Tim KKN-PPM UGM Dan Karang Taruna Desa Kulati Membersihkan Pantai di Te’etimu

0
388

Tim KKN-PPM UGM Unit Tomia Timur, Sub Unit Desa Kulati, Wakatobi, Sulawesi Tenggara  melakukan kegiatan bersih pantai bersama anggota Karang Taruna di pesisir Pantai Te’etimu pada Minggu (21/7/2019) pagi lalu. Kegiatan tersebut merupakan upaya lanjutan dari sosialisasi anti plastik yang dilakukan oleh tim KKN UGM sebelumnya.

Kegiatan bersih pantai ini menjadi signifikan untuk dilakukan akibat volume sampah yang terdampar ke pesisir pantai Desa Kulati semakin banyak. Hal ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan generasi muda terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian alam. Acara dimulai pukul 6 waktu Indonesia Tengah, diikuti oleh 50 orang peserta termasuk anak-anak Desa Kulati yang aktif membantu tim KKN UGM.

Pada malam sebelumnya dilakukan leadership camp yang diinisiasi oleh Karang Taruna Desa Kulati untuk meningkatkan kemampuan anggotanya. tim KKN-PPM UGM Sub Unit Desa Kulati berkesempatan untuk mengisi materi tentang kepemimpinan, manajemen waktu, dan loyalitas. Tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan leadership camp ini menunjukkan potensi yang besar dari generasi muda Desa Kulati, di mana untuk pertama kalinya berkolaborasi bersama tim KKN UGM.

Tiga dari anggota tim KKN yaitu Andeta Karamina, Aldwin Edbert Demas, dan Nadya Candraningtyas menjadi perwakilan untuk menyampaikan rencana program kerja tim KKN hingga masa pengabdian berakhir. Kegiatan bersih pantai dan gerakan anti-plastik adalah salah satu program unggulan dari tim KKN UGM di Desa Kulati untuk mendukung desa sebagai destinasi unggulan pariwisata di Kabupaten Wakatobi.

Karang Taruna dan tim KKN UGM terbagi menjadi empat kelompok besar untuk mengumpulkan sampah di pesisir Pantai Te’etimu sepanjang lima kilometer. Jenis sampah yang dikumpulkan adalah anorganik atau sampah yang tidak dapat terurai secara alami, seperti botol plastik, sedotan, kemasan makanan, dan lainnya.

Jumlah sampah yang terkumpul mencapai lima karung besar dan mayoritas di antaranya botol plastik bekas yang terdampar di pinggir pantai. Sampah plastik tersebut akan dimanfaatkan untuk pembuatan ecobrick, yaitu bata daur ulang dari botol plastik yang telah diisi penuh dengan potongan sampah plastik lainnya hingga padat.

Rangkaian kegiatan di atas adalah sebuah upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membangun budaya anti-plastik yang berkelanjutan. Alam telah memberikan segalanya demi hidup kita. Balas budi terkecil yang dapat kita lakukan adalah menjaganya. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Teks: Nadya Candranigtyas, Fakultas Pertanian & Andeta Karamina, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM

Foto: Ridwan Purnama Jati, Fakultas Peternakan UGM

(Ketiganya mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sedang melakukan KKN-PPM UGM di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara)