Anne Avantie Ingatkan Pentingnya Persatuan

0
61
Pasar Tiban “Kampoeng Peranakan” mengadakan talkshow “Akulturasi Budaya Imlek” pada Minggu (10/2/2018) bersama Anne Avantie, Mariati dan Anna Hartawan (Kompas Corner UMN/Jacinta Aura Maharani)

Dalam rangka event bertema Imlek, Pasar Tiban “Kampoeng Peranakan” mengadakan Talkshow “Akulturasi Budaya Imlek” pada Minggu (10/2/2018) di Main Atrium AEON Mall BSD, Tangerang Selatan. Pasar Tiban Anne Avantie merupakan bazaar pakaian tradisional yang dimiliki oleh seorang perancang busana tradisional terkenal di Indonesia bernama Anne Avantie.

Dalam acara talkshow ini, Anne Avantie menjadi pembicara utama ditemani oleh Mariati S.Ds., M.Si selaku perwakilan dosen Universitas Tarumanagara dan Anna Hartawan selaku perwakilan dari Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI). Adapun tamu undangan dari Beasiswa Pelangi. Beasiswa Pelangi merupakan program beasiswa perhimpunan INTI yang bertujuan untuk mencegah anak putus sekolah. Sebelum Talkshow dimulai, acara dibuka dengan pertunjukan barongsai oleh tim barongsai dari Golden Lion Club.

Arti Imlek

Pembahasan pertama dalam acara talkshow ini berkaitan dengan perayaan Sincia (Imlek). Mariati menceritakan kepada hadirin proses perayaan Sincia. Menurut Mariati, Imlek bukan hanya sekadar bagi-bagi angpao saja, melainkan merayakan dengan berkumpul bersama, mulai dari makan makanan khas imlek bersama orang-orang terdekat, hingga kebersamaan dalam beribadah. Mariati juga menceritakan sedikit sejarah mengenai alasan mengapa Sincia (Imlek) harus memakai baju merah dan tidak boleh memakai baju putih.

Mariati menjelaskan bahwa dahulu ada raksasa yang menyerang desa di dataran tiongkok bernama Nian. Nian diketahui suka memangsa anak-anak namun takut dengan warna merah. Orang-orang kemudian memakai kain berwarna merah untuk menakut-nakuti Nian.

Setelah membahas tentang Imlek, topik dilanjutkan dengan membahas kehidupan etnis tionghoa di Indonesia. Anne Avantie, Mariati, dan Anna Hartawan menanggapi berbagai pertanyaan dari MC, salah satunya tentang banyaknya permasalahan antara etnis tionghoa di Indonesia dengan kelompok masyarakat tertentu belakangan ini. Anne Avantie menekankan pentingnya persatuan antar umat, suku, rasa dan agama di Indonesia agar terhindar dari konflik berbau SARA.

“Adanya persatuan etnis dan budaya di Indonesia yang harus kita terima sebagai bagian dari akulturasi budaya yang dimana satu-satunya jalan adalah harus berdamai dengan diri sendiri. Kalau sudah berdamai dengan diri sendiri pasti bisa berdamai dengan siapapun juga,” tutur Anne Avantie.

Acara talkshow “Akulturasi Budaya Imlek” diakhiri dengan pemberian sertifikat dan sesi foto Anne Avantie bersama Mariati dan Anna Hartawan di atas panggung. Talkshow ini menambah wawasan penonton terhadap budaya tionghoa.

 

Penulis: Kompas Corner UMN/ Jacinta Aura Maharani

Dokumentasi: Kompas Corner UMN/ Jacinta Aura Maharani

Editor: Kompas Corner UMN/Meiska Irena Pramudhita