Kata Siapa Radio Mulai Ditinggalkan?

0
31
Wira Sirajati saat memberi materi kepada peserta workshop Radio Announcer “On Air" di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Foto: Dok Kompas Corner UWM

SURABAYA, KOMPAS CORNER – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, radio dituntut untuk tidak hanya sekadar menjadi sarana informasi, tetapi juga sebagai sumber hiburan. Selain itu, inovasi seperti peluncuran aplikasi untuk radio atau pemanfaatan media sosial juga perlu dilakukan. Dengan melakukan hal tersebut, radio dapat menarik generasi-generasi pendengar yang baru. (Sumber: Kompas.id/Radio-harus-berinovasi-untuk-menarik-generasi-milenial).

Berangkat dari fenomena tersebut Kompas Corner Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menyelenggarakan workshop Radio Announcer “On Air”. Acara yang diadakan  Jumat (23/11/2018) itu mengundang Wira Sirajati (biasa dipanggil mas Wira) seorang profesional radio announcer di MRadio dan Stand Up Comedy sebagai pembicara.

Mengusung tema “How To Be An Engaging Radio Announcer”, Kompas Corner ingin mengajak khususnya mahasiswa untuk lebih mengenal serta mempelajari lebih dalam seperti apa dunia radio dan bagaimana cara menjadi penyiar yang baik. “Tujuan acara ini sih biar mahasiswa dapat mengembangkan potensinya untuk menjadi seorang profesional radio announcer,” kata Renaldo, Ketua Pelaksana Workshop Radio Announcer 2018.

Beberapa peserta workshop. Foto : Dok. Kompas Corner UWM

Pada acara tersebut, para peserta workshop terlihat antusias. Mereka mendapat materi khusus cara berbicara yang menarik perhatian, membuat naskah untuk siaran dan bagaimana siaran itu sendiri dijalankan. Yang lebih spesial dari even ini adalah peserta diajak untuk mempraktikkan langsung materi yang sudah dibagikan oleh pembicara. Panitia akan memilih tim terbaik dari peserta. Ditambah banyak doorprize yang dibagikan pada saat acara berlangsung.

Dari acara ini, Kompas Corner juga memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki suara menarik, akan diundang sebagai host pada siaran podcast OBSESIF milik Kompas Corner. “Acaranya bagus kok, tapi nanti lain kali dibuat lebih besar ya acaranya jadi pesertanya tidak terbatas,” tutur Sekar, mahasisiwa Fakultas Ilmu Komunikasi UWM.

“Banyak orang yang mau berkarya, buat saja dulu, jelek atau tidaknya urusan belakangan”, kata Wira saat diwawancarai untuk episode OBSESIF Kompas Corner Universitas Katolik Widya Mandala edisi terbaru.

Penulis: Theresia Belinda/ Kompas Corner UWM

Editor: Rienta Neffertiti/Kompas Corner UWM