Kompetisi The Story of Kompas 2018: Suara Laras Anak Muda (SLAM) Menangkan Tiket AdFest 2019 ke Pattaya

0
230

Dua pemuda, Albertus Gilang dan Brahmanda Dhipta yang tergabung dalam tim SLAM (Suara Laras Anak Muda) diumumkan sebagai pemenang “Best of The Best” dalam kompetisi The Story of Kompas di rangkaian acara Citra Pariwara 2018. Kemenangan tim SLAM dalam ajang kompetisi karya iklan bergengsi dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia ini tak terlepas dari gagasan mereka bertajuk ‘Nyanyian Pagi Generasi’ yang menarik hati para juri.

Jajaran juri terdiri dari Charli Aziz (Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), Ratna Puspita (Executive CD Bates CHI & Partners yang pada Januari 2019 efektif sebagai CCO Fortune Indonesia), Hari Hoedojo (Chief Digital Officer Mullenlowe Indonesia), Dr. M Faisal (Founder YouthLab Indonesia), dan Jay Subyakto (Film Director) yang menilai tim SLAM mampu menjawab brief kompetisi dan memiliki daya analisis baik yang diwujudkan dalam bentuk ide implementasi.

Proses penjuran kompetisi The Story Kompas 2018. Foto : Andhika Wicaksana / Marcomm

Sementara itu, posisi runner up dipegang oleh Suhendi Pusap dan Mugi Lestari dari tim S&M, serta Nadya Inggrida Meidiyanti dan Tiffany Amelia dari tim Summer. Seluruh tim pemenang juga diakui para juri memiliki keunggulan dari sisi kreativitas.

“Saat ini untuk menjadi kreatif muda tidak cukup hanya mempelajari satu bidang. Kita harus berani belajar multi-disiplin. Maksudnya, kalau latar kita adalah ilmu komunikasi, kita juga harus kuasai pengetahuan sosial-budaya, teknologi, dan lain-lain. Dari itu semua, kita bisa connecting the dots, lalu hasilkan kreativitas,” ujar Dr. M Faisal, founder YouthLab Indonesia sekaligus salah satu juri kompetisi.

Kompetisi Citra Pariwara tahun ini memiliki tema studi kasus bertajuk ‘The Story of Kompas’. Seluruh peserta ditantang untuk membuat perencanaan komunikasi kekinian bagi brand media Kompas yakni Harian Kompas, Kompas.com dan Kompas TV yang selama ini dikenal mature, agar lebih akrab dengan generasi milenial. Berangkat dari studi kasus ini, 12 kelompok finalis mengikuti presentation day yang merupakan hari penjurian pada Selasa, 18 Desember 2018 lalu di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

Tim SLAM melakukan presentasi konsep “Nyanyian Pagi Generasi” di hari penjurian kompetisi The Story of Kompas 2018. Foto : Andhika Wicaksana / Marcomm

Film Director Jay Subyakto juga menyampaikan, jika kreativitas yang dinilai adalah kompetensi tiap tim dalam menghasilkan ide yang tak terpikirkan untuk memecahkan studi kasus. “Lewat kompetisi ini, kami bisa mendapat insight mengenai pandangan anak muda saat ini, sekaligus melihat sejauh mana keingintahuan anak muda dalam mencari ide dan solusi studi kasus. Berani jadi beda. Karena keingintahuan adalah awal dari kreativitas.”

Dengan begitu, tiga besar pemenang berhak atas hadiah uang tunai senilai lima juta rupiah. Khusus untuk pemenang utama dengan gelar ‘Best of The Best’ diterima oleh tim SLAM yang menjadikan mereka mendapatkan hadiah utama berupa tiket akses penuh AdFest 2019 ke Pattaya, Thailand. Keren sekali. Selamat! (Veronica Gabriella / Marcomm)