Semangat Muda Naik Transportasi Umum

0
636

Selama magang di Kompas Muda, saya selalu naik transportasi umum. Contohnya, Kereta Rel Listrik (KRL). Berangkat dari rumah pukul 06.15 ke Stasiun Rawa Buntu. Hanya membayar Rp 3.500, saya bisa sampai di Stasiun Palmerah dalam waktu 30 menit. Tak mahal dan tak kena macet! Asyik, bukan? Namun, banyak teman-teman yang masih ragu untuk naik KRL. Berikut pertanyaan yang diajukan.

“Naik kereta? Bangun pagi, dong?”

“Hah?! Naik kereta? Banyak premannya, kan?”

“Aduh, naik kereta ramai sekali ya? Enggak capek kalau harus berdiri melulu?”

Ya, masih ada saja keraguan dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Menurut saya, naik kereta sangat penuh dengan manfaat. Untuk bangun pagi atau tidak, itu tergantung tujuan.

Misal, pada saat magang harus sampai di tempat pukul 08.00. Maka, aturlah waktu dan jarak dari rumah ke stasiun juga jarak dari stasiun ke tempat magang. Jika jarak bisa ditempuh selama lima sampai sepuluh menit, bolehlah santai. Tetapi, tetap semangat.

Jika lebih dari sepuluh menit, bahkan bisa sampai satu jam, harus lebih semangat lagi! Kobarkan semangat anak muda yang membara. Datang lebih pagi itu lebih baik karena badan tidak capek. Itu lebih baik daripada datang telat dan tergesa-gesa karena lari atau panik. Berikut tips dan trik naik transportasi umum.

  1. Tahu tujuan. Caranya dengan melihat petunjuk tulisan di badan kendaraan atau tanya petugas. Ingatlah: malu bertanya, sesat di jalan!
  2. Tetap terjaga dan waspada. Jangan sampai tujuanmu terlewat atau barang-barangmu hilang karena terjatuh atau ada yang mengambilnya.
  3. Bawa barang secukupnya. Tidak perlu memamerkan barang mewahmu. Pamer barang mewah dapat memancing orang lain untuk berbuat jahat.
  4. Bawa uang pas atau uang elektronik dengan saldo mencukupi. Ketahuilah biaya perjalanan transportasi umum yang dinaiki karena dengan mengetahui dan siapkan uang yang dibutuhkan. Transaksi pun akan berjalan cepat dan efisien.
  5. Duduklah di tempat yang sudah disediakan. Di KRL ada tempat duduk prioritas. Berikanlah tempat duduk untuk lanjut usia, ibu hamil, ibu membawa anak, dan difabel.

Dengan mengetahui tips dan trik naik transportasi umum, rasanya aman dan tenang. Salah satu teman saya yang bernama Vanessa Kristina (17) mengatakan bahwa ia sangat senang diajak naik Bus Transjakarta untuk meliput bersama kelompok. “Wah, ternyata seru ya naik bus bersama teman. Kondisi bus sangat baik dan tidak kalah dengan bus di luar negeri!” ujarnya seraya tersenyum.

Transportasi umum dapat mengantar kita ke mana saja. Mau ke Mal Grand Indonesia? Bisa. Mau ke Monumen Nasional? Bisa. Mau ke Dunia Fantasi di Ancol pun juga bisa! Asyik sekali ya! Pulang dan pergi dengan biaya di bawah Rp 10.000, bisa keliling Jakarta. Tentunya ada transit di stasiun atau halte untuk mencapai tujuan.

Ya, namanya juga “transportasi umum” tentunya untuk umum sehingga banyak masyarakat tertarik untuk naik dan mengakibatkan keramaian. Namun, tidak ada salahnya berkenalan dengan teman baru atau berbagi pengalaman sesama pengguna transportasi umum.

Manfaat yang didapatkan dengan menggunakan transportasi umum sangat banyak. Menghemat biaya dan waktu perjalanan, bertemu teman baru, jalan-jalan sepuasnya, berbelanja juga bisa sepuasnya karena biaya perjalanan murah dan tentunya melestarikan lingkungan hidup.

Dengan mengurangi penggunaan motor dan mobil pribadi, dapat berpengaruh besar bagi kelangsungan makhluk hidup. Kasihan ya bunga-bunga yang cantik dan pepohonan yang rindang di tepi jalan menjadi layu, bahkan mati karena polusi udara. Solusi mencegah polusi udara adalah naik transportasi umum. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Yuk, sekarang naik transportasi umum! Yuk, naik KRL! Yuk, naik Bus Transjakarta! Jadilah anak muda kebanggaan bangsa. Salam semangat.

Maria Oktaviana – SMAN 7 Tangerang Selatan
Magangers Batch X – Kelompok 8, Nuntius