VOYEJ Dongkrak Produk Lokal Berbahan Dasar Kulit

0
187
Arsip Voyej

Berawal dari tugas akhir kampus pada tahun 2010, lima pemuda asal Universitas Prasetya Mulya, yakni Aradea Respati, Ivan Ariwibowo, Oktavianus Andika Prastyanto, Stephen Khrisna Lucas, dan Yossi Permana Putra memproduksi sebuah produk fesyen yang berbahan dasar kulit bernama VOYEJ. Usaha yang berdiri 11 Februari 2011 ini hingga kini masih eksis di kalangan anak muda yang menggandrungi produk berbahan dasar kulit yang berkualitas.

Di balik itu, pilihan mendirikan VOYEJ berawal dari ide Stephen Lucas yang aktif dalam komunitas Darahkubiru (Dabir), wadah berkumpulnya para pecinta dry denim atau vintage workwear clothing. Kemudian, Lucas melihat peluang produk berbahan dasar kulit mampu membangun produk lokal yang mendukung kebutuhan dari para pengguna dry denim atau raw denim (produk denim yang bahannya keras atau kaku).

“Kami sengaja tidak memilih membangun produk lokal yang menggunakan bahan dasar denim karena sekarang sudah banyak pebisnis muda di bidang tersebut di Jakarta,” kata Lucas, Selasa (27/3/18).

Menurut Lucas, hingga kini baru ada 1-2 produk lokal yang bergerak di bidang kerajinan kulit. Tak ayal, Lucas dan keempat temannya mencoba mencari peruntungan di produk yang berbeda.

Arsip Voyej

Soal bahan dasar, mereka memilih bahan kulit nabati menjadi bahan dasar semua produk VOYEJ. Pasalnya, bahan tersebut memiliki karakteristik yang unik. Akan tetapi, kulit nabati yang berwarna terang bisa berubah menjadi gelap seiring intensitas penggunaanya.

“Jenis kulit ini tidak mengalami proses pewarnaan sehingga dapat berubah warna jika terekspos sinar matahari dan tidak akan kembali ke warna semula setelah dipakai,” tutur Lucas.

Dengan konsep premium leather goods, VOYEJ menawarkan produk yang berkualitas tinggi, memiliki material yang baik, dan pengemasan produk yang apik. Selain bisa dipesan melalui laman resmi, produk VOYEJ juga tersedia di The Goods Dept, salah satu pengecer yang mendukung produk lokal berkualitas.

Penulis: Christoforus Ristianto, Mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Universitas Multimedia Nusantara, magang di Kompas Muda