Musik Gigi Menolak Tanggal

0
1145

Pepatah tua-tua keladi makin tua makin jadi, rasanya pantas disandangkan pada Gigi. Di panggung ”Konser 22 Tahun Gigi Berkarya”, Selasa (22/3) malam, yang disiarkan langsung di Trans TV, Gigi membuktikan mereka tetap digdaya, tak kalah sinar dari musisi-musisi muda yang tampil berbagi panggung dengan mereka malam itu.

Jakarta, Selasa malam lalu, boleh saja dirundung mendung. Namun, panggung ”Konser 22 tahun Gigi Berkarya” yang didirikan di pelataran Trans TV, berdiri kokoh disinari permainan lampu warna-warni yang gemerlap, siap menyambut perayaan yang megah nan meriah.

Tepat pukul 21.30, penampilan DJ Yasmin, yang memanaskan panggung dengan intro ”Terbang”, yang melodinya bernuansa elektro, mengantar kemunculan Gigi yang diawaki Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas) dan Gusti Hendy (drum), di atas panggung. Lagu ”Ya Ya Ya” seketika menaikkan suhu di sekitar panggung yang dijejali Gigikita, penggemar loyal Gigi.

Gigikita, yang notabene anak-anak muda itu, sontak melompat bersamaan mengikuti irama lagu sembari mengacungkan tangan ke udara. Menyanyi bersama tanpa sungkan, seolah terbakar energi yang disalurkan para awak Gigi dari atas panggung.

Pemandangan khas seperti itu selalu ada di setiap konser yang digelar Gigi yang seolah menahbiskan bahwa Gigikita adalah tulang punggung Gigi yang sejak kelahirannya pada tahun 1994 selalu dirundung mendung karena ditinggal personelnya berkali-kali. Kini, di usia 22 tahun, Gigi bertahan dengan formasi Armand, Budjana, Thomas, dan Hendy, ditambah mantan personel Gigi, Ario Baron, yang kini berperan sebagai manager baru Gigi.

”Gigikita sudah seperti udara. Berkat Gigikita, Gigi terus berjuang menjadi vitamin di musik Indonesia,” teriak Armand disambut gemuruh teriakan dan tepuk tangan Gigikita.

”Ya Ya Ya” yang menggelora disusul ”Terbang”. Penyanyi yang disebut Armand sebagai ”Indonesia’s Sweetheart”, Raisa, muncul di bagian akhir lagu menyanyikan refrain ”Terbang”. Menghadirkan kolaborasi vokal yang unik antara Armand dan Raisa.

Konser 22 Tahun GIGI - Konser 22 tahun band GIGI di TransTV, Jakarta, Selasa (22/3). Vokalis GIGI Armand Maulana (kanan) tampil bersama Raisa. Kompas/Riza Fathoni
Konser 22 Tahun GIGI – Konser 22 tahun band GIGI di TransTV, Jakarta, Selasa (22/3). Vokalis GIGI Armand Maulana (kanan) tampil bersama Raisa.
Kompas/Riza Fathoni

Setelah itu, panggung digempur dengan ”Oo.. Oo.. Oo”. Permainan bas Thomas di lagu yang ada di albumitu dilanjut tanpa ampun dengan ”Terbang”, disusul dengan ”Jomblo” yang terdengar lebih nge-rock dibandingkan dengan versi aslinya. Di pertengahan lagu muncul Once, membawakan penggalan lirik ”Arjuna” milik Dewa.

Di atas panggung, Once, yang pernah hampir menjadi vokalis Gigi sebelum menemukan Armand, ber-vocal battle dengan Armand. Aksi keduanya seketika menuai gemuruh tepuk tangan dan decak kagum penonton.

Setelah ”Kepastian yang Kutunggu”, penonton terus digedor dengan racikan musik Gigi yang kali ini disajikan dalam format kolaborasi yang unik pada penggalan-penggalan lirik tertentu saja. Penyanyi Dewi Gita hadir membawakan ”11 Januari” bersama Armand. Sebelas Januari adalah tanggal pernikahan pasangan penyanyi ini.

Menyaksikan aksi Gigi yang bergemuruh penuh tenaga, seorang penonton menyeletuk. ”Mereka ini memang enggak pernah tua, ya,” ujarnya

Tetap bersinar

Panggung ”Konser 22 Tahun Gigi Berkarya” makin meriah dengan penampilan susul-menyusul dari kelompok RAN, D’Masiv, Cakra Khan, Barasuara, Yura, Wizzy, hingga Siti Badriah yang menyala di atas panggung membawakan ”Nakal”. Selain membawakan lagu-lagu mereka sendiri, mereka juga bernyanyi bersama Armand diiringi para personel Gigi.

Konser juga diwarnai kehadiran para mantan personel Gigi. Ronald Fristianto, Budhy Haryono, Opet Alatas, dan Baron naik panggung memainkan lengkingan gitarnya yang tak bisa dimungkiri menjadi napas rock bagi Gigi.

Konser 22 Tahun GIGI - Konser 22 tahun band GIGI di TransTV, Jakarta, Selasa (22/3). Seluruh personil dan mantan personil GIGI bergabung dalam satu panggung. Kompas/Riza Fathoni
Konser 22 Tahun GIGI – Konser 22 tahun band GIGI di TransTV, Jakarta, Selasa (22/3). Seluruh personil dan mantan personil GIGI bergabung dalam satu panggung.
Kompas/Riza Fathoni

Konser berakhir pukul 00.30 saat mendung lenyap dihalau sinar bulan dan kemunculan bintang di langit. Dan meski malam itu tak ada lagu baru seperti perayaan ulang tahun Gigi sebelumnya, konser itu jadi bukti tak terbantahkan tentang musikalitas Gigi. Sebagai band senior, Gigi tetap bersinar dan mampu merangkul musisi-musisi muda dalam karya mereka.

”Di tangan manajer baru, Gigi ingin terus berkarya. Kolaborasi dengan musisi-musisi muda ini memberi kesempatan bagi Gigi untuk masuk ke pasar mereka,” ujar Budjana menyerukan semangat Gigi yang tak gentar meski di usianya ke-22 terpaksa berganti manajer.

Vokalis D’Massiv, Rian, mengungkapkan, Gigi adalah band yang menjadi panutan semua musisi muda, termasuk D’Masiv. Gigi, kata Rian, adalah satu salah satu band yang hingga kini masih terus menjaga eksistensinya. Personel Gigi masing-masing memiliki karakter kuat.

”Dari sisi musikalitas, Gigi tak perlu diragukan. Mereka selalu jadi panutan kita bahwa bandmainstream bukan hanya jualan lagu, melainkan juga harus punya keterampilan bermusik yang bagus. Dan Gigi punya itu semua,” kata Rian.

Rayi dari RAN juga punya pendapat serupa. ”Konsistensi dan produktivitas mereka dalam berkarier selama 22 tahun ini luar biasa. Kami berharap suatu saat RAN bisa menjadi seperti Gigi,” kata Rayi.

Dwi As Setianingsih


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Maret 2016, di halaman 23 dengan judul “Musik Gigi Menolak Tanggal”