Asa dan Rasa dari Bakti Sosial Magangers Kompas Muda Batch X

0
488

Masa depan. Kata ini bisa menjelaskan kesan kami saat bermain dengan anak – anak didik komunitas Jendela di Jakarta.  Aura kebahagiaan tidak pernah hilang dari wajah mereka. Asa mereka untuk belajar tidak hentinya tergambar dengan gerak-gerik tubuh mereka. Mereka memberi kami banyak pelajaran, mulai dari menyederhanakan kebahagiaan hingga bermimpi setinggi langit. Mungkin itu adalah hal sepele yang kadang terlupakan.

Bakti sosial merupakan salah satu rangkaian acara inaugurasi Magangers Kompas Muda Batch X. Magangers adalah sebutan peserta magang di Kompas Muda Harian Kompas. Kegiatan magang bidang jurnalistik, fotografi dan desain grafis bagi siswa SMA merupakan kegiatan rutin tahunan. Untuk tahun ini, program magang di Kompas Muda telah berlangsung selama seminggu pada awal Juli lalu.

Kegiatan bakti sosial oleh Magangers Kompas Muda Batch X dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pesona Manggarai Jakarta Selatan, pada Sabtu, 28 Juli 2018. Kegiatan yang kami lakukan ialah mengajar anak-anak di sekitar RPTRA tersebut.

Anak- anak di sana merupakan siswa Taman kanak-kanak (TK) hingga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anak-anak itu terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas A untuk anak TK hingga kelas 3, Kelas B untuk anak kelas 4-6, dan Kelas C untuk siswa SMP. Namun, pada saat bakti sosial kami hanya dapat mengajar kelas A dan B karena kelas C sedang mengikuti kegiatan di tempat lain.

Para Magangers terlebih dahulu berkumpul di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Namun, ada juga yang langsung menuju tempat kegiatan. Setibanya di tempat kegiatan sekitar pukul 9 pagi, panitia disambut anak-anak didik mereka dengan riang gembira. Bahkan, di awal kegiatan sebagian anak-anak itu sudah terlihat akrab dengan para magangers. Suasana penuh kehangatan terasa selama kegiatan ini.

Manis dan menggemaskan

Kegiatan ini diawali dengan perkenalan diri anak-anak didik. Mereka memperkenalkan nama dan usia. Sebagian anak memperkenalkan dirinya dengan malu-malu, membuat mereka terlihat semakin manis dan menggemaskan. Kemudian, anak-anak ini bermain ular naga ditemani dua magangers sebagai gerbang.

Mereka nampak bersemangat melakukannya, bahkan tak jarang sampai menyenggol teman di dekatnya. Setelah itu, ada kuis sederhana dengan menebak teka-teki. Teka-teki yang disampaikan mengenai hewan ini membuat anak-anak sangat bersemangat menebaknya.

Sesi yang paling seru pun tiba. Para magangers dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama akan mengajar kelompok A, dan kelompok kedua akan mengajar kelompok B. Setiap kelompok mempunyai ceritanya tersendiri yang tentunya asyik dan berkesan. Kita kupas tuntas semuanya yuk gengs!

Menyanyi dan mendongeng

Salah satu magangers menggendong anak didik komunitas Jendela.                              Foto: Brigitta Karenza

Mendongeng merupakan kegiatan pembuka kelompok A. Dongeng tersebut menceritakan tentang seekor macan dan serigala yang sedang mengejar mangsa. Nah, setelah itu siswa kelompok A bernyanyi lagu anak-anak bersama dengan para magangers. Canda tawa dan keriangan mengiringi nyanyian tersebut.

Atmosfer kehangatan nampak dari interaksi antara magangers dan siswa. Pembahasan mengenai cita-cita menjadi topik menarik untuk dibahas bersama para siswa kelompok A. Saat ditanya mengenai cita-cita, jawaban mereka bervariasi. Ada yang ingin menjadi pilot, dokter, bahkan polisi. Tentu saja kami mengaminkan harapan tersebut, siapa tahu ada yang tercapai cita-citanya kan. Semoga saja.

Dalam sesi ini pula, magangers mengingat kembali satu hal yang mulai luntur dari dalam diri. Sebuah idealisme dan kebebasan dalam berangan-angan. Hari ini, kebanyakan remaja melakukan rasionalisasi cita-citanya sesuai kemampuan dan keinginan. Banyak hal dipertimbangkan, mulai masalah finansial hingga prospek hari esok menjadi tolak ukur sebuah cita-cita.

Kegiatan di kelompok A diakhiri dengan menggambar. Siswa-siswa diberikan selembar kertas dan dipinjamkan berbagai jenis pewarna, mulai dari krayon, pensil warna, hingga spidol. Gambar-gambar yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari stadion hingga astronot, semua ada.

Kegiatan kelompok B tentu tidak kalah serunya dengan kelompok A. siswa-siswa diajak untuk bercerita, bergerak, dan bersenandung. Memang pada awalnya mereka malu-malu, namun setelah merasa dekat dan nyaman mereka tidak segan berbagi cerita dan bertanya kepada magangers. Kami mengajak mereka menggambar. Saat menggambar, mereka dengan antusias bercerita kepada magangers tentang apa yang mereka gambar. Seru banget deh pokoknya!

 “Sederhana aja sih, bisa bikin adik-adik senyum, ketawa-ketawa, bahagia. Itu beneran bisa bikin gua bahagia juga ternyata,” ujar Andi Rizky, salah satu magangers yang ikut kegiatan ini.

Para magangers mendapat kesan mendalam soal acara ini.  “Sederhana aja sih, bisa bikin adik adik kecil senyum, ketawa-ketawa, bahagia. Itu beneran bisa bikin gua bahagia juga ternyata,” ujar Andi Rizky, salah satu magangers yang ikut kegiatan ini.

Sama seperti Andi, magangers lainnya Intania Ayumirza menyatakan kegiatan ini sangat bermakna baginya. “Kegiatan ini berkesan banget karena pertama kali aku melakukan kegiatan bakti sosial yang dipersiapkan secara mandiri dan bersama teman-teman. Ditambah lagi, antusiasme anak-anak didik di sini tuh tinggi banget. Malahan, pas survei kemaren aja aku langsung akrab sama mereka. Pokoknya seru banget deh!” katanya dengan penuh semangat.

Wah, bisa dibayangin dong seberapa seru acaranya! Banyak hal yang diperoleh magangers dari kegiatan ini, tak melulu soal rasa empati dalam berbagi. Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan kepada magangers akan asa masa depan.

Anak-anak yang mereka ajar merupakan harapan bangsa hari ini dan esok. Anak-anak itu bersama para magangers dan anak muda lain akan menjadi tumpuan bangsa ke depannya untuk menggapai era keemasan bangsa saat 100 tahun merdeka!

Satrio Febriyanto, magangers Kompas Muda Batch X tahun 2018