Katanya, anak muda menjadi salah satu aset Indonesia yang perlu dikembangkan. Mereka akan menjadi generasi yang memiliki potensi, tak terkecuali kemampuan dalam bermusik. Hal ini pun dapat dibuktikan, salah satunya saat Di Atas Rata-Rata (DARR) tampil memukau di atas panggung Java Jazz Festival (JJF) 2016.

“Di Atas Rata-Rata ini punya banyak value, nilai-nilai, dan cerita,” ujar Gita Gutawa dalam sesi interview di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/3) siang.

Sebanyak lima anak laki-laki dan tujuh anak perempuan mulai unjuk kemampuan di atas panggung JJF 2016. Salah satu anggota Di Atas Rata-Rata (DARR), Kafin melantunkan lagu Tangga Nada dengan nusansa Jazz yang diiringi oleh Erwin Gutawa Big Band. Setelahnya, Lyodra dan penyanyi duo Oliv-Ola dengan baju hitam-putih membawakan lagu Stop Bully.

Performance yang berlangsung sekitar satu jam itu menampilkan anak-anak berbakat yang memiliki aliran musik berbeda-beda. Demi memperkenalkan bakat-bakat muda Indonesia, dalam kesempatan ini sang pelopor DARR, Erwin Gutawa dan Gita Gutawa mencoba untuk melakukan kolaborasi ragam genre musik.

“Di Atas Rata-Rata terdiri dari anak-anak dengan style nyanyi yang berbeda-beda. Ada Pop, Jazz, Classic, bahkan sedikit nge-rock. Tapi, bagaimanapun ini acara festival jazz. Jadi, saya menantang anak-anak ini untuk mencoba mengekspresikan dirinya. Jati diri mereka tidak hilang, tapi dikolaborasikan dengan jazz,” tutur Erwin Gutawa.

sub
Anggota DARR unjuk gigi di booth Kompas.

Mereka berhasil? Ya, Erwin pun mengakui. Anak-anak itu diberi kepercayaan untuk menampilkan yang terbaik. Rafi Daeng, anggota DARR generasi satu mengatakan bahwa baru pertama kali tampil bersama Erwin Gutawa Big Band. Maka dari itu, ada nuansa yang sedikit berbeda ketimbang bermain dengan Erwin Gutawa Orchestra. Tantangan pun harus dihadapi. Ia dipercaya untuk membawakan lagu jenis rock berbalut Jazz.

“Harapannya akan ada anak-anak DARR selanjutnya. Itu menunjukkan Indonesia punya kualitas musik yang bagus dari anak-anak. Jadi, harapan saya DARR terus berlanjut,” kata siswa berusia 16 tahun ini.

Erwin tak ingin menularkan teori musik saja kepada anak-anak DARR karena musik harus diapresiasi. Ia berharap agar DARR dapat bekerja sama dengan banyak musisi dan jenis musik lainnya.

Volunteer Kompas MuDA

Penulis: Lani Diana

Fotografer: Vinskatania Andrias