Pemetaan Desa Seriwe- Lombok Timur Untuk Menunjang Pariwisata

0
205

Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada merupakan program yang dirancang untuk mengatasi permasalahan rill yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner serta pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan mengoptimalkan potensi alam yang ada.

Potensi utama yang dimiliki oleh Desa Seriwe, Kecamatan Jero Waru, Kabupaten Lombok Timur-Nusa Tenggara Barat adalah pariwisata dan sektor perikanan. Untuk menunjang sektor pariwisata, diperlukan program pemetaan. Program pemetaan merupakan salah satu kegiatan yang menghasilkan keluaran berupa peta. Peta yang dihasilkan diantaranya peta area dusun, peta persebaran lokasi wisata, peta persebaran fasilitas umum dan peta klasifikasi jumlah penduduk.

Peta- peta itu berperan penting untuk menunjang pariwisata Desa Seriwe pada 2020 mendatang karena berdasarkan RKPDes, fokus pengembangan di Desa Seriwe yaitu pada sektor pariwisata dengan tujuan menjadikan Desa Seriwe sebagai desa wisata.

Desa Seriwe merupakan desa yang belum memiliki batas antar dusun yang jelas. Pemetaan batas dusun dilengkapi dengan informasi penggunaan lahan eksisting. Tujuan dari adanya informasi penggunaan lahan eksisting yaitu untuk mengetahui secara gamblang seberapa besar lahan yang tidak digunakan. Harapannya dengan ada klasifikasi penggunaan lahan ini dapat digunakan sebagai pembangunan kedepannya.

Misalnya bagaimana penggunaan lahan harus direncanakan secara tepat guna dan tepat lokasi berdasarkan kesesuaian lahannya sehingga tidak terjadi kesalahan penggunaan lahan dan degradasi lingkungan agar tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

Pemetaan lokasi wisata digunakan untuk mengetahui persebaran lokasi wisata sehingga mempermudah wisatawan untuk mengetahui wisata apa saja yang ada di Desa Seriwe serta letaknya, sementara pemetaan fasilitas umum digunakan untuk mengetahui persebaran fasilitas umum di Desa Seriwe. Hasil pemetaan fasilitas umum  digunakan sebagai sarana penunjang untuk mengetahui lokasi-lokasi penting yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat berwisata seperti Tourism Information Center, mushola, masjid, lapangan, kantor desa, dan fasilitas umum lainnya.

Peta Batas Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru

Kedua jenis peta ini sebelumnya belum pernah dibuat ataupun dimiliki oleh pihak Desa Seriwe. Terbatasnya peta atau informasi keruangan di daerah ini membuat perangkat desa meminta Tim KKN-PPM UGM untuk dilakukannya pemetaan dalam rangka membantu pengembangan Desa Seriwe sebagai desa wisata.

Sumber data dalam pemetaan didapatkan langsung melalui survei lapangan yang dilakukan selama beberapa hari di tiga dusun di Desa Seriwe yaitu Dusun Seriwe, Temodo serta Kaliantan. Pengambilan titik lokasi wisata dan fasilitas umum dilakukan dengan menggunakan aplikasi Maverick, kemudian diolah menggunakan aplikasi Arcmap.

Tim KKN-PPM UGM juga membuat peta demografi yang menunjukkan klasifikasi jumlah penduduk disetiap dusun di Desa Seriwe. Tujuan pemetaan ini yaitu untuk mengetahui persebaran jumlah penduduk di Desa Seriwe. Klasifikasi jumlah penduduk terdiri atas tiga tingkat yaitu rendah, sedang dan tinggi.

Dusun Seriwe tergolong dalam kelas tinggi sedangkan Dusun Temodo dan Kaliantan tergolong dalam tingkat kelas. Semua peta yang dihasilkan oleh tim KKN-PPM UGM akan diberikan kepada pemerintah desa dalam bentuk hardcopy maupun softfile agar dapat diperbanyak oleh pemerintah desa. Peta hardcopy ukuran A0 akan diserahkan secara langsung diakhiri masa KKN oleh tim KKN-PPM UGM kepada perangkat desa sebagai simbolis hasil akhir program pemetaan ini.

Penulis : Bergita Gusti Lipu dan Bias Osean Ali, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada