Menjadi “Beragama” yang Indonesia

0
191

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman yang sangat banyak, mulai dari suku,budaya,ras , bahkan agama. Tidak berhenti disitu saja, Indonesia juga terbentuk dari adanya keberagaman yang ada, dengan adanya Indonesia keberagaman juga bisa berjalan berdampingan satu dengan individu lain tanpa ada peperangan yang didasari keberagaman itu sendiri.

Maka Indonesia dan keberagaman bisa dikatakan sebagai dua variable yang tidak bisa dipisahkan. Menilai hal tersebut, terbentuknya Indonesia secara substansial adalah sebagai bentuk perjuangan terbentuknya suatu peradaban baru yang lebih bermutu dan bernilai. Kehidupan yang bernilai salah satunya bisa dilihat dari keharmonisan yang terjadi antar individu dalam kehidupan tersebut.

Tidak hanya itu, kehidupan bernilai bisa dikatakan bernilai apabila individu atau manusia dalam kehidupan tersebut sudah menjadi manusia yang manusia. Sehingga Indonesia tidak hanya sebatas nama negara saja, tapi masih banyak artian yang sangat luas apabila kita resapi makna dari Indonesia tersebut dari berbagai sudut pandang.

Agama menjadi salah satu elemen keberagaman yang ada di Indonesia, terdapat banyak agama yang ada di Indonesia, dimana antar umat beragama tersebut dapat saling hidup berdampingan tanpa saling perang yang didasari nama agama, namun hal itu terjadi apabila kita dapat memaknai Indonesia, yaitu Indonesia sebagai perwujudan peradaban baru yang bermutu dan bernilai.

Apabila kita tidak dapat memaknai hal tersebut, kita hanya menjadi manusia yang beragama namun tidak bermutu dan tidak bernilai

Apabila kita tidak dapat memaknai hal tersebut, kita hanya menjadi manusia yang beragama namun tidak bermutu dan tidak bernilai. Dua hal tersebut memang merupakan dua hal yang berbeda namun tidak bisa begitu saja dipisahkan. Jika kita pahami kedua hal tersebut, Indonesia dan agama memiliki misi besar yang sama, yaitu membangun peradaban baru yang bermutu dan bernilai.

Agama muncul dengan maksud untuk mengambangkan hati, jiwa dan pikiran manusia. Oleh karena itu agama bukan hanya soal mencapai kesuksesan demi kesuksesan tetapi bagaimana kita menjalani sebuah kesetiaan,kesediaan hati jiwa dan pikirannya. Begitupun Indonesia, Indonesia bukan hanya sekedar pencapaian kebebasan tetapi bagaimana bisa menjalani hidup selayaknya kehidupan.

Agama tidak hanya sebuah hal yang dikemas sedemikian rupa yang menggambarkan fantasi yang menjamin kesuksesan dunia maupun akhirat dimana seakan akan agama digambarkan sebagai sebuah lontre dimana bisa dibeli dengan mata uang pahala. Untuk itu, perlunya pemahaman yang lebih luas untuk agama, seperti halnya kita memahami Indonesia.

Peradaban baru 

Menjadi manusia yang Indonesia dan menjadi manusia yang ber”agama” merupakan kedua hal yang tidak jauh berbeda, karena mereka memiliki misi yang hampir sama pula dimana menciptakan peradaban baru yang lebih bermutu dan bernilai. Ketika seseorang berusaha memperkaya pahala untuk dirinya sendiri, mungkin dia akan dianggap sebagai manusia suci,bijak namun dia akan kehilangan anggapan bahwa dia adalah manusia yang manusia, atau manusia yang bermutu dan bernilai.

Seperti halnya Indonesia, Indonesia bukan hanya milik satu golongan, satu suku, satu ras dan satu agama saja melainkan milik semuanya. Agama juga seperti itu, menjadi individu yang beragama bukan melulu soal individu itu sendiri. Agama ada dengan maksud agar manusia dapat berkembang hati,jiwa dan pikirannya agar menjadi manusia yang lebih bermutu dan bernilai, tidak hanya puas dengan pencapaian kesuksesannya sendiri.

Agama tidak terbatas teks dan tafsir saja, tetapi bagaimana kita bisa menruh agama sebagai hati,jiwa dan pikiran dalam diri kita sehingga agama tidak hanya sebagai sebuah tuntutan atau kewajiban tetapi menjadi sebuah kehidupan dalam sebuah hidup.

Erico Dwi Setyawan, mahasiswa Jurusan Akuntansi,Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta