”Island hopping” ke Belitung ”is a must”! Pulau yang moncer gara-gara film ”Laskar Pelangi” yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini adalah surga dengan pantai berpasir putih nan cantik. Air lautnya sebening kristal dan batu-batu granit purba melengkapi lanskap pantai Belitung yang tiada tara indahnya. Ayo kita salami.…

09.00 Dermaga Tanjung Kelayang

Dari dermaga inilah island hopping (berkeliling dari satu pulau ke pulau lain) di Belitung, Rabu (9/3), dimulai. Dermaga yang berlokasi di Pantai Tanjung Kelayang ini bisa dicapai dengan perjalanan 20-30 menit menggunakan mobil atau sepeda motor dari Tanjung Pandan, ibu kota Belitung. Di sana, perahu-perahu yang akan jadi kendaraan kita mengeksplorasi kecantikan pantai-pantai di Belitung berjajar rapi, siap mengantar kita untuk terpesona dan jatuh cinta pada alam yang permai. Eits, tapi sabar. Pakai dulu baju pelampung, krim tabir surya, kacamata, dan topi sebagai pelindung sebelum perahu melaju. Jangan lupa kamera dan tas tahan air agar peralatan kita tetap aman dari cipratan air.

09.30 Pulau Batu Garuda

Pulau Batu Garuda, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Foto diambil Rabu (9/3) dalam acara tur media Dwidayatour dan Citylink. Kompas/Dwi AS Setianingsih (DOE) 09-03-2016 Untuk Perjalanan
Pulau Batu Garuda, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. 

Ini adalah pulau pertama yang wajib dikunjungi. Selain jaraknya relatif dekat dari Dermaga Tanjung Kelayang, Pulau Batu Garuda ini juga unik karena batu-batu granit di pantainya menyerupai kepala burung garuda. Tapi harus diingat, di sini kita tak diperbolehkan merapat, apalagi turun dan menjejakkan kaki. Rimbunnya terumbu karang di bawah permukaan laut di sekitar pulau membuat perahu dilarang mendekat agar tak merusak terumbu karang. Jadi, tahan dulu hasrat untuk segera menjejak pantai dengan pasirnya yang putih itu. Ah, tapi tentu saja berfoto di atas perahu dengan latar belakang Batu Garuda tak dilarang. Klik klik klik! Beres!

10.00 Pulau Lengkuas

Pantai Pulau Lengkuas, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Foto diambil Rabu (9/3) dalam acara tur media Dwidayatour dan Citylink. Kompas/Dwi AS Setianingsih (DOE) 09-03-2016 Untuk Perjalanan
Pantai Pulau Lengkuas, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. 

Ini adalah pulau kedua yang wajib dikunjungi. Selain lanskapnya yang luar biasa cantik dengan pantai pasir putih yang selalu memanggil-manggil untuk dijejak dan batu-batu granit besar yang seolah bersekutu menciptakan keindahan maha-elok di sekitar pulau, di sini juga ada mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1882. Tingginya sampai 18 tingkat. Cepatlah melompat dari perahu agar keindahan yang ada di depan mata tak terbuang percuma. Rasakan sinar matahari yang panas menyengat di sekujur tubuh, air laut dan pasir putih yang lembut di kulit, serta batu-batu granit besar berusia ratusan tahun yang menjulang dengan indahnya sepuas mungkin. Lalu segeralah menceburkan diri ke air. Rasakan sensasi pasir putih dan air asinnya yang terasa hangat karena panas matahari. Jangan lupa cicipi air kelapa langsung dari buahnya yang segar sembari rehat dari keasyikan bermain air. Pantai berpasir putih, laut biru di kejauhan atau di atas mercusuar, dan air kelapa segar adalah kombinasi yang tak pernah ingkar menerbitkan kegembiraan.

12.00 Pulau Kepayang Gede

Di sini kita bisa berhenti untuk makan siang. Menunya sudah pasti seafood segar yang dimasak begitu kita sampai. O, ya, lebih baik membawa bahan sendiri untuk dimasak agar cita rasa dan kesegarannya tetap terjaga. Tak perlu cemas karena anak buah kapal perahu yang kita sewa akan mengurusi seluruh keperluan makan kita. Tentu termasuk memasaknya dengan bumbu siap pakai yang bisa dibeli di restoran. Dijamin enak. Kita? Sambil menanti hidangan siap, nikmati saja waktu yang terasa lesap di tengah alam yang indah sembari ngobrol dengan teman di antara semilir angin pantai. Ah, indahnya hidup….

14.00 Pulau Pasir atau Pulau Gosong

Ini adalah salah satu pulau dari rute island hopping kita yang paling menarik. Meski tak ada vegetasi di atasnya, menjejak pasir dan menceburkan diri di pulau yang hanya muncul saat air surut ini sungguh luar biasa. Nikmatilah sensasi bermain air yang menyenangkan bersama bintang laut yang banyak ditemukan di sana. Berenang, mengapung, melompat, atau sekadar berendam di air yang hangat menikmati gelombang yang menampar-nampar tubuh. Sungguh alam begitu pemurah menciptakan keindahan tanpa batas. Sejauh mata memandang, yang ada hanya biru laut dan langit yang bersih. Tak apalah kulit mulai hitam terbakar matahari karena berada di air yang jernih di antara lautan luas adalah sesuatu!

15.00 Pulau Batu Berlayar

Matahari mulai redup dan pelayaran kita sampai ke pulau dengan batu-batu granit yang berbentuk layar ini. Dari sekian pantai di pulau-pulau yang kita datangi, pantai di sini menarik justru karena batu-batu granitnya yang menjulang tinggi. Tak perlu terlalu serius di sini. Nikmati saja waktu yang ada untuk mencecap keindahan yang terpahat di batu-batu itu. Terik matahari yang mulai jinak akan memberi kita kesempatan untuk mengeksplorasi seluruh pantai tanpa khawatir terbakar matahari lagi. Serulah pokoknya….

16.00 Pantai Tanjung Kelayang

Saatnya kembali ke darat. Tapi, sebelum benar-benar meninggalkan dermaga, kita bisa menikmati keindahan Pantai Tanjung Kelayang yang menyajikan keindahan kala matahari terbit itu. Pandangan yang luas tanpa batas juga menjadikan pantai ini sebagai lokasi pengamatan gerhana matahari total yang baru lalu untuk wilayah Belitung. Di sini tak cuma wisatawan, warga kota pun biasa menghabiskan waktu sembari duduk-duduk di pinggir pantai sambil menyesap air kelapa muda di siang yang terik atau kopi hitam kala malam menjelang.

17.00 Pantai Tanjung Tinggi

Sebelum menutup hari, satu lagi pantai yang tak boleh dilewatkan jika kita berkunjung ke Belitung, Pantai Tanjung Tinggi. Inilah pantai yang membuat Belitung naik daun ke seantero negeri karena menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi yang fenomenal itu. Jaraknya tak terlalu jauh dari Tanjung Kelayang, hanya 10-15 menit menggunakan sepeda motor atau mobil. Buktikan bahwa pantai ini memang memiliki lanskap indah yang tak boleh dilewatkan sembari menanti matahari tenggelam yang cantik. Ah… Belitung memang surga pantai indah!

 

(Dwi AS Setianingsih)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Maret 2016, di halaman 30 dalam rubrik Avontur 24 Jam.