Galaxy A, Bidik Kaum Muda

0
1703

Mengawali tahun 2015, Samsung memutuskan untuk membuka koleksi produk dengan ponsel pintar yang menyasar segmen muda. Bagaimana caranya? Melalui seri baru dari lini Galaxy, Samsung meluncurkan Galaxy seri A. Samsung Galaxy A3 dan Galaxy A5 dijual dengan harga Rp 3,5 juta dan Rp 5,5. Produk telepon pintar ini sudah ada di pasar Indonesia tanggal 1 Februari mendatang.

Ada perbedaan yang cukup tegas antara Samsung Galaxy seri A dan Samsung Galaxy seri S, Samsung Galaxy Core, Duo, atau lainnya.

Desain ponsel Samsung Galaxy seri A memiliki tepian berbahan metal dan badan yang menyatu alias unibody. Ini tidak ditemui pada Samsung Galaxy seri yang lain.

Memasukkan kartu SIM dilakukan dengan cara membuka laci kecil di samping ponsel menggunakan pengait kecil.

Perbedaan terletak pada A3 yang bisa memanfaatkan laci kartu memori untuk memasukkan kartu SIM kedua. Menggunakan kartu SIM kedua berarti mengorbankan fitur untuk menggunakan media penyimpanan eksternal.

Colokan penyuara kuping yang biasanya terletak di atas kini dipasang di bagian bawah ponsel, berdampingan dengan lubang untuk micro USB dan berdesakan dengan lubang mikrofon. Dengan ketebalan ,7 milimeter, inilah ponsel Galaxy seri A yang tertipis saat ini.

Kompas berkesempatan mencoba ponsel ini beberapa saat di tengah acara peluncuran yang digelar di Kawasan Bisnis Sudirman. Badan ponsel ini cukup nyaman untuk digenggam dan terasa mantap karena bahan metal di pinggirnya.

Layar dengan teknologi Super AMOLED yang menjadi andalan Samsung ditemui untuk dua ponsel ini, masing-masing dengan resolusi 540 piksel x 960 piksel untuk A3 dan 720 piksel x 1280 piksel untuk A5. A3 memiliki layar berukuran 4,5 inci, sementara A5 punya layar 0,5 inci lebih besar.

Seri Galaxy Untuk Anak Muda

Generasi A

Direktur Pemasaran IM Business Samsung Electronics Indonesia Vebbyna Kaunang menyebut, dua produk ini ditujukan bagi segmen muda yang mengutamakan penampilan gawai dan performa yang ekspresif secara visual melalui foto ataupun video.

Generasi A, mengambil huruf dari seri ini, adalah segmen yang disebut Vebbyna sebagai sasaran produk ini.

Samsung Galaxy A3 memiliki kamera utama dengan resolusi 8 megapiksel, sementara Galaxy A5 memiliki resolusi 13 megapiksel. Keduanya memiliki kamera depan dengan resolusi 5 megapiksel. Samsung tidak sekadar memasang aplikasi kamera standar, tetapi juga menyelipkan fitur-fitur yang saat ini tengah digandrungi anak muda, seperti membuat GIF atau gambar bergerak berdurasi singkat dari gabungan 20 foto untuk diunggah ke layanan Twitter.

Fitur beautify juga ditambahkan untuk merekayasa gambar agar subyek bisa terlihat lebih kurus atau sebaliknya hingga mengatur lebar mata.

Yang cukup istimewa adalah kamera depan yang memiliki fitur untuk mengambil foto diri (selfie) lebih lebar. Caranya dengan menggerakkan kamera seperti gambar panorama sehingga tiga gambar dijahit otomatis.

Pengambilan selfie juga bisa dilakukan tanpa menyentuh layar, tetapi dengan isyarat telapak tangan atau deteksi wajah yang tersenyum.

Samsung Galaxy A3 dan A5 menggunakan prosesor empat inti buatan Qualcomm berkecepatan 1,2 gigahertz. Ini berbeda dengan ponsel lain di pasaran yang menawarkan prosesor hingga delapan inti dengan kecepatan lebih tinggi, tetapi harganya lebih murah daripada yang ditawarkan Galaxy A3 dan A5.

Meski demikian, Samsung Galaxy A3 dan A5 mempunyai posisi tawar lain, yakni penggunaan prosesor 64 bit ketimbang prosesor 32 bit yang banyak dipakai saat ini.

Keputusan ini juga bukan tanpa konsekuensi, yakni hanya akan efektif jika sistem operasinya menggunakan Lollipop yang mendukung prosesor 64 bit, bukan Kitkat yang masih terpasang di perangkat yang dibeli.

Dengan demikian, baik A3 maupun A5 bisa menjadi keputusan yang bakal menguntungkan secara jangka panjang karena akan menunjukkan potensinya jika nanti menggunakan Lollipop, yakni peningkatan performa yang jelas.

Sampai hari itu datang, ponsel ini kalah unggul di atas kertas meskipun fitur kameranya juga tidak boleh diremehkan.

Seri apa yang seharusnya dimiliki? Semua tergantung pada preferensi konsumen. Galaxy A3 merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan ponsel yang menggunakan prosesor 64 bit dengan layar resolusi tinggi dan kamera mendukung. Namun, ponsel ini hanya bisa mendukung jaringan seluler 3G.

Sementara itu, Samsung Galaxy A5 memiliki layar dan kamera lebih baik dan mampu berjalan di jaringan 4G meski selisih harganya Rp 2 juta.

Kompas/