Pendapatan Iklan Facebook Capai 3,5 Miliar Dollar AS

0
900

Dalam laporan keuangan kuartal keempat tahun 2014 yang dirilis baru-baru ini, media sosial Facebook membukukan penerimaan sebesar 3,8 miliar dollar AS. Dari jumlah itu, sebesar 3,5 miliar dollar AS berasal dari pendapatan iklan. Sejak berdiri 11 tahun lalu hingga kini, Facebook merupakan salah satu media sosial yang paling dikenal dan terpopuler.

Selama tahun 2014, Facebook mampu meraup laba sebesar 12,47 miliar dollar AS atau meningkat 58 persen apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka tersebut terbilang mengagumkan karena berhasil melampaui perkiraan analis yang memperkirakan pendapatan Facebook akan menurun.

Facebook juga membuktikan sebagai salah satu media sosial yang tetap menarik bagi penggunanya. Jumlah pengguna harian Facebook terus meningkat, pada kuartal keempat 2014 sebanyak 890 juta pengguna.

Sementara kuartal yang sama tahun 2013 sebanyak 757 juta pengguna dan tahun 2012 sebanyak 618 juta pengguna. Tren penggunaan gawai seperti telepon seluler atau sabak elektronik juga berhasil diantisipasi oleh Facebook melalui aplikasi mobile yang ramah untuk pengguna.

Sebanyak 745 juta dari 890 juta pengguna Facebook menggunakan ponsel atau sabak elektronik. Tahun 2014, berhasil dilalui Facebook dengan tetap menjadi salah satu media sosial yang relevan bagi para penggunanya.

Facebook mampu memfokuskan mengakomodasi penggunanya yang mengakses lewat ponsel dengan aplikasi yang ringan. Facebook bisa melampaui ”jebakan zaman” yang gagal dilewati media sosial generasi sebelumnya, yakni Friendster, yang harus berakhir setelah delapan tahun beroperasi. Sebagai entitas bisnis, Facebook terus memperlihatkan pertumbuhan dari pemasukan iklan. Kawasan Amerika utara tetap mendominasi perolehan Facebook dari iklan, diikuti kawasan Eropa.

Media sosial yang dirintis Mark Zuckerberg ini diperkirakan akan tetap menggeliat pada 2015. Zuckerberg akan berusaha mematahkan pendapat bahwa Facebook semakin dijauhi pengguna dari kalangan muda yang lebih memilih medium atau sarana bersosialisasi melalui Path, Twitter, atau Snapchat.

Yang paling mencengangkan justru Apple, perusahaan elektronik asal Cupertino, Amerika Serikat, yang juga diprediksi bakal habis riwayatnya.

Ditinggalkan pendirinya, Steve Jobs, Apple menjadi bulan-bulanan dengan peluncuran produk baru seperti iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang dinilai tidak memberikan sesuatu yang baru kecuali hanya perbaikan demi perbaikan di sisi spesifikasi.

Belum lagi berbicara para pendatang baru, seperti Xiaomi, yang terus-menerus mengganggu kinerja penjualan Apple.

Kompas/