Sully Kepahlawanan yang Dipertanyakan

0
704

Disanjung-sanjung sebagai pahlawan oleh masyarakat, tetapi harus berhadapan dengan persidangan yang mengancam dirinya menjadi penghuni bui. Itulah nasib Sully setelah keputusannya mendaratkan pesawat komersial di atas aliran Sungai Hudson.

Meski tidak ada korban jiwa yang muncul setelah pendaratan darurat tersebut, tetapi keputusan pilot bernama lengkap Chesley Sullenberger ini dipertanyakan NTSB (Badan Keselamatan Transportasi Nasional) Amerika Serikat. Teorinya, hampir semua pendaratan di atas air gagal dan menimbulkan korban jiwa sehingga apa yang dilakukan Sully sangat berisiko.

Laporan awal yang diterima NTSB menyatakan, salah satu mesin masih berfungsi sehingga Sully sebenarnya punya peluang untuk kembali ke bandara dengan selamat ketimbang mengambil risiko tinggi mempertaruhkan banyak nyawa. Ini berbeda dengan keterangan Sully dan ko-pilot Jeff Skiles bahwa kedua mesin pesawat mereka kehilangan tenaga saat pesawat belum lama lepas landas.

Film Sully garapan sutradara Clint Eastwood bercerita tentang kecelakaan pesawat penumpang milik maskapai USAirways penerbangan 1549. Skenario didasarkan pada buku Highest Duty: My Search for What Really Matters, memoar yang ditulis Sully bersama Jeffrey Zaslow.

Peristiwa yang disebut sebagai Miracle on The Hudson River ini pasti sudah banyak diketahui oleh masyarakat, terutama di Amerika Serikat. Terlebih, peristiwa tersebut belum lama terjadi, yakni 15 Januari 2009 sehingga menarik melihat bagaimana film ini digarap dan cerita difokuskan.

Selain menyajikan secara detail, dari detik ke detik menjelang terjadinya kecelakaan. Film ini juga mengungkapkan sisi lain yang barangkali belum banyak terungkap, yakni soal kehidupan pribadi sang pilot pada saat peristiwa terjadi. Hal ini sudah diisyaratkan lewat pertanyaan para anggota NTSB karena bisa menjadi latar belakang kuat tentang mengapa keputusan itu dibuat Sully, pilot senior yang saat itu sudah mengangkasa selama lebih dari 40 tahun.

Sully Arsip IMDB/Warner Bros Pictures
Sully
Arsip IMDB/Warner Bros Pictures

Alur film terasa halus dan memikat, bergerak bolak-balik ke depan, ke belakang, dan di satu titik bercerita di masa kini yang tengah berlangsung. Latar belakang dan karier kepilotan Sully juga sedikit demi sedikit dibeberkan lewat visualisasi kenangan Sully. Strategi ini membuat penonton tidak cepat bosan, tetapi juga tidak merasa bingung dengan waktu yang melompat-lompat karena antarbagian terjalin dengan halus.

Istilah-istilah teknis terkadang muncul yang membuat kening mengernyit, tetapi bisa diatasi dengan mengantongi terlebih dahulu cerita singkat tentang peristiwa penerbangan 1549 tersebut.

Film ini lebih banyak mengeksplor tentang pergulatan Sully (Tom Hanks) dalam menjalani hari-hari berat setelah peristiwa tersebut karena harus menghadapi persidangan NTSB, ketimbang soal kisah menyayat para penumpang dalam bertahan di tengah bencana, sebagaimana kerap dieksplorasi film dengan tema serupa. Sully sebagaimana dikesankan Tom Hanks lewat perannya, adalah sosok yang tenang, serius, dan berpemikiran dalam, meski tak lepas dari konflik pribadi.

Di tengah rasa tertekannya menghadapi persidangan oleh NTSB, sang istri meneleponnya soal aset properti yang terancam disita jika utang mereka tidak segera dilunasi. Namun, konflik yang bisa mempertajam ketegangan cerita, tidak digarap lebih lanjut.

Sementara sosok Jeff Skiles (Aaron Eckhart) digambarkan sebagai mitra kerja yang menyenangkan, humoris, dan suportif. Jeff meneguhkan kepercayaan diri Sully tentang keputusan yang sudah diambilnya.

Jika ada istilah human error yang mengarahkan tudingan penyebab terjadinya kesalahan pada faktor manusia, maka lewat film ini juga muncul pemikiran tentang human truth, kebenaran yang bersumber pada faktor manusia.

Pada akhirnya, film ini mengingatkan bahwa manusia dianugerahi kemampuan olah pikir dan olah hati yang dapat menuntun pada keselamatan. Sully lewat keputusannya yang berbasis pada pengalaman dan jam terbang yang tinggi sebagai pilot, ditambah faktor-faktor lain pada proses berpikir dan tekad hati menyelamatkan nyawa banyak orang, menghasilkan keputusan terbaik yang berbuah pada keselamatan penumpang. Ini mematahkan pemujaan berlebihan manusia masa kini pada kerja mesin.

SRI REJEKI


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 September 2016, di halaman 20 dengan judul “Sully Kepahlawanan yang Dipertanyakan”.