Hari Kartini dan Refleksi Diri

0
58

Wanita yang bernama lengkap Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara tanggal 21 April 1879. Karena seperti yang kita ketahui, ia adalah pelopor emansipasi wanita Indonesia. Kartini adalah pahlawan bagi wanita Indonesia karena ia merupakan salah satu dari banyak orang yang memperjuangkan hak-hak wanita dan persamaan derajat antara wanita dan pria.

Berkat perjuangannya, kaum wanita Indonesia bisa lebih dihargai dan tidak dikekang oleh kebiasaan-kebiasaan kuno turun-temurun. Dimana pada zaman dahulu sebelum emansipasi, kaum wanita hanya berada di rumah saja untuk mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci, memasak, menyapu, dan lain-lain. Karena orangtua pada zaman dahulu merasa bahwa hakikat sebagai seorang wanita adalah untuk mengurusi rumah tangga bukan mencari pendidikan setinggi-tingginya.

Pikiran itulah yang membuat wanita zaman dahulu tidak maju dan merasa terkekang karena kodratnya sebagai wanita. Hak-hak sebagai seorang wanita juga dibatasi karena mereka berpikir bahwa perempuan itu derajatnya berada di bawah laki-laki, sehingga perempuan harus menuruti apapun yang diperintahkan oleh pria termasuk suaminya. Adanya kesenjangan sosial antara pria dan wanita pada zaman sebelum emansipasi membuat rasa ketidakadilan sebagai umat manusia yang harusnya mendapatkan hak asasi yang sama.

Wanita-wanita pada zaman dahulu juga tidak memikirkan pendidikan dengan alasan dilarang oleh orangtua mereka untuk bersekolah dan ada adat atau kebiasaan yang menyebut bahwa perempuan itu harus berada di dalam rumah saja. Pandangan kuno itulah yang apabila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan keterpurukan wanita di Indonesia. Padahal sejatinya wanita adalah seorang insan yang patut dihargai hak-haknya karena kelak seorang wanita akan menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Ancaman kemunduran

Apa jadinya jika wanita Indonesia tidak ada yang bersekolah ? pasti generasi selanjutnya akan mengalami kemunduran dalam kehidupannya karena ia miskin pengetahuan. Melihat kondisi Indonesia yang seperti ini, Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal Kartini, tidak tinggal diam.

Dia sosok wanita yang menentang pandangan kuno tentang wanita yang tidak perlu bersekolah, karena menurutnya menjadi wanita yang berpendidikan itu penting agar tidak diremehkan oleh orang lain termasuk seorang pria. Kartini tidak ingin wanita-wanita Indonesia dibodohi dan direndahkan oleh kaum pria karena ketidakberdayaan sebagai seorang wanita.

Kartini muda juga dikenal sebagai sosok yang rajin membaca buku dan cukup berpengetahuan karena Beliau berkesempatan untuk sekolah walaupun hanya sampai jenjang sekolah dasar. Walaupun hanya sampai jenjang sekolah dasar, Kartini termasuk anak yang beruntung karena dapat kesempatan untuk bersekolah karena ia merupakan anak bangsawan. Sementara teman-teman perempuannya yang berasal dari kalangan biasa, tidak bisa bersekolah dan hanya membantu pekerjaan di rumah. Wanita pada zaman dahulu juga merasa tidak bebas untuk menentukan pilihan hidupnya dan sangat diperlakukan berbeda dari saudara-saudaranya yang laki-laki.

Kartini muda tertarik untuk membaca buku dan sering membaca surat kabar Belanda. Selain itu, ia sering berkirim surat kepada teman-temannya di Belanda untuk saling bertukar pikiran tentang bagaimana kemajuan berpikir wanita Belanda. Dari kebiasaannya yang suka membaca buku dan menulis surat inilah terbesit di pikirannya untuk mengubah pola pikir wanita Indonesia agar berpikir lebih maju, berpendidikan, dan penuh cita-cita.

Niat Kartini untuk memajukan wanita Indonesia ini termasuk cita-cita yang sangat luhur. Mengapa ? Karena tanpa sosok seorang Kartini, maka bisa saja wanita Indonesia sampai saat ini tetap berada dalam kondisi keterpurukan dan ketidaksetaraan hak dengan kaum pria. Oleh karena itu, Kartini dijuluki sebagai Pelopor Emansipasi Wanita, yang menggerakkan kaum wanita untuk bangkit serta menentang perbedaan derajat dengan pria.

Seiring perkembangan zaman, kini perempuan Indonesia dapat disejajarkan dengan kaum pria dalam berbagai bidang kehidupan, baik di bidang sosial, politik, dan ekonomi. Stigma masyarakat terdahulu mengenai perempuan yang kerjanya hanya di dapur, kini mulai menghilang karena terbukti zaman sekarang ini banyak perempuan yang sudah berhasil melanjutkan pendidikan dan berkarir sesuai bidang masing-masing. Langkah Kartini membawa dampak baik bagi emansipasi wanita.

Saat ini pun, RA Kartini menjadi pelopor perjuangan kaum wanita dalam menghadapi kebodohan di dalam pendidikan dan menolak pengekangan terhadap dunia luar. Oleh karena itu, setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan dan tanda terimakasih dari wanita-wanita Indonesia terhadap pengorbanan serta perjuangannya membela hak wanita agar bisa sederajat dengan pria.

sebagai perempuan muda penerus bangsa, kita harus selalu bisa seiring sejalan dengan kaum laki-laki karena perempuan  tidak lemah dan tidak patut untuk dikekang

Selain itu, Hari Kartini juga dinilai sebagai saat kita bisa lebih menghargai perjuangan seorang wanita dalam memperjuangkan hak-haknya. Sudah sepatutnya kita semua mengingat jasa RA Kartini. Oleh karena itu, sebagai perempuan muda penerus bangsa, kita harus senantiasa bisa seiring sejalan dengan kaum laki-laki karena perempuan itu tidak lemah dan tidak patut untuk dikekang.

Sebagai Kartini di era modern sekarang, kita bisa melanjutkan perjuangan RA Kartini dengan mencetak prestasi sebanyak mungkin demi kemajuan bangsa Indonesia. Semangat Kartini harus harus dibangkitkan di kalangan anak muda, mulai dari semangat untuk berpendidikan tinggi, bisa membantu orang lain, dan sebagai wanita yang mampu mendidik anak-anaknya di era modern sekarang.

Jadi, peringatan Hari Kartini harusnya kita gunakan untuk merefleksi diri sendiri mengenai seberapa banyak hal yang telah kita lakukan untuk kemajuan diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, serta untuk negara kita, Indonesia.

Khairunnisa Humaira, mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang