juga membuat kita turut serta berkontribusi membangun negeri.

Investasi apakah itu? Jawabannya adalah Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, Surat Berharga Negara (SBN) untuk investor ritel adalah produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai sumber pembiayaan APBN dan dijual kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI) melalui mitra distribusi (Midis).

Pemerintah senantiasa berusaha mengelola pembiayaan APBN dengan hati-hati (prudent) dan memastikan bahwa setiap pembiayaan digunakan untuk kegiatan produktif sehingga dapat dikatakan investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) untuk investor ritel aman dari risiko gagal bayar.

SBN ritel merupakan salah satu bentuk investasi yang banyak diminati khususnya kaum milenial karena aman, risiko sangat kecil, dijamin pemerintah, dan sekaligus dapat berkontribusi kepada negara. Produk investasi ini juga dapat memberikan kepastian imbalan hasil investasi dalam bentuk kupon yang dibayar setiap bulan. Kupon yang ditawarkan pun lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN. Menarik bukan?

Investasi murah

Produk investasi SBN juga dapat dikatakan investasi yang murah karena minimal pembelian adalah Rp1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Namun kekurangannya, produk ini hanya bisa dibeli pada saat masa penawaran dengan jadwal tertentu. SBN ritel terdiri dari dua jenis yaitu konvensional dan syariah. Untuk konvensional dikenal dengan Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Sedangkan jenis syariah adalah Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

Jenis Surat Berharga Negara yang pertama yaitu Obligasi Negara Ritel (ORI) yang bersifat tradable. Maksudnya dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik sehingga terdapat potensi capital gain/loss jika diperdagangkan dan sifat kupon yang tetap (fixed).

Kedua, Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah produk investasi yang dikelola  berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah NasionalMajelisUlama Indonesia (DSN-MUI). Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad Ijarah Asset to be Leased.

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) bersifat tradable, dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik sehingga terdapat potensi capital gain/loss jika diperdagangkan dan kupon imbalan Sukuk Ritel bersifat tetap (fixed) dan memiliki tenor tiga tahun.

Ketiga, Savings Bond Ritel (SBR) merupakan salah satu instrumen pembiayaan negara yang memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo.

Kupon Savings Bond Ritel (SBR) bersifat mengambang. Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 Day Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali, dan dengan kupon minimal (floating with floor) yang artinya tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo. Savings Bond Ritel (SBR) bersifat non tradable  atau tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Produk ini memiliki tenor selama 2 tahun.

Sukuk tabungan

Jenis investasi terakhir yaitu Sukuk Tabungan Negara. Sukuk Tabungan Negara sama dengan Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) yang mengusung produk investasi syariah.  Produk investasi ini memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo dan bersifat non tradable yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Kupon juga bersifat mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) yang dibayar tiap bulan. Sukuk Tabungan negara  memiliki tenor dua tahun.

Nah, sekarang pilihan ada ditanganmu. Pilih jenis investasi yang sesuai keinginan, dan menunggu jadwal penawarannya.  Pemerintah pada tahun 2020 akan menerbitkan 6 produk SBN ritel yaitu SBR009, SR-012, SBR010, ST007, ORI017 dan ST008.

Rencananya SBR009 akan ditawarkan  hingga 13 Februari 2020. Sedangkan SR-012 pada tanggal 24 Februari hingga 19 Maret 2020, SBR010 pada tanggal  23 Juni hingga 9 Juli 2020, ST007 pada tanggal 28 Agustus hingga 23 September 2020, ORI 017 pada tanggal 1 hingga 22 Oktober 2020 dan ST008 pada tanggal 26 Oktober hingga 10 November 2020.

Prosedur investasi Surat Berharga Negara juga sangat mudah. Pertama, lakukan proses pendaftaran calon investor melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi (Midis) dengan memasukan data diri. Setelah itu melakukan pemesanan produk investasi.

Langkah berikutnya, melakukan pembayaran dengan menggunakan kode pembayaran untuk penyetoran dana investasi melalui bank persepsi (kasir bank, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan. Terakhir, melakukan konfirmasi pembayaran. Calon investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi Surat Berharga Negara yang dipesan pada tanggal setelmen atau penerbitan.

Begitu sobat, simple kan. Investasi Surat Berharga Negara itu mudah, aman, terjangkau, menguntungkan sekaligus turut serta berpartisipasi membangun negeri

Favourisa Ramadhany, mahasiswa Diploma III Akuntasi Politeknik Keuangan Negara STAN