Kemeriahan Perayaan Hari Anak Nasional di Desa Dawuhan

50
622

Festival Anak Dawuhan (FAD) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dalam rangka menyambut Hari Anak nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini, FAD mengambil tema “Aku dan Cita-Citaku” bertempat di lapangan Semangkung. FAD diselenggarakan atas kerja sama antara KKN-PPM UGM 2018, Forum Anak Dawuhan (FORADA), dan Karang Taruna Dawuhan. Penyelenggaraan FAD ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak – anak sebagai penerus bangsa di masa yang akan datang.

FAD 2018 terbagi dalam lima cara utama, yaitu sosialisasi motivasi kepada anak – anak sekolah dasar, lomba outbound untuk anak kelas 4 – 6 sekolah dasar, lomba mewarnai dan menggambar untuk anak kelas 1 – 3 sekolah dasar, lomba voli untuk anak sekolah menengah pertama, dan pentas kreasi sebagai penutupan rangkaian acara FAD 2018.

Peserta yang berpartisipasi dalam acara inti FAD 2018 pada Minggu (22/7/2018) tak kalah ramai dari tahun sebelumnya. FAD 2018 berhasil menarik perhatian lebih dari 400 anak desa Dawuhan.

Lomba estafet bola pingpong.                                                                   Foto : Tim KKN-PPM 2018

Peserta outbound yang berjumlah kurang lebih 400 anak dibagi menjadi 10 tim. Lima pos permainan disiapkan sebagai arena pertandingan masing-masing tim. Pos permainan pertama adalah estafet pingpong, setiap kelompok diberikan 1 buah bola pingpong dan 10 potongan bambu yang telah dibelah. Dalam permainan ini, seluruh anggota tim harus mengatur gerak bola pingpong melalui bambu belah secara estafet.

Setelah sampai garis finish, tugas peserta adalah memasukkan bola pingpong ke dalam gelas plastik. Tangan peserta tidak diperbolehkan menyentuh bola pingpong. Bola pingpong jangan sampai terjatuh, bila terjatuh dinyatakan gagal atau harus mengulang kembali dari awal. Tim yang mencapai finish lebih dahulu dinyatakan sebagai pemenang. Kerjasama tim sangat dibutuhkan dalam permainan ini.

Anak-anak nampak bergembira saat ikut lomba menggiring bola dengan perut.    Foto : Tim KKN-PPM UGM 2018

Pos permainan kedua adalah menggiring balon dengan menggunakan perut. Masing-masing anggota tim diminta untuk berpasang-pasangan. Setelah semua saling berpasangan, mereka harus membawa balon hingga garis finish menggunakan perut dan menjaganya agar tidak meletus dan terjatuh. Sama seperti ketentuan pada pos permainan sebelumnya, peserta yang dapat membawa balon hingga garis finish lebih dahulu menjadi pemenangnya. Permainan ini melatih ketangkasan anak-anak.

Hula hop berantai 

Bermain hola hop berantai.                                                                                      Foto : Tim KKN PPM UGM

Permainan ketiga adalah hula hoop berantai. Setiap kelompok membentuk lingkaran besar dan saling berpegangan tangan. Hula hoop harus dipindahkan dari peserta pertama hingga peserta terakhir searah jarum jam dengan keadaan tangan tetap berpegangan. Permainan ini bertujuan merangsang motorik kasar anak.

Latihan Konsentrasi

Pos permainan selanjutnya menyajikan permainan yang melatih konsentrasi anak. Kata berkebalikan adalah nama dari pos permainan ini. Pada permainan ini, setiap anak dalam kelompok harus melakukan lawan kata dari apa yang pemandu katakan. Saat pemandu mengucap kiri, maka peserta harus melakukan lompatan ke kanan begitu juga dengan kata-kata kebalikan lainnya seperti atas-bawah, dan maju-mundur.

Peserta yang melakukan gerakan salah harus keluar dari barisan. Selain itu, permainan dilanjutkan dengan menambah instruksi bahwa saat pemandu mengatakan “satu” maka peserta harus menggebrakkan kaki kanan dan saat pemandu mengatakan “dua” maka peserta harus menggebrakkan kaki kiri. Pemenang dari permainan ini adalah kelompok yang dapat mempertahankan anggota tim terbanyak.

Sebagian peserta ikut “bermain air” di Hari Anak Nasional.                     Foto : Tim KKN-PPM UGM

Di pos terakhir ini dijamin semua peserta tidak akan keluar dalam keadaan kering. Oleh karena itu, pos ini dinamakan pos tahan air. Peserta harus membawa air hingga garis finish menggunakan botol yang telah dilubangi. Tim yang berhasil membawa air paling banyaklah yang menjadi pemenang.

 Peserta Antusias  

Disi lain, lomba mewarnai dan menggambar di FAD 2018 tak kalah menarik perhatian peserta. Jumlah peserta yang mengikuti lomba mewarnai dan menggambar di luar perkiraan. Peserta lomba mewarnai dan menggambar merupakan siswa- siswi kelas 1 – 3 SD Negeri Dawuhan 01, SD Negeri Dawuhan 02, SD Negeri Dawuhan 03, dan Madrasah Ibtidaiyah Shiratal Mustaqim.

Pada pukul 8, peserta berkumpul di Lapangan Semangkung untuk menghadiri pembukaan FAD 2018. Peserta terlihat membawa meja belajar, pensil warna, alat tulis, dan buku gambar. Lomba mewarnai dan menggambar FAD 2018 mengusung tema cita – cita. Peserta diberi kesempatan mewarnai dan menggambar berbagai macam profesi serta cita – cita yang ingin mereka capai. Pembagian doorprize menambah kemeriahan acara.

Lomba Voli

Lomba Voli antar siswa.                                                                           Foto : Tim KKN-PPM UGM

FAD 2018 juga turut menghadirkan lomba voli antar remaja tingkat SMP. Lomba voli tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Meskipun bermain di tengah terik matahari, tidak menyurutkan semangat peserta lomba voli untuk meraih juara. Peserta lomba voli sangat antusias, hal ini dapat dilihat dari jumlah tim yang mendaftar serta semangat suporter masing-masing sekolah yang saling beradu suara.

Lomba voli ini diikuti oleh 7 tim putra dan 5 tim putri dari 4 sekolah, yaitu SMPN 3 Sirampog (1 tim putra), SMPN 4 Sirampog (1 tim putra), SMP Muhammadiyah 3 Sirampog (2 tim putri dan 2 tim putra), MTs Ma’arif NU 5 Sirampog (3 tim putra dan 3 tim putri).

Pertandingan final putra mempertemukan tim voli dari SMPN 3 Sirampog dengan SMP Muhammadiyah 3 (tim A). Pertandingan yang berlangsung selama dua set ini dimenangkan oleh tim SMPN 3 Sirampog dengan skor akhir 25-8 dan 25-19. Perebutan tempat ketiga mempertemukan tim MTs Ma’arif NU 5 dengan SMP Muhammadiyah 3 (tim B).

Pertandingan ini berjalan sengit hingga pertandingan berlangsung selama 3 set, yang dimenangkan oleh tim MTs Ma’arif NU 5 dengan skor akhir 25-8, 19-25, dan 15-13. Pertandingan final putri yang menghadirkan tim A dan B dari SMP Muhammadiyah 3 juga tak kalah seru. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim A dengan skor akhir 27-25.

Menari Yamko Rambe Yamko.                                                                                Foto : Tim KKN-PPM UGM

Perayaan kemarin tak hanya diisi aneka lomba, tapi juga ada acara budaya yang menampilkan Forum Anak Kaligiri (Foragi). Foragi menampilkan tari Yamko Rambe Yamko dan Ronggeng. Tidak lupa, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang aktif dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh MC.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, para peserta turut mendukung kampanye “Anak Harus Bebas dari Kekerasan dan Bullying“. Cap tangan pada kain putih dijadikan sebagai simbolis dukungan peserta atas kampanye tersebut.

Rangkaian acara FAD ditutup dengan pelemparan bedak pewarna secara serentak. Menurut Rara (11), peserta FAD, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di FAD 2018 adalah hal yang baru dan seru bagi anak-anak desa Dawuhan.

Pelemparan bubuk warna-warni menutup perayaan Hari Anak Nasional 2018 di Dawuhan.   Foto : Tim KKN-PPM UGM

Aflian Fadli Pramadhan