Keseruan Reportase Lapangan Magangers Kompas Muda Batch XI

0
148

Reportase Lapangan merupakan inti dalam pembuatan karya Jurnalistik. Dalam reportase lapangan, jurnalis, bersama fotografer, serta layouter akan menggali fakta empiris di lapangan terkait dengan tema yang mereka angkat. Di samping itu, reportase lapangan dapat menjadi ajang untuk jurnalis menemukan inspirasi tentang bagaimana fakta – fakta lapangan akan diolah dan ditampilkan dalam sebuah konten yang menarik. Memang reportase lapangan sangat melelahkan dan sedikit rumit, namun rasa puas setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan sebanding dengan usaha yang telah dikeluarkan.

Hal itu dirasakan oleh para Magangers Kompas Muda Harian Kompas Batch XI tahun 2019. Setelah melewati tiga hari yang penuh dengan pembakalan materi, mereka ditugaskan untuk menerapkannya dalam bentuk pembuatan satu halaman koran. Dalam proses pembuatan koran ini, para magangers yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok bebas menentukan tema apa yang akan mereka angkat.

Dalam pembuatan koran ini ada tiga tahap yang akan mereka lewati. Pertama, melakukan reportase lapangan untuk mengulik data yang diperlukan dalam penulisan berita. Kedua, mengolah data yang telah didapat menjadi sebuah koran. Ketiga, mempresentasikan koran yang telah dibuat kepada redaksi harian Kompas.

 Pada hari keempat ini, para magangers dijadwalkan untuk melakukan reportase lapangan. Mereka diberi waktu sekitar tujuh jam dari pukul 8.30 hingga 15.30 untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan. Dari 8 kelompok yang telah terbentuk, tiap kelompok mengangkat tema yang unik dan menarik untuk dibaca. Tempat – tempat yang dijadikan reportase lapangan pun beragam, mulai dari tempat wisata Kota Tua, old town China di Glodok, hingga trotoar baru Jl. Sudirman – Thamrin yang semuanya berada di Jakarta tak luput dari jangkauan magangers.

Pengalaman Baru yang Seru

Bagi sebagian besar magangers, reportase lapangan merupakan hal baru bagi mereka. Dapat dikatakan ini merupakan kali pertama mereka melakukan reportase lapangan khas jurnalis asli loh! Para magangers mendapatkan kesempatan untuk menceritakan perjalanan mereka selama melakukan reportase lapangan dari pukul 15.30 -17.30. Semua hal yang terjadi hari itu diceritakan tiap kelompok, mulai dari pengalaman seru yang diperoleh hingga kesulitan yang mereka hadapi saat liputan. Memang, melakukan reportase lapangan bukanlah hal yang mudah, tapi rasa puas atas informasi yang didapat sebanding dengan usaha yang telah diupayakan.

Salah satu magangers dari kelompok 1 yang bernama Tristan Jachremi menceritakan pengalamannya melakukan liputan ke Old Town China di Glodok. Kelompok 1 sendiri mengangkat tema wisata kuliner di Old Town China di Glodok.  Tristan mengatakan,  ia menemukan pengalaman unik saat memesan makanan. Ia mengatakan si penjual bertanya terlebih dahulu apa daging yang ia makan. “Kami saat memesan makanan ditanya oleh si penjual, apakah kami ingin menyantap daging sapi atau daging babi. Sebab, kedua jenis daging tersebut disediakan restoran – restoran di sana,” ujarnya.

Pengalaman berbeda didapatkan magangers dari kelompok 2 bernama Alvin Daffano.  Ia menceritakan pengalamannya liputan di sekitar trotoar baru Jl. Sudirman – Thamrin Jakarta. Tema yang diangkat kelompok 2 sendiri adalah spot swafoto yang cantik di Jl. Sudirman – Thamrin. Dalam reportase lapangan itu, mereka mendapati seorang ibu yang sedang narsis – narsisnya berswafoto di trotoar itu. “Ibu itu benar – benar narsis,” ujarnya.

Setelah selesai menceritakan kejadian yang dialami selama reportase lapangan, kegiatan hari keempat pun berakhir. Banyak kisah yang terjadi pada hari ini yang tentu akan tersimpan dalam memori indah Magangers Batch XI. Kisah hari keempat mungkin telah usai, namun jangan lupa para magangers masih mempunyai 2 hari tersisa. kisah – kisah menarik masih akan diuntai. Pada hari esok, tahap selanjutnya adalah mengolah informasi menjadi sebuah koran. Kisah magangers belum selesai loh! Jangan lupa ikuti kisah selanjutnya dari magangers yaa! Stay tune guys!

Satrio Febriyanto dan Muhammad Raihan magangers Kompas Muda Harian Kompas Batch X