“One Fine Day”

0
437
Foto: Ardhika Wiwit

Perjuangan untuk mendapatkan sesuatu merupakan hal yang sangat rumit. Bahkan, sangat bisa menjadi benang kusut. Pertama kali memikirkan tema untuk liputan memang agak rumit, banyak kepala tentunya banyak ide. Lalu, ada saatnya kami  mendapatkan sebuah ide yang menurut kami cukup bagus, yaitu alam. Ada beberapa alasan mengapa kami memilih tema ini.

Waktu itu, kondisi Stasiun Cibitung sudah cukup ramai oleh orang-orang yang sibuk berlalu-lalang dan melakukan kegiatan dengan sesuka hati mereka. Tak jarang pula ada orang yang berlari agar mendapatkan spot yang pas ketika berada di dalam KRL. Ada seorang lelaki sedang menghirup rokok yang sudah dibelinya entah kapan.

Sementara itu, saya masih sibuk dengan handphone menunggu teman yang katanya sudah berangkat, tetapi tidak kunjung datang. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya teman saya datang. Yap! Datang. Saya langsung menuju ke arahnya dan segera menaruh helm di motornya.

Setelah itu, kami bergegas masuk ke dalam stasiun. Lalu, kami duduk di lantai karena tidak mendapat tempat duduk. Kami pun berbincang-bincang. Entah topik apa yang dibicarakan, tetapi selalu ada saja topik yang diobrolkan.

Kami pun masuk ke dalam KRL. Penuh sesak seperti biasa, semua orang sibuk dengan ponsel yang mereka miliki. Ada yang mendengarkan musik, menonton film, bahkan bermain game. Hal tersebut sudah sangat lumrah ketika berada di KRL. Stasiun demi stasiun kami lewati, tiga kali kami transit stasiun untuk mencapai Stasiun Palmerah. Lalu, kami berdua harus berjalan sedikit untuk sampai di Gedung Kompas Gramedia.

Kelompok kami, Candramawa, segera bergegas keluar dari gedung untuk segera mencari data yang saya butuhkan. Saya balik lagi ke Stasiun Palmerah untuk berangkat menuju Jakarta Kota. Kami berlima lari sangat kencang untuk mendapatkan KRL. Benar-benar definisi lari. Keringat bercucuran dan napas terengah-engah demi masuk ke dalam kereta. Setelah itu, kami pun memesan ojek online untuk menuju Taman Wisata Hutan Angke Kapuk.

Pertama kali memasuki wisata alam ini yang terlintas di benak saya adalah “Ternyata, masih ada wisata alam di daerah Jakarta.” Kami pun berjalan dan mewawancarai banyak  anak muda yang sedang berkunjung untuk memenuhi data yang dibutuhkan. Tidak hanya anak muda saja yang kami wawancarai. Salah satu pemandu wisata di sana pun kami wawancarai sambil berkeliling rawa.

Banyak sekali hal yang bisa dipetik untuk menjadi pelajaran di kehidupan yang sesungguhnya. Seperti kita harus sabar dalam menghadapi sesuatu, termasuk ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bagaimana berinteraksi dengan orang yang sebelumnya kita tidak pernah tahu sifat sebelumnya.

Amelia Hasna 
Magangers Batch X – Kelompok Candramawa