Merancang Desain Presentasi yang Atraktif dan Informatif

0
124
Helman Taofani memberikan penjelasan tentang presentasi yang menarik.

TANGERANG, KOMPAS CORNER – Jika ditanya apa tujuan orang membuat sebuah presentasi, sebagian besar orang akan menjawab menggunakan presentasi sebagai alat untuk menuntun audiens  memahami apa yang ingin dikomunikasikan sekaligus guideline bagi sang pembicara sendiri. Membuat presentasi sendiri merupakan sebuah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Dalam artian sebagian besar dari kita sudah akrab membuat presentasi namun belum tentu mampu membuat presentasi yang informatif dan atraktif. Di dunia bisnis, presentasi yang menarik secara visual namun disisi lain tetap informatif merupakan sebuah keharusan.

Atas dasar itulah, Kompas Corner mengadakan sebuah masterclass dengan tema “How to Create Impactful Design Presentation” dalam rangkaian acara HUT Kompas Corner yang kelima di Universitas Multimedia Nusantara pada 3 Mei 2018.

Helman Taofani, selaku Advertising Production Manager Harian Kompas, berkesempatan untuk menjadi narasumber dalam sesi masterclass ini. Menurutnya, sebenarnya mendesain presentasi yang menarik itu tidak sulit untuk diciptakan jika sudah mempunyai keterampilan dasar dalam mengoperasikan software seperti Microsoft Powerpoint, Keynote, dan program sejenis lainnya.

Para peserta sedang mendengarkan penjelasan dari Helman Taofani.

Ia kemudian memberikan beberapa tips dan trik dalam mendesain presentasi yang memenuhi unsur informatif dan atraktif. Yang pertama, tentukanlah poin-poin penting yang menjadi topik utama bagi pembicara. Kenapa? Kesalahan kebanyakan orang justru pada poin ini dimana ia tidak memetakan apa yang menjadi fokus utama dalam presentasinya sehingga menampilkan tulisan yang terlalu banyak. Tulisan yang sedikit namun esensial merupakan hal yang harus ditampilkan sehingga meminimalisir audiens menjadi bosan.

Tips berikutnya, setelah menentukan poin-poin dari materi, background menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. “Pembicara sebelum presentasi harus mengetahui bagaimana kondisi ‘medan’ yang akan digunakan apakah di ruangan dengan sumber cahaya yang berlimpah atau minim sehingga dapat diputuskan apakah menggunakan background yang cerah atau gelap.” ujarnya.

Kemudian, ia juga menyarankan agar pembicara menggunakan materi visual seperti foto atau video yang mendukung poin-poin pembicaraan. Hal ini dapat membantu meminimalisir penambahan teks yang tidak perlu karena materi visual sudah mewakili hal tersebut. Apalagi sebagian besar audiens punya karakteristik yang serupa yakni lebih menyukai konten berjenis visual ketimbang teks.

Tips yang terakhir, gunakanlah animasi yang tepat namun dalam jumlah yang wajar. Animasi digunakan untuk mempercantik dan terkadang malah dapat membantu audiens untuk memahami informasi yang disampaikan utamanya jika informasi disampaikan menggunakan elemen-elemen seperti diagram dan sebagainya. Ia kemudian memperlihatkan contoh presentasi dengan animasi yang tepat guna.

Seusai memberikan tips-tips diatas, peserta juga diberikan kesempatan untuk membuat presentasi yang sesuai karakteristik diatas. Ia juga kemudian memilih beberapa peserta yang beruntung untuk mempresentasikan hasil kerja mereka di depan dan memberikan penilaian secara langsung seusai presentasi tersebut.

Pemberian plakat kepada Helman Taofani oleh salah satu panitia HUT 5 Kompas Corner.

Masterclass kemudian ditutup dengan pemberian plakat oleh panitia dan foto bersama dengan seluruh peserta.

PENULIS : KOMPAS CORNER/NICO WIRANITO

DOKUMENTASI : TIM DOKUMENTASI HUT 5 KOMPAS CORNER