Rumah Literasi: Langkah Kecil Membangun Kembali Minat Baca di Pesisir Banten

0
605

Kecamatan Labuan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang terdampak bencana tsunami pada Desember 2018 lalu. Bencana tsunami diikuti banjir bandang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan berbagai aktivitas terhenti. Salah satu hal yang menjadi fokus Kluster Sosial-Humaniora Tim KKN-PPM BT-006 adalah pengadaan ruang literasi bagi anak-anak terdampak bencana di Labuan.

Sasaran lokasi kegiatan ini adalah Desa Teluk dan Sukamaju karena tingginya minat baca anak-anak di kedua desa tersebut. Selain itu, fasilitas desa berupa bangunan rumah baca sudah tersedia, hanya saja kurang optimal dalam pemanfaatannya. Oleh karena itu, Tim KKN-PPM BT-006 berinisiatif menghidupkan kembali kegiatan dalam ruang tersebut. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga, antara lain pengadaan buku dan sarana belajar, inventarisasi buku, serta penyelenggaraan berbagai lomba untuk anak-anak.

Kegiatan bertajuk Rumah Literasi ini diselenggarakan pada Selasa (13/8/2019) lalu di Taman Pintar Desa Sukamaju yang terletak di Perumahan Griya Labuan Asri, Sukamaju. Acara diawali dengan pembukaan lapak membaca dan mewarnai. Antusiasme anak-anak terlihat sangat besar untuk mewarnai buku-buku gambar yang ada di lapak.

Beberapa anak juga terlihat antusias dalam membaca buku cerita anak, belajar membaca, serta berhitung. Selain membaca dan mewarnai, anak-anak juga diajak untuk bernyanyi lagu-lagu anak. Di tengah kegiatan, Kepala Desa Sukamaju, Ucu Suhandi datang untuk memantau acara.

Setelah itu, acara puncak berupa peresmian Taman Pintar dilaksanakan. Tim KKN-PPM UGM BT-006 menyerahkan fasilitas Taman Pintar berupa buku cerita dan sarana edukasi secara simbolis kepada Kepala Desa Sukamaju dan perwakilan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) desa setempat.

Taman Pintar ini baru saja didirikan oleh pemerintah desa sehingga pengelolaannya belum maksimal. Hal tersebut terlihat dari kondisi bangunan serta koleksi buku yang belum memadai. Melihat masalah tersebut, Tim KKN-PPM UGM BT-006 juga telah mempersiapkan acara peresmian ini dengan berbagai kegiatan sebelumnya.

Persiapan itu meliputi pengecatan bangunan bersama Tim KUKERTA Universitas Islam Negeri Serang, Banten serta inventarisasi buku. Buku-buku tersebut sebagian merupakan hasil donasi yang telah dikumpulkan oleh Tim KKN-PPM UGM BT-006 sejak sebelum keberangkatan KKN. Tidak hanya itu, beberapa buku yang diserahkan merupakan hasil kerja sama Tim KKN-PPM UGM BT-006 dengan PT Indonesia Power.

Tidak hanya di Desa Sukamaju, pada hari yang sama, Tim KKN-PPM UGM BT-006 menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba di Rumah Pintar Anak Nelayan di Desa Teluk. Perlombaan yang diadakan antara lain lomba mewarnai poster, lomba pidato, lomba adzan, dan lomba hafalan juz amma.

Di akhir acara, Tim KKN-PPM UGM BT-006 menyerahkan buku dan sarana edukasi secara simbolis kepada perwakilan pihak pengelola untuk melengkapi fasilitas Rumah Pintar Anak Nelayan. Sebagian buku yang diserahkan kepada Rumah Pintar Anak Nelayan merupakan hasil kerja sama Tim KKN-PPM UGM BT-006 dengan mitra, PT Indonesia Power.

Tim KKN-PPM UGM BT-006 berfoto bersama anak-anak usai kegiatan Rumah Literasi di Rumah Pintar Anak Nelayan, Desa Teluk

Rumah Pintar Anak Nelayan adalah salah satu tempat yang disediakan pemerintah daerah untuk menunjang minat baca anak-anak di Desa Teluk. Sehari-hari, tempat ini juga digunakan sebagai tempat belajar, mengaji, dan mengasah kreativitas anak-anak.

Lokasinya yang strategis karena berada dekat dengan pusat kuliner dan Tempat Pelelangan Ikan Desa Teluk membuat suasana Rumah Pintar selalu ramai. Di Rumah Pintar Anak Nelayan, Tim KKN-PPM UGM BT-006 mengadakan berbagai kegiatan antara lain inventarisasi buku, pengajaran Bahasa Arab, pelajaran tambahan untuk anak-anak SD, pembinaan untuk PAUD, serta mengaji.

Seluruh rangkaian acara Rumah Literasi yang diselenggarakan diharapankan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, baik Rumah Pintar Anak Nelayan maupun Taman Baca Sukamaju diharapkan bisa menjadi ruang belajar, meningkatkan minat baca, serta mengembangkan kreativitas anak-anak.

Teks: Ulfatni, Fakultas Ilmu Budaya, Margarete Theda Kalyca, Fakultas Ilmu Budaya & Murti Aria, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM

Foto: Margarete Theda Kalyca, Fakultas Ilmu Budaya UGM

(Ketiganya mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sedang melakukan KKN-PPM UGM di Desa Labuan dan Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten)