Mempelajari Budaya Baru Melalui Pertukaran Pelajar

0
339

Pertukaran pelajar adalah suatu program dimana siswa atau mahasiswa dari suatu negara belajar dan tinggal di luar negeri. Dimana host country bisa kita pilih sendiri atau ditentukan oleh instansi atau organisasi yang menjembatani negara kita dengan pihak luar. Pertukaran pelajar bukan hanya sekedar belajar ilmu pengetahuan formal saja tetapi juga mempelajari kebudayaan dan juga bagaimana kita dapat hidup di luar zona nyaman bersama host family yang merupakan orang lokal dari negara tujuan yang akan kita datangi.

Terdapat beberapa organisasi yang menaungi program pertukaran pelajar diantaranya yaitu AFS (American Field Service) Intercultural Programs, Rotary Youth Exchange, YFU (Youth For Understanding) Intercultural Exchange Programs, dan lainnya. Melalui organiasi-organisasi tersebut kita akan diberi arahan dan orientasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan dan gambaran mengenai kehidupan di host country. Semua keperluan akan dibantu pengurusannya oleh pihak organisasi. Selain melalui organisasi kita juga dapat mencari informasi sendiri mengenai program pertukaran pelajar dari suatu sekolah atau universitas, asrama atau apartemen sekitar, dan kepentingan lainnya.

Menjalani kehidupan di negeri orang bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, terlebih banyak perbedaan yang dihadapi. Namun, hal tersebut akan menjadi pembelajaran dan pengalaman baru yang justru akan mendewasakan kita karena pemikiran yang akan lebih terbuka.

biasanya kita akan mengalami syok budaya karena dihadapkan kepada budaya baru

Budaya menjadi hal yang terpenting karena kebiasaan yang sudah kita jalani sejak lama akan susah untuk dileburkan dan biasanya kita akan mengalami syok budaya karena dihadapkan kepada budaya baru. Namun hal tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga yang dapat diterapkan di negara kita sendiri.

Berikut adalah beberapa unsur budaya yang dapat dipelajari.

  1. Salam

Di Indonesia masyarakat melakukan salam kepada orang yang lebih tua dengan cara cium tangan atau menempelkan tangan pada kening dengan artian menghormarti. Namun, kebiasaan di luar negri tidaklah sama contohnya di Belgia ketika saling bertemu mereka akan menempelkan pipi satu sama lain tanpa melihat perbedaan umur. Selain itu, memanggil nama langsung kepada seseorang yang lebih tua bahkan orangtua bukanlah sesuatu yang dijadikan perdebatan.

  1. Bahasa

Mempelajari budaya tentu saja membutuhkan komunikasi dan bahasa yang menjadi alat penghubung antar sesama komunikator. Setiap pergi ke suatu negara pasti bahasa sangat dibutuhkan tetapi terkadang bahasa yang kita temui belum tentu bahasa yang sudah kita peajari dan pahami sebelumnya. Dengan pertukaran pelajar kita dapat mempelajari bahasa baru dan mendapatkan wawasan baru yang sangat berguna untuk memahami segala sesuatu saat menjalani kegiatan sehari-hari maupun dikemudian hari.

  1. Self service

Salah satu hal yang dapat membuat seseorang mandiri adalah self service. Di negara luar sudah banyak restoran yang pelanggannya harus merapihkan sendiri peralatan dan sisa makanan dari meja. Hal itu merupakan suatu kebiasaan yang baik dilakukan karena kesadaran diri seseorang terhadap lingkungan akan lebih besar.

  1. Kesadaran dalam menggunakan sabuk pengaman

Pengunaan sabuk pengaman oleh penumpang yang berada dikursi belakang menjadi suatu kewajiban di negara lain guna menjaga keselamatan dari orang tersebut. Kewajiban tersebut menjadikan kesadaran masyarakat luar untuk menaati peraturan yang ada, sehingga angka kecelakaan lalu lintas terhitung rendah.

Rifka Nur Alamina Budiman