Pembangunan melalui Pendidikan

0
197

Jakarta – “Policy in Practice for Reducing Regional Disparitymerupakan salah satu topik bahasan dalam hari kedua penyelenggaraan Indonesia Development Forum 2018 pada Rabu (11/7) di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta.  Salah satu pembicara yang hadir yaitu Idza Prianti, Bupati Brebes, memiliki visi untuk mengurangi jumlah anak yang tidak sekolah. Idza Prianti memaparkan, sebanyak 16.000 anak tidak sekolah pada tahun 2018. Adapun beberapa faktor penyebabnya adalah perekonomi masyarakat, budaya, serta urbanisasi.  Menurut Idza, jika anak-anak tidak bersekolah maka dapat menyebabkan tersebut menjadi pengangguran. Oleh karena itu, menurut Izda diperlukan otonomi daerah untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang diambil.

Salah satunya dengan menjalankan program Patuh Kerja Cerdas. Program ini membantu masyarakat yang kurang mampu untuk tidak di punggut biaya sekolah pada jenjang pendidikan SMP hingga SMA.

Dalam program ini, Bupati Brebes ini tidak bisa membiayai secara terus-menerus sehingga melahirkan inovasi Gerakan Kembali Bersekolah yang melibatkan partisipasi seluruh pihak. Dalam hal pembiayaan, dukungan pemerintah terhadap Gerakan Kembali Bersekolah ditandai dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat kabupaten.

“Anak-anak yang harus ke sekolah harus seperti apa? Dalam program ini ada dua pilihan yaitu bisa sekolah formal dan sekolah terbuka, ini adalah untuk mereka yang bisa mendapatkan pendidikan” ujar Idza Prianti.

Dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan dan akan menjadi daya dorong agar anak-anak yang tertinggal bisa bersekolah dan menjadi anak-anak yang cerdas. Menggapai masa depan serta memiliki daya saing di dunia kerja.

 

Penulis

  • Moch Rio Fauzan, FISIP, UB 2015