Membuka Wawasan Pelajar Rawa Pitu Lewat Pendidikan Literasi Media

0
396

Saat ini internet telah menjadi sesuatu hal yang sulit untuk dipisahkan dari kehidupan anak muda zaman sekarang. Mulai dari kota hingga daerah desa sekalipun, internet bukanlah menjadi sesuatu yang asing bagi mereka. Begitu juga dengan fenomena hadirnya internet bagi masyarakat di Rawa Pitu, Tulang Bawang, Lampung.

Meskipun tergolong pelosok, namun daerah ini sudah terjamah oleh akses internet yang cepat. Akses internet tersebut disediakan oleh provider layanan telekomunikasi dan program internet masuk desa dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Bagaikan pisau bermata dua, keberadaan internet di tengah masyarakat desa tentu saja memiliki potensi positif maupun negatif. Apalagi pengguna internet terbesar di Rawa Pitu adalah pelajar berusia anak-anak dan remaja. Namun sayang, sebagian besar penggunaan internet oleh pelajar hanya untuk keperluan hiburan seperti YouTube, Facebook, dan game online. Mereka kurang memanfaatkan internet untuk kepentingan edukasi. Kurangnya pengarahan terhadap pelajar dalam menggunakan internet dikhawatirkan justru membawa pelajar kepada penyalahgunaan internet.

Berangkat dari keadaan itu, tim mahasiswa KKN-PPM UGM Unit LA-002 Lampung menginisiasi pendidikan literasi media. Acara bertajuk “Manfaat Internet dalam Bidang Edukasi” kepada pelajar di Rawa Pitu agar bijak dalam menggunakan internet. Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan dua SMP, dua SMA, dan satu SMK yang ada di Rawa Pitu dan menyasar pelajar kelas 9 SMP dan kelas 10-12 SMA/K.

Perlu bantuan sekolah

Selain agar pelajar bijak menggunakan internet, target dari literasi media ini juga pihak sekolah. Diharapkan pihak sekolah lebih bisa mengarahkan pelajar secara intens dalam mengakses internet. Keterlibatan sekolah penting mengingat keterbatasan waktu dan tenaga para mahasiswa UGM yang KKN, sehingga perlu bantuan pihak sekolah dalam tindak lanjutnya nanti.

Pendidikan literasi media dilakukan secara bergiliran dari satu sekolah ke sekolah lain dalam jangka waktu tiga minggu. Kegiatan pertama dilakukan di SMP Negeri 01 Sumber Agung pada 18 Juli 2018 dan SMK Negeri  01 Sumber Agung, 19 Juli 2018. Kegiatan kedua dilakukan di SMP Negeri 01 Panggung Mulyo pada 25 Juli 2018. Kegiatan dilanjutkan di SMA Negeri 01 Rawa Pitu (30 Juli 2018),  dan berakhir di MA Batang Hari pada 31 Juli 2018.

Istilah “buku adalah jendela dunia”, kini telah tergantikan dengan “internet adalah jendela dunia”.

Pemberian pendidikan literasi media dilakukan dengan menayangkan video tokoh penting dalam sejarah perkembangan telekomunikasi, pengenalan fasilitas internet, dan cerita motivasi tentang tokoh yang berhasil memanfaatkan internet. Perkembangan teknologi telekomunikasi dari zaman manusia purba hingga ditemukannya komputer adalah penemuan terbesar dalam sejarah manusia.

Penciptaan LAN networking yang kemudian berkembang menjadi internet menjadikan manusia mudah dalam menunjang kehidupannya sehari-hari. Internet memudahkan pelajar mencari bahan materi pelajaran, belajar online, mencari informasi lomba, membeli tiket transportasi dan lainnya. Melalui tayangan konten tersebut diharapkan pelajar di Rawa Pitu dapat memahami sejarah perkembangan teknologi telekomunikasi dan pemanfaatan internet dengan baik.

Pendidikan literasi media ini merupakan langkah awal dari mahasiswa untuk mengenalkan manfaat internet dalam kehidupan pelajar. Istilah “buku adalah jendela dunia” kini telah tergantikan dengan “internet adalah jendela dunia”. Panitia berharap,  pendidikan literasi media tersebut membuat pelajar Rawa Pitu mampu memanfaatkan internet sebagai jendela dunia terutama untuk tujuan edukasi dalam menunjang kegiatan belajarnya.

Keceriaan pelajar SMAN 01 Rawa Pitu saat menerima materi pendidikan literasi media. Foto: tim KKN-PPM UGM LA-002

Ismail Yusuf