Gaungkan Budaya Indonesia Lewat Gantungan Kunci

0
67

Ada yang berbeda dengan gantungan kunci karya mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini menggagas sebuah produk inovatif yang mendekatkan kembali budaya Indonesia dengan masyarakat. Tim Kamal Ucul mewujudkan penyelesaian masalah soal kurangnya minat anak muda mengenal dan mempelajari budaya Indonesia lewat gantungan kunci inovatif berbasis quick response code (QR Code). Rendahnya minat generasi muda Indonesia terhadap budayanya menjadi titik awal mengapa karya ini diciptakan.

Tim Kamal Ucul membuat 34 gantungan kunci sesuai provinsi di Indonesia dengan desain yang berbeda-beda. Di sisi belakang gantungan kunci akan terdapat quick response code (QR Code) yang dapat dipindai untuk mengakses aplikasi edukasi budaya. Lewat QR Code, pembeli dapat masuk mengakses aplikasi tersebut untuk belajar dan bermain.

Nahdhiah, Ketua Tim Kamal Ucul menuturkan, “saat ini hampir semua orang memiliki gadget. Oleh karena itu, kolaborasi antara gantungan kunci yang merupakan benda keseharian dan gadget yang juga dekat dengan kehidupan merupakan strategi dan potensi besar dalam upaya meningkatkan kecintaan sekaligus wawasan terhadap budaya Indonesia.”

Gadget yang notabene dapat menjadi sarana berdampak negatif dapat diarahkan ke hal positif sebagai sarana edukasi budaya Indonesia. Kamal Ucul merupakan singkatan dari Key Chain for Smart Learning Our Culture. Pembeli gantungan kunci dapat mengunduh aplikasi ‘Cerdas Budaya Kamal Ucul’ di Playstore dan menggunakannya di gawai. Selain di gawai, aplikasi ‘Cerdas Budaya Kamal Ucul’ juga akan dihadirkan untuk versi komputer agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Tim Kamal Ucul dipimpin oleh Umi Nahdhiah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dengan anggota Nindya Seftiana, Hanif Samsu Angga Risky , Vina Nur Machabbatulillah, dan Kristina Adeliya Putri. Gantungan kunci budaya Kamal Ucul akan dipasarkan di sekolah, toko oleh-oleh, dan berbagai market place untuk menggaungkan budaya Indonesia.

Umi Nadhiah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jawa Timur