Hari Kedua Magangers Batch X, Seperti Apa Keseruannya?

0
359

Hai semua! Hari pertama telah dilewati, saatnya memasuki hari kedua program Magang di Kompas Muda tahun 2018. Kemarin, kami tetap antusias banget! Terbukti dari beberapa Magangers yang sudah datang dan menunggu di ruang diklat Kompas dari jam 07.45, padahal di jadwal, acara baru dimulai pukul 08.00.

Kami dan para Magangers yang lain pun menunggu dan membunuh waktu dengan ngobrol sebentar. Kami juga membahas sedikit tentang nama angkatan dan rancangan nama kelompok dengan kelompok masing-masing yang sudah diumumkan kemarin. Karena semua sudah saling kenal satu dengan yang lain, hari ini semuanya terasa lebih bersemangat.

Hari kedua dimulai dengan presentasi dari mas Didit Putra Erlangga dari divisi media sosial. Dalam sesi ini, kami diingatkan tentang betapa pentingnya media sosial bagi banyak orang, namun bisa berubah menjadi apa yang disebut sebagai senjata makan tuan apabila tidak digunakan dengan baik. Kami juga dijelaskan mengenai pihak Kompas yang berinovasi dengan memasuki dunia media sosial sehingga dapat mengikuti perkembangan masyarakat masa kini dan dapat menjangkau lebih banyak orang. Mas Ilham juga mengingatkan kita agar dapat lebih berhati-hati dan bersikap bijak dalam menggunakan media sosial.

Kami juga kedatangan pembicara dari divisi Penyelarasa Bahasa. Kami diajarkan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata bahasa Indonesia yang akan ditaruh di dalam berita atau artikel. Kata-kata yang dipilih harus tepat, sehingga sebuah berita tentang suatu peristiwa dapat disampaikan dengan baik dan benar.

Oh ya, dalam kesempatan ini, para Magangers juga menentukan nama dan desain kaus angkatan. Tiap-tiap kelompok memberikan usulan nama dan desain kaus dengan cara mempresentasikannya di depan para Magangers yang lain. Nama-nama dan desain yang diusulkan sangat berbeda, dan tentunya, sangat unik satu dengan yang lain. Meski begitu, tetap harus ada satu nama dan satu desain kaus yang bertahan.

Akhirnya, dipilihlah nama Ekamatra sebagai nama angkatan Magangers Batch X, dengan desain kaus dari kelompok 5, yaitu kelompok Candramawa. Adapun hari ini juga ada pengundian tempat kami akan meliput besok. Semua tempat sudah dipilih oleh Kompas, dan kami akan mendapat salah satunya. Kebetulan kelompok saya terpilih untuk melakukan liputan ke mal Slipi Plaza. Acara pun dilanjutkan dengan presentasi dari divisi Marketing Communication.

Bagian terseru dari hari ini adalah para Magangers diajak untuk mengelilingi PIK, atau Pusat Informasi Kompas, yang terletak di lantai 4 gedung Palmerah. Di sana, terdapat banyak sekali arsip yang disimpan oleh Kompas, baik itu berbentuk foto, artikel, atau buku, yang disimpan dengan cara digital ataupun dengan disimpan di perpustakaan.

Satu hal yang membuat kami sangat kagum dengan dengan perpustakaan PIK adalah, mereka punya semuanya. Mulai dari buku-buku lama, buku-buku referensi, bahkan sampai arsip majalah dan koran dari tahun 70-an! Wah, menarik sekali ya? Selain itu, ada juga arsip koran Kompas dari tahun pertama kali terbit, yaitu dari tahun 1965. Kami juga berkesempatan untuk melihat ruang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas, dan juga koran Kompas edisi pertama yang terbit pada 28 Juni 1965. Edisi tersebut dipajang besar-besar dengan pigura.

Menara Kompas

Masih belum cukup, kami juga diajak untuk pergi ke Menara Kompas. Karena ini adalah bangunan baru, jadi interiornya masih bagus. Setelah foto bersama di lantai dasar, kami pergi menuju lantai lima, yaitu tempat ruang redaksi Kompas. Kami pun melihat suasana kerja Redaksi Kompas dan jadi tahu bagaimana para  jurnalis Kompas bekerja di sini. Ada satu fakta khusus yang saya pikir sangat menarik, yaitu setiap karyawan yang bukan jurnalis (misalnya bagian Desain Grafis, Produksi, Penyelaras Bahasa) yang bekerja di sift sore sampai tengah malam di Redaksi Kompas masing-masing akan mendapat dua telur per hari.

Alasannya, para karyawan itu bekerja hingga larut, sehingga mereka rentan sakit dan sering tidak memikirkan nutrisi dari makanan yang disantap. Harapannya, telur yang diberikan dapat memberikan energi bagi mereka dan menambah nutrisi yang mereka konsumsi. Ada yang dimasak ala kadarnya, dan ada juga yang bisa diolah menjadi lebih dari sekadar hidangan telur. Contohnya, dengan diolah menjadi donat.

Tanpa terasa, hari kedua usai sudah. Para Magangers pun pulang kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang puas dan gembira. Tentu saja, kami tidak sabar untuk kembali ke kantor esok hari. Penasaran akan petualangan kami selanjutnya? Simak terus laman Kompas Muda, atau follow Instagram @kompasmuda ya…

Nadia Theresa Johari dan Feliks  Erasmus Arga
Magangers Kompas Muda Batch X – Kelompok SAKSI