Berfantasi Di Awal Tahun Bersama “Abracadabra”

0
119

 

Di Indonesia, film bergenre komedi sudah banyak tetapi yang bernuansa komedi fantasi belum banyak. Film karya sutradara Faozan Rizal ini memiliki alur cerita yang penuh warna serta pola simetris yang membuat film ini memiliki ciri khas lain. Abracadabra memberikan warna baru di dunia perfilman Indonesia.

Tokoh utama dalam film itu memberikan pesan pada penonton tentang perjalanan hidup seorang yang mencari jati dirinya dengan bersulap dan bangkit ketika terjatuh. Kemauan seseorang untuk memecahkan permasalahan dalam hidupnya adalah kunci penting dari kehidupan. Kalau bisa sih, dalam kehidupan kita harus memiliki keputusan.

Paling tidak itulah nilai moral yang ingin disampaikan oleh sang sutradara. Semua itu disampaikan dengan cara yang santai dan mengundang tawa, lewat kisah film fantasi Abracadabra produksi Four Colour Films. Sebuah cerita dengan banyak persoalan seseorang, seperti mencari jati diri, tanggung jawab terhadap sebuah peristiwa, memecahkan misteri.

Reza Rahadian yang berperan sebagai Lukman dalam film Abracadabra saat hadir di premier film, di Jakarta, Rabu (8/1/2020). Foto: Yosi Raharjo

Lukman, diperankan Reza Rahardian, merupakan pesulap grandmaster yang sudah terkenal, banyak aksi-aksinya yang selalu memukau banyak masyarakat. Hingga pada satu titik Lukman mengalami frustasi serta tidak percaya akan dunia sulapnya lagi dan berencana ingin berhenti dari dunia sulap. Lukman tidak menyadari bahwa dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya memberikan jati dirinya sebagai pesulap.

Berawal dari pertunjukan yang sudah direncanakan oleh Lukman dengan kotak ajaibnya, objek yang menjadi bahan sulapnya menghilang dan tak kembali lagi. Objek tersebut adalah seorang anak laki-laki yang ditunjuknya untuk ikut bermain sulap bersamanya.

Kotak ajaib yang selama ini jadi andalannya tiba-tiba seperti tak mengikuti mantra yang dikeluarkan Lukman. Penonton heran dan mulai menduga kalau ini bukan sulap.

Kepala Pihak berwajib (Butet Kertaradjasa) mulai menelusuri penyebabnya. Ada yang menuduh Lukman sedang menculik atau memang sengaja melakukan trik ini. Lukman kemudian harus menghindar dari kekacauan yang tak pernah diharapkannya. Akhirnya Lukman memutuskan untuk memecahkan misteri yang ada di dalam kotak kayu miliknya. Kenapa anak kecil itu menghilang dan juga hal lainnya. Bisakah Lukman memecahkan misteri kotak kayu miliknya?

Film Abracadabra memberikan visual efek yang membuat kita berimajinasi saat menontonnya, pemakaian warna-warna cerah mendukung di dalam film tersebut. Tujuan pembuatan film ini juga mengajak penonton untuk berimajinasi, menikmati dunia fantasi yang membuat penonton merasa nyaman juga terhibur.

Faozan, sebelumnya sudah menggarap film Habibie & Ainun 3 yang di mana permainan visual efek yang sangat tinggi serta detail alur cerita yang baik. Mungkin ini kekuatan seorang Faozan.

Hal lain yang berkontribusi dalam film Abracadabra juga latar cerita yang unik dengan kostum pemain yang mendukung visual efek dalam film, tempat latar dari film ini juga mendukung cerita. Pemilihan pemain dari film ini juga sangat pas dengan karakter yang dimainkan, adanya tokoh-tokoh artis ternama yang ikut bermain, yaitu Asmara Abigail, Salvita Decorte, Lukman Sardi, Muhammad Adhiyat, dan Poppy Sovia. Deretan aktor dan aktris senior yang juga di panggung teater seperti Butet Kertaradjasa, Jajang C. Noer, Dewi Irawan juga ikut tampil. Dua komedian seperti Ence Bagus, Imam Darto Dan rapper dari Yogyakarta, Kill The DJ juga ikut sebagai pengisi lagu di film Abracadabra.

Selamat menikmati dunia imajinasi penuh warna!

Yoshi Bagas Raharjo, mahasiswa Jurusan Komunikasi, Fakultas Hukum dan Komunikasi Universitas Soegijapranata Semarang & Rakha Arlyanto Darmawan, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Padjadjaran Bandung yang sedang magang di Kompas Muda.