Hari Tari Sedunia, 280 Anak Menari dan Bermusik

0
61
Gerak dan lagu oleh siswa Kelas 11 Bahasa SMA Santa Maria. Foto: arsip SMA Santa Maria
Gerak dan lagu oleh siswa Kelas 11 Bahasa SMA Santa Maria Surabaya. Foto: arsip SMA Santa Maria Surabaya.

Dengan visi memperingati hari tari sedunia yang jatuh hari ini (29/04) dan untuk mengenal lebih dekat seni tari, musik, dan drama yang telah menjadi bagian integral dari budaya manusia sepanjang sejarah serta memperkuat pendidikan karakter siswa di tengah-tengah pesatnya perkembangan Teknologi Informasi yang makin disruptif, SMA Santa Maria (Sanmar) Surabaya mengadakan Pagelaran Seni yang bertajuk “Estetika Nusantara,” Sabtu 28 April 2018, pukul 09.00-12.00 WIB, di Aula lt. 4 SMA Santa Maria Surabaya.

“Setidaknya ada 8 reportoar pentas seni yang ditampilkan oleh 280 anak. Para siswa terbagi dalam kelompok. Mereka membuat konsep tari dan musik yang “membebaskan”. Artinya, ide dan gagasan benar-benar murni dari anak-anak. Ada Pesona Raya, Asmarah, Ada Apa Dengan Coffe (AADC), Newsantara, Kontras, dan lain-lain,” kata Eva Dianita, guru tari Sanmar.

Keterampilan seni tari adalah sebuah pertunjukan seni gerak tubuh berirama yang dilakukan di tempat untuk mengungkapkan hati dan pikiran. Bunyi-bunyian musik pengiringnya digunakan untuk mengatur gerakan penari.

Duet vokal 2 siswi Kelas 11 IPA 2 SMA Santa Maria Surabaya membawakan sebuah komposisi. Foto: arsip SMA Santa Maria Surabaya.

“Anak-anak hari ini praktik langsung tentang pengetahuan tari dan musik, manajemen panggung, serta koreografinya. Saya berharap budaya adi luhung ini akan terus dilestarikan oleh anak-anak karena merekalah pemegang tongkat estafet generasi muda yang berkarakter,” ungkap Ameliawati Ketua Panitia Pagelaran Seni.

Keberagaman budaya yang memesona telah menjadi ikon dan ciri khas Indonesia. Bukan Indonesia namanya jika tiap daerah tidak memiliki kekhasan jenis tarian, musik, maupun bahasanya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sejatinya bisa menjadi jembatan bagi siswa untuk terus menggali kekhasan tersebut melalui potensi diri, bakat, dan minat. Menghargai keunikan untuk menunjang life skill siswa melalui pagelaran seni adalah salah satu cara untuk memperkuat pendidikan karakter siswa di sekolah.

Kolaborasi musik tradisional dan modern oleh siswa Kelas 11 IPA 2 SMA Santa Maria Surabaya. Foto: arsip SMA Santa Maria Surbaya.

“Saya berharap pagelaran seni kali ini bukan sekadar berfungsi sebagai media untuk mengembangkan kemampuan life skill siswa semata, melainkan lebih dari itu dapat juga berfungsi untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Dari hal ini sebenarnya pendidikan watak (karakter) tidak bisa ditinggalkan. Membentuk watak dan peradaban bangsa, melalui pendidikan karakter merupakan manifestasi mulia. Ini menjadi tugas dari semua pihak yang terlibat dalam usaha pendidikan. Bukan guru saja, tetapi orangtua pun memiliki andil penting,” ujar Pambuko Kristian, guru Seni Musik Sanmar melengkapi.

“Hari ini aku senang mampu menampilkan tari hasil kreasiku di hadapan orangtua dan tamu-tamu undangan. Meskipun latihannya berat dan tidak mudah setiap harinya, tapi ini aku lakukan dengan senang. Karena teman-teman kelompokku juga saling kompak dan saling mendukung. Pokoknya aku puas deh hehehe,” aku Theresia Yacinta siswi XI Bahasa.