GENERASI MILENIAL: Yang Membesar di Layar Kecil

0
1304

Kristin, seorang pelajar kelas VIII, adalah satu di antara ribuan orang yang memadati auditorium di Gandaria City, Jumat (23/10). Bersama kawan akrabnya, dia kebingungan sekaligus tidak berdaya, sementara tangannya memegang kertas besar setinggi 1 meter bertulisan ”Kurt Hugo, Kaulah Napasku, Deritaku, dan Hidupku”. Remaja seusia mereka memadati auditorium tersebut sejak siang hari dan menunggu. Mereka duduk dalam barisan berdasarkan nama-nama artis yang menyemarakkan Youtube FanFest, sebuah perhelatan yang diisi bintang dari layanan berbagi video Youtube. Hadir, antara lain, Kurt Hugo Schneider, Youtuber yang kanalnya diikuti 6,2 juta pengguna. Nama bintang itu yang tercatat di kertas yang dipegang Kristin. ”Saya tidak dapat tiket untuk sesi temu dan sapa,” ujarnya dengan muka lemas.

Temu dan sapa adalah kesempatan bagi artis Youtube untuk bertatap muka dengan penggemarnya, seperti Kristin dan remaja lain. Mayoritas penonton yang memadati auditorium berusia 10 tahun sampai 17 tahun. Mereka datang bersama teman sebaya atau ditemani orangtua.

Setidaknya 1.000 remaja memadati auditorium di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta untuk menunggu giliran temu sapa dengan youtuber atau istilah dari pembuat konten di layanan video Youtube di sela Youtube Fan Festival, Jumat (23/10). Acara ini dihadiri youtuber dengan kanal yang diikuti banyak orang dari dalam negeri maupun luar. Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (ELD) 28-10-2015
Setidaknya 1.000 remaja memadati auditorium di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta untuk menunggu giliran temu sapa dengan youtuber atau istilah dari pembuat konten di layanan video Youtube di sela Youtube Fan Festival, Jumat (23/10). Acara ini dihadiri youtuber dengan kanal yang diikuti banyak orang dari dalam negeri maupun luar.

Karena Youtube

Sekitar pukul 20.00, panggung yang sekelilingnya penuh oleh penonton didatangi Eka Gustiwana, penggubah lagu yang kanal Youtube-nya memiliki pengikut sebanyak 351.000. Dia dikenal dengan video-video mengiramakan vokal menjadi lagu. Salah satunya adalah video pembawa berita Jeremy Teti yang sudah ditonton sebanyak 5,2 juta kali.

Penonton langsung berteriak menyambut Eka yang datang bersama Edho Zell, seorang Youtuber yang gemar meluncurkan video parodi dan kanalnya diikuti sebanyak 375.000 pengguna.  Edho langsung membawakan lagu yang menceritakan pengalamannya bersentuhan dengan Youtube.

”Kutahu lagu K-Pop, Kutahu lagu dangdut, kutahu semuanya nonton di Youtube! Kutahu Keong Racun, Kutahu Shinta-Jojo, kutahu semuanya nonton di Youtube.” Duet kakak beradik Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez yang tergabung dalam kanal SkinnyIndonesian24 berpengikut 353.000 pengguna tampil selanjutnya. Mereka membawakan lagu parodi dari grup musik RAN, yakni ”Kau di Bekasi”yang mengangkat Bekasi saat menjadi fenomena internet serta lagu ”Indomie, Mie dari Indonesia” yang berkisah soal mi instan yang tidak bisa ditinggalkan masyarakat. Dua lagu tersebut sudah dibawakan dalam video terpisah dengan masing-masing sudah ditonton sebanyak 958.000 kali dan sekitar 300.000 kali.

Tiga bersaudara, Mada Emmanuelle Brahmantyo, Reuben Nathaniel Brahmantyo, dan Mikha Angelo Brahmantyo, yang tergabung dalam grup musik The Overtunes membawakan dua lagu mereka, yakni ”Ku Ingin Kau Tahu” dan ”If It’s For You”. Sama halnya dengan Youtubers sebelumnya, The Overtunes yang videonya sudah dilihat oleh penonton meski dalam hitungan ratusan ribu membius penonton dan mengajak mereka menjerit.

Di pergelaran itu ditampilkan juga blogger kecantikan, yakni trio Natasha Farani, Cheryl Raissa, dan Linda Kayhz, yang memilih seorang penonton untuk dipermak penampilannya. Natasha yang kerap memberikan video tutorial menggunakan hijab dan tampil cantik dengannya sudah memiliki 104.000 orang yang berlangganan di kanalnya.

Mata uang baru

Youtuber dari luar negeri yang mengawali penampilan di panggung Indonesia ini adalah Mike Tompkins, penyanyi akapela yang mampu menirukan beragam bunyi alat musik. Sudah ada 1,6 juta orang yang berlangganan di kanalnya dengan video yang sudah ditonton ratusan ribu kali. Video Tompkins membawakan lagu ”Just The Way You Are” (dipopulerkan Bruno Mars) yang dipadukan dengan ”Teenage Dreams”-nya Katy Perry pada lima tahun lalu sudah ditonton sebanyak 26 juta kali. Pada paruh kedua penampilannya, Tompkins mengundang GAC (trio penyanyi asal Indonesia terdiri dari Gamaliel, Audrey, dan Cantika) untuk membawakan lagu ”Bahagia”. ”Tanpa kalian, kami takkan ada di sini,” seru Gamaliel mengapresiasi semua yang hadir. Pernyataan tersebut bisa menggambarkan ikatan antara Youtuber dan pemirsanya. Seseorang bisa menjadi bintang jika mampu menghasilkan konten video yang mengundang penonton. Jumlah orang yang berlangganan kanal tersebut adalah ”mata uang” yang menentukan seberapa tenar seseorang di semesta Youtube.

Salah satu bintang yang dinanti-nanti adalah Bethany Mota, blogger kecantikan yang kanalnya sudah diikuti 9,5 juta akun. Videonya, yang rata-rata ditonton belasan juta kali, menawarkan beragam tip dari aneka topik, mulai dari busana, makanan, hingga kecantikan.

Mike Hugo Schneider tampil di penghujung akhir Youtube Fan Fest di Jakarta, Jumat (23/10). Youtuber dengan pengikut sekitar 6,2 juta orang ini tampil berkolaborasi dengan beberapa artis dalam videonya untuk sama-sama mendongkrak popularitas mereka. Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo (ELD) 28-10-2015

Kurt Hugo akhirnya tampil di paruh akhir pertunjukan bersama dua bintang lain, yakni Macy Kate dan Sam Tsui. Kate yang tengah naik daun (dengan 250.000 pengikut) berpasangan dengan Tsui yang memiliki 2 juta pengikut. Lagu ”Wildfire” dengan tempo mengentak ditembangkan Tsui menutup pertunjukan dengan ditingkahi penonton yang mengangkat tangan, sebagian besar membawa gawai untuk mengabadikan setiap gerakan.

Makna baru interaksi

Ditemui sebelumnya, Schneider mengungkapkan bahwa Youtube membawa makna baru bagi interaksi antara artis dan penontonnya. Tidak hanya menyaksikan, penonton bisa membagikannya ke akun media sosial masing-masing atau memberi komentar langsung. Dengan kondisi itu, hampir sulit untuk meramalkan siapa yang akan menjadi bintang Youtube selanjutnya.

Saling mendukung merupakan satu dari budaya yang ditemui di Youtube, umumnya antara Youtuber dengan kanal yang sudah banyak diikuti dan Youtuber baru. Kolaborasi seperti itu mendorong bertambahnya penonton satu kanal karena bersinggungan dengan kanal lain.

Salah satu kisah kolaborasi adalah antara Kurt Hugo Schneider dan penyanyi Max Schneider yang tidak terikat hubungan keluarga meski memiliki nama belakang sama. Pada hari pertama video yang menampilkan kolaborasi tersebut, kanal milik Max melonjak dari nol menjadi 1.000 pengikut dalam sehari. Kini dia sudah memiliki 1,2 juta orang yang berlangganan kanalnya.

Bukan hanya interaksi kreatif, para artis Youtube sudah dilirik sebagai bintang iklan produk. Kembali lagi pada Sam Tsui, video musik ”Wildfire” dibuat dengan menggandeng salah satu produsen elektronik dan ditampilkan di dalamnya. Hal itulah yang juga membuat HP, salah satu produsen komputer jinjing, mengambil kesempatan dengan meluncurkan produk yang menyasar generasi milenial. Menggandeng Kurt Hugo Schneider, HP memosisikannya sebagai duta untuk lini produk yang menyasar segmen pengguna Youtube.

Tampil di layar ponsel yang berukuran jauh lebih kecil daripada televisi tidak menjauhkan para Youtuber dari ketenaran dan rezeki. Hasil survei Google Indonesia menyebutkan, pengguna ponsel di Indonesia memelototi layar ponsel rata-rata 5,5 jam setiap hari. Bukan tidak mungkin, inilah masa depan konten hiburan kita dengan bintang-bintang yang membesar di dalamnya.

Kurang yakin, coba tengok teman, kakak, adik, atau bahkan anak-anak kita. Apa yang ada di genggaman dan apa pula yang mereka tonton.

(Didit Putra Erlangga Rahardjo)