Peluncuran Album Kompilasi JMSI, Story Of A Broken Heart.

    0
    435

    Dunia permusikan Tanah Air memang sudah saatnya memasuki kancah internasional. Banyak musisi kita yang sudah terkenal di luar maupun dalam negeri setelah mereka menciptakan karya dengan aneka ragam tema dan lirik.

    Begitu banyak penyanyi di Indonesia berlomba-lomba dengan ciri khasnya. Untuk saat ini penyanyi tanah air yang mengusung tema galau semakin marak dikancah permusikan Tanah Air. Tidak menutup kemungkinan karena pasar musik saat ini menargetkan pendengar remaja atau juga dengan istilah “generasi jaman now”.

    Sederet penyanyi solo di tanah air telah menyelesaikan album kompilasi yang dipersembahkan oleh Jagonya Musik dan Sport Indonesia (JMSI) yang diluncurkan pada Rabu (25/7/2018) di Jakarta. Album tersebut bercerita tentang “Story of A Broken Heart” yang mempunyai arti, kisah atau cerita patah hati.

    Salah satu penyanyi yang masuk dalam album itu adalah, Muhamad Khalil Azmi Alkatiri atau lebih dikenal dengan sebutan Azmi. Pria kelahiran Kuala Tungkal 21 Juni 1994 itu melantunkan single berjudul “Pernah” yang sudah tidak asing lagi bagi para pendengar, walaupun termasuk penyanyi muda. Kali ini ia mengakui berbangga hati, karena lagunya telah terpilih masuk di dalam album kompilasi bertema “Story of A Broken Heart” yang dipimpin Steve Lillywhite.

    Pilihan lagu-lagu yang terdapat didalam album kompilasi ini juga sengaja bernuansakan kegalauan. Lirik yang menyentuh dan di iringi alunan instrument sendu kerap membawa pendengar terhanyut dalam cerita lagu tersebut.

    Steve Lillywhite, CEO JMSI                                                                               Foto : Alan Efriadi

    Steve Lillywhite selaku CEO JMSI mengungkapkan sangat bangga dengan adanya album kompilasi yang penggabungan lagu-lagu yang di seleksi pihaknya bersama tim. “Saya pun sudah mendengarkan semua isi dari album yang bertajuk “story of a broken heart”, pilihan lagu-lagunya sangatlah sempurna” kata Steve. Ia berterima kasih kepada penyanyi yang terlibat dan bisa di ajak bekerja sama dalam penyelesain album kompilasi ini.

    Satu lagi, penyanyi yang tak asing lagi bagi penikmat musik Nusantara yaitu Once Mekel. Mantan vokalis Dewa 19 ini juga ikut menyumbangkan karyanya. Single yang berjudul “Tak Terganti” ikut masuk dalam tracklist dalam album itu. “Temanya galau, jadi wajar saja semua pilihan lagu didalam album ini ikut galau,” ujar pria kelahiran Makasar ini.

    Selain itu juga, band Slank yang sudah cukup terkenal di dalam maupun luar negeri ikut serta dengan singlenya. Band yang dipelopori oleh Bimbim ini ikut masuk list dengan single berjudul “Terlalu Pahit” pada albumnya Palalupeyank tahun 2017. Namun, pada saat saat peluncuran album tersebut, grup band asal Potlot ini berhalangan hadir.

    Sungguh, pemilihan lagu-lagu pada album ini bisa dikata sudah sempurna karena menyajikan para penyanyi yang sudah berpengalaman untuk dirangkum didalam sebuah album kompilasi. Bagi para penikmat musik di tanah air saat nya untuk mempunyai CD dari album ini.

    Bukan suatu hal yang baru bagi para produser musik di Indonesia untuk merangkul sederet penyanyi sampai dengan grup band tanah air untuk menjadikan sebuah album kompilasi. Dengan adanya project dari Jagonya Musik dan Sport Indonesia ini adalah salah satu alternatif bagi musisi dan penyanyi tanah air untuk saling mengenal satu sama lain.

    Contohnya penyanyi muda Marsha Zulkarnain (19) yang masih tergolong anyar di balantika musik Indonesia. Karirnya berawal sering meng-cover lagu-lagu dan dimasukan ke dalam akun pribadi YouTubenya. Hingga pada tahun 2017 lalu mempunyai single berjudul “Hati Terlatih”. Remaja yang sedang menempuh pendidikan kelas 3 SMA ini parasnya masih menggemaskan membuat penyanyi kelahiran Palembang ini mempunyai cukup bekal untuk dikenal oleh penikmat musik tanah air.

    Tidak hanya grup band Slank yang berhalangan datang. Penyanyi solo berparas cantik Gita Gutawa anak dari komposer Erwin Gutawa ini pun terdaftar dalam list album “story of a broken heart”. Namun, penyanyi kelahiran Jakarta 11 Agustus 1993 berhalangan datang saat peluncuran album di Jalan Kemang Raya, Jakarta. Adapun singlenya berjudul “Rangkaian Kata” terpilih di dalam tema album kompilasi yang dirilis oleh JMSI.

    Ada sederet penyanyi lain dalam album tersebut, seperti Tata Janeta, Adera, Wizzy, Mytha Lestari dan lainnya yang ikut bernyanyi di acara ini. Tata Janeta mantan anggota grup vokal Dewi-Dewi dan Mahadewi ikut bernyanyi dengan singlenya “Korbanmu dan Sang Pendosa”. Ciri khas vokalnya yang serak membuat perempuan kelahiran Bandung ini cukup dikenal oleh penikmat musik Tanah Air.

     

    Dengan adanya project seperti album kompilasi membuat dunia balantika permusikan tanah air akan selalu hidup. Sejumlah musisi akan tetap selalu berkarya untuk menyajikan yang terbaik untuk penikmat musik dan membuat bangsanya dikenal di pasar permusikan Internasional

    Alan Efriadi, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang